Dampak perang Amerika-Israel vs Iran sampai dirasakan oleh para jemaah umroh asal Indonesia di Arab Saudi. Akibat perang yang pecah tersebut, jalur udara terpaksa ditutup. Para jemaah umroh yang berencana pulang ke tanah air terpaksa tertunda sambil menunggu kabar yang belum jelas.
Ichsan Marsha, Jubir Kementrian Haji dan Umroh menjelaskan ada puluhan ribu jemaah asal Indonesia yang tertahan di Arab Saudi saat ini. “58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” kata Ichsan dikutip dari Youtube Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Ichsan menjelaskan bahwa sementara ini para jemaah umroh asal Indonesia masih bertahan. Sampai Minggu (3/1/2026) belum ada jemaah yang pulang ke tanah air.
“Informasi terakhir karena memang ada beberapa penundaan penerbangan diinformasikan jamaah kita masih berada di tanah suci di Arab Saudi,” katanya.
Upaya Pemerintah
Untuk membantu para jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena terdampak perang, Ichsan mengatakan pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang.
Namu sementara ini masih berupa opsi-opsi sesuai situasi di lapangan dan tentunya menitikberatkan pada keselamatan para jemaah.
“Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinnasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan,” katanya.
“Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit,” imbuhnya. Sementara ini pihaknya masih mempertimbangkan opsi-opsi yang ada. Seperti opsi menggunakan mekanisme pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan atau yang lainnya.
Termasuk pula terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi memikirkan akomodasi jika para jemaah Indonesia ini tertahan cukup lama di Arab Saudi.
“Untuk pengawasan dari kita kepada jamaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci,” katanya.
“Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana,” ungkapnya.
Update Perang Terkini
Dikutip dari Kompas.com, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan memicu eskalasi besar di Timur Tengah.
Kematian Khamenei dikonfirmasi televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026), disertai pengumuman masa berkabung nasional selama 40 hari.
Serangan tersebut langsung dibalas Iran dengan gelombang serangan ke berbagai target di kawasan.

















