• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Anggun N – Laman 4 – Mediapasti.com

    Penulis: Anggun N

    • Kerugian Negara dari Kasus EDC BRI Capai Rp700 Miliar, KPK Buka Suara

      Kerugian Negara dari Kasus EDC BRI Capai Rp700 Miliar, KPK Buka Suara

      Mediapasti.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa dugaan korupsi dalam proyek pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyebabkan kerugian negara sekitar Rp700 miliar. Jumlah ini setara dengan 30 persen dari total nilai proyek senilai Rp2,1 triliun yang berlangsung selama periode 2020–2024.

      “Dalam perkara dengan tempus 2020-2024 ini, dengan nilai anggaran pengadaan sejumlah Rp2,1 triliun, hitungan dari tim penyidik diduga total kerugian negaranya mencapai sekitar Rp700 miliar,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025).

      KPK menegaskan, angka tersebut tidak berasal dari suap maupun gratifikasi, melainkan murni kerugian keuangan negara. Namun, nilai itu masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pendalaman penyidikan.

      “Hitungan sementara dari tim penyidik, dan masih terbuka kemungkinan untuk kemudian nanti angkanya bertambah,” ujar Budi.

      Audit dan Pemeriksaan Masih Berlangsung

      Untuk memastikan akurasi perhitungan, KPK menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta instansi terkait lainnya. Hingga saat ini, KPK masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

      Sebagai bagian dari proses hukum, KPK telah mencegah 13 orang bepergian ke luar negeri. Beberapa di antaranya merupakan pejabat internal BRI.

      “Keterangannya dibutuhkan dalam proses penyidikan. Harapannya, pihak-pihak tersebut bisa kooperatif memberikan informasi dan keterangan yang dibutuhkan,” ucap Budi.

      Jejak Dokumen dan Aliran Dana

      Sebelumnya, pada Kamis (26/6/2025), KPK telah melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen pengadaan, buku tabungan, dan bukti elektronik.

      Budi menyebut, penyidik juga menemukan catatan keuangan yang kini sedang dianalisis untuk melacak aliran dana serta peran aktor-aktor yang terlibat dalam proyek tersebut.

      “Penyidik akan mendalami ke mana saja aliran dana hasil dugaan korupsi tersebut, juga bagaimana peran-peran para pihak dalam pengadaan EDC itu,” jelasnya, Senin (30/6/2025).

      Proses Penyidikan Berlanjut

      KPK memastikan bahwa proses penyidikan terus berjalan secara intensif. Jika alat bukti sudah cukup, identitas para tersangka dan konstruksi lengkap perkara akan diumumkan ke publik.

      “Upaya penyidikan masih terus dilakukan. Jika sudah cukup, kami akan sampaikan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dan bagaimana konstruksi perkaranya,” pungkas Budi.

    • Dedi Mulyadi Kawal Proses Hukum Kasus Perusakan Rumah Ibadah di Sukabumi

      Dedi Mulyadi Kawal Proses Hukum Kasus Perusakan Rumah Ibadah di Sukabumi

      Mediapasti.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung rumah milik pasangan Ninna dan Yongki di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang dirusak oleh sekelompok orang karena alasan digunakan untuk kegiatan ibadah.

      Dedi menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan pidana yang harus diproses secara hukum. Ia berkomitmen mengawal proses penyelidikan hingga tuntas dan percaya aparat Kepolisian akan bekerja secara objektif berdasarkan bukti dan fakta yang ada.

      “Saya akan mengawal seluruh proses hukumnya agar berjalan baik, objektif, dan tuntas. Saya yakin Polres Sukabumi akan bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” kata Dedi, Selasa (1/7/2025).

      Lebih lanjut, Dedi menyampaikan keprihatinan atas dampak psikologis yang dialami keluarga korban, yang terdiri dari sembilan orang termasuk anak-anak. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengirimkan tim psikolog untuk membantu pemulihan trauma.

