Pergantian Tahun Tragis di Swiss, 40 Orang Tewas 115 Luka-luka Akibat Kebakaran di Resort Ski Crans-Montana

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Sekitar 40 orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 115 lainnya mengalami luka-luka setelah kebakaran melanda sebuah bar yang dipadati pengunjung saat pesta malam Tahun Baru di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, Kamis (2/1/2025).

Polisi menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat di sebuah bar bernama Le Constellation, yang terletak di resor ski di wilayah barat daya Swiss. Warga setempat mengatakan bar tersebut populer di kalangan remaja.

Presiden Swiss Guy Parmelin menggambarkan insiden tersebut sebagai “salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kami” dan menyatakan bahwa sebagian besar korban meninggal merupakan anak muda. Kebakaran yang semula dilaporkan sebagai ledakan itu hingga kini masih belum diketahui penyebab pastinya.

Namun, pihak berwenang menyebut peristiwa tersebut kemungkinan merupakan kecelakaan, bukan serangan. Otoritas memperingatkan bahwa proses penetapan jumlah korban tewas secara pasti dan identifikasi korban akan memakan waktu karena banyak jenazah mengalami luka bakar parah. Para ahli forensik kini menggunakan data gigi dan DNA untuk mengidentifikasi korban.

Dugaan Penyebab Kebakaran

Rekaman video yang diverifikasi Reuters menunjukkan api dengan cepat menyebar dari dalam bangunan. Para saksi menggambarkan suasana panik dan kacau ketika orang-orang berusaha menyelamatkan diri.

“Ada orang-orang berteriak, lalu ada yang tergeletak di tanah, kemungkinan sudah meninggal,” kata Samuel Rapp (21), yang menyaksikan kondisi setelah kebakaran.

Kepala kepolisian kanton setempat, Frederic Gisler, mengatakan sekitar 40 orang diduga meninggal dunia dan 115 orang luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius. Ia menambahkan masih terlalu dini untuk merinci identitas para korban. Otoritas Italia menyebutkan enam warga negaranya masih dinyatakan hilang dan 13 lainnya dirawat di rumah sakit.

Dua perempuan muda asal Prancis yang mengaku berada di dalam bar saat kejadian mengatakan kepada stasiun televisi BFM TV bahwa api bermula di bagian bawah tanah klub. Mereka menduga kebakaran dipicu oleh botol berisi lilin kembang api ulang tahun yang diangkat terlalu dekat dengan langit-langit kayu.

Baca Juga :   Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang: 12 Tewas, 23 Luka-Luka, Diduga Rem Blong

“Api menyebar di langit-langit dengan sangat cepat,” ujar salah satu dari mereka, yang memperkenalkan diri sebagai Emma dan Albane.

Keduanya mengatakan berhasil melarikan diri melalui tangga sempit menuju lantai dasar. Beberapa menit kemudian, api sudah mencapai lantai tersebut.

BFM TV menayangkan video seorang pelayan yang membawa botol sampanye dengan lilin kembang api menyala di dalam bar. Namun, rekaman tersebut tidak memperlihatkan momen awal kebakaran.

Jaksa setempat, Beatrice Pilloud, mengatakan penyelidikan resmi telah dibuka terkait kebakaran di bar yang menurut catatan perusahaan Swiss dimiliki oleh pasangan asal Prancis. Meski demikian, ia menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya kelalaian terkait keselamatan.

“Masih banyak keadaan yang harus diperjelas. Skenario paling mungkin saat ini adalah kebakaran besar yang kemudian memicu ledakan,” kata Pilloud dalam konferensi pers.

Para saksi menyebut banyak pengunjung bar berasal dari berbagai negara. Sejumlah pemerintah asing tengah berupaya memastikan apakah warga negaranya termasuk di antara korban, meski proses identifikasi diperkirakan akan berlangsung lama karena kondisi korban korban yang terbakar parah.

“Kami bertemu keluarga korban sore ini, dan situasinya sangat memilukan. Mereka dipenuhi ketakutan dan kecemasan, sementara kami belum memiliki semua jawaban. Proses identifikasi akan memakan waktu,” kata Presiden Pemerintah Kanton Valais, Mathias Reynard, kepada Reuters dengan suara bergetar.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan delapan warga negaranya masih hilang dan tidak menutup kemungkinan ada warga Prancis di antara korban tewas. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah berbicara dengan Presiden Swiss untuk menawarkan bantuan.

Tiga korban selamat telah dipindahkan ke rumah sakit di Prancis dan pemindahan lainnya masih berlangsung. Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, mengatakan kepada Sky TG24 bahwa otoritas setempat menyebut kebakaran dipicu oleh seseorang yang menyalakan kembang api di dalam bar.

Baca Juga :   Anggota Geng Motor Pembunuh Vina Cirebon Tak Kunjung Ditangkap Buron Sejak 2016

Para saksi menggambarkan korban luka dirawat di pusat triase darurat yang dibuka di bar terdekat dan sebuah kantor bank UBS. Banyak korban menderita akibat perbedaan suhu ekstrem setelah keluar dari dalam bar yang panas ke udara malam yang membeku.

“Ambulans terus datang dan pergi tanpa henti,” ujar Dominic Dubois, yang menyaksikan langsung proses evakuasi jenazah.

Rekaman video menunjukkan deretan ambulans mengantre dan helikopter mendarat untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat dan pusat luka bakar khusus di kota-kota Swiss lainnya seperti Lausanne dan Zurich. Negara tetangga Swiss—Prancis, Jerman, dan Italia—juga menawarkan bantuan perawatan korban.

Pada Kamis pagi, lokasi kejadian tampak dipasangi garis polisi, dengan tenda forensik berdiri di balik layar putih di depan bar. Ratusan orang datang untuk memberikan penghormatan kepada para korban pada Kamis malam. Mereka meletakkan bunga dan menyalakan lilin di altar darurat di depan barikade polisi, sementara kerumunan berdiri hening di tengah udara dingin.

Crans-Montana dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Ski Alpen tahun depan. Pejabat Swiss menyebut kebakaran ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut.

“Apa yang seharusnya menjadi momen kegembiraan berubah, pada hari pertama tahun ini di Crans-Montana, menjadi duka yang menyentuh seluruh negeri dan bahkan melampauinya,” kata Parmelin melalui platform media sosial X.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

Load More

Tag Berita