      “Keluarga Yongki pasti mengalami trauma. Anak-anak tidak boleh tumbuh dengan ketakutan. Tim psikologi Pemprov Jabar akan turun memberi pendampingan agar mereka bisa kembali pulih dan hidup rukun dengan tetangga,” jelasnya.

      Sebagai bentuk tanggung jawab moril, Dedi juga telah menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk perbaikan rumah yang rusak akibat insiden tersebut.

      “Kerusakan akibat aksi anarkis menjadi tanggungan Gubernur Jabar,” tegas Dedi.

      Dedi menutup kunjungannya dengan mengajak seluruh warga Desa Tangkil untuk menjaga suasana damai, hidup rukun, serta saling menghargai perbedaan dan kepercayaan masing-masing.

      “Kita jaga Jawa Barat sebagai tanah toleransi. Semua warga berhak merasa aman dan dihormati,” pungkasnya.

    • Terungkap! 5 Negara Asia Diam-Diam Dukung Israel, Salah Satunya Negara Islam

      Terungkap! 5 Negara Asia Diam-Diam Dukung Israel, Salah Satunya Negara Islam

      Mediapasti.com – Meski opini publik Asia lebih cenderung memihak Teheran atau bersikap netral dalam konflik Iran–Israel yang pecah sejak 13 Juni, beberapa negara di Asia justru menjalin hubungan strategis—termasuk militer dan intelijen—dengan Israel. Berikut ulasan lima negara tersebut:

      India – Mitra Pertahanan Utama

      India adalah salah satu pelanggan senjata terbesar Israel di Asia, bahkan kedua terbesar di dunia selama 2020–2024, menyumbang 34 % dari ekspor senjata Israel. New Delhi membeli sistem pertahanan udara Barak, radar canggih, dan drone seperti Heron. Selain itu, kedua negara saling berbagi intelijen dan teknologi siber

      Azerbaijan – Basis Mossad di Wilayah Muslim

      Sebagai negara mayoritas Syiah yang bertetangga dengan Iran, Azerbaijan memiliki hubungan terselubung kuat dengan Mossad. Haaretz menyebutkan bahwa wilayahnya menjadi “forward base” intelijen Israel dan kemungkinan digunakan untuk pengintaian terhadap Iran . Mayoritas persenjataan Azerbaijan—lebih dari 60%—dibeli dari Israel, termasuk drone kamikaze dan rudal presisi .

      Vietnam – Mitra Militer Tersembunyi

      Vietnam membeli radar pertahanan udara EL/M-2288 dari Elta Systems (IAI) dan sistem anti-drone SPYDER dari Rafael. Kerja sama ini termasuk dalam pengembangan militer dan tanggapan siber, menunjukkan posisi Vietnam sebagai negara netral aktif yang secara diam-diam berpihak Israel.

      Filipina – Protector di Bawah Pengaruh AS dan Israel

      Filipina telah lama membeli peralatan militer Israel, termasuk radar EL/M‑2288, kendaraan lapis baja, dan pelatihan pasukan elite antiteror . Pada era Presiden Duterte, dukungan militer semakin dekat, termasuk pembelian senjata dan pelatihan anti-ISIS di Mindanao .

      Kazakhstan – Mitra Energi dan Intelijen Tersembunyi

      Kazakhstan adalah salah satu pemasok minyak utama Israel—sekitar 25% dari kebutuhan bruto Tel Aviv. Selain itu, kerja sama militer dan intelijen dilakukan dengan arah counter‑terror dan pengawasan jaringan ekstremis serta Iran di Asia Tengah.

      🔍 Risiko & Ketegangan

      Negara-negara tersebut mengambil posisi pragmatis—mengutamakan pertahanan, intelijen, atau energi—walaupun mengundang kritik dari publik pro-Palestina. Sebagian besar menjaga pernyataan publik netral atau pro-Palestina untuk mengelabui kecaman domestik.