• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Rizki Dermawan – Laman 4 – Mediapasti.com

    Penulis: Rizki Dermawan

    • Viral Satpam Bank BRI di Temukan Tewas Di Cikarang

      Viral Satpam Bank BRI di Temukan Tewas Di Cikarang

      Mediapasti.com -Viral di temukan Satpam Bank BRI tewas di kantor Bank BRI Tarum Barat II, Blok F 1/1C, Cikarang Baru, Sunter Niaga Mas 2, Jl. Tarum Bar. II No.1 – 2 Blok E2, Jayamukti, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

      penemuan sekurity sebuah Bank BRI  Tewas Gantung diri, Jumat (26/9/2025) pagi. Video penemuan jasad sekuriti ditemukan tergantung di lantai dua di atas tangga kejadian tersebut membuat heboh masyarakat ada apa tentang yang membuat Tewasnya Satpam Bank BRI tersebut .

      Korban Bernama Hasan Basri Di ketahui Satpam Bank BRI yang bertugas pada shif 2 di kantor Bank BRi tarum barat cikarang pusat ,saat kejadian di temukan barang bukti seperti Baju seragam ,KTA ,satu buah tongkat,kunci motor,gesper ,dan satu buah hanphone di meja kantor

      Dari keterangan kepolisian unit reskrim Polsek Cikarang Pusat bahwa korban gantung diri

      Ya security tersebut bunuh diri, untuk lainya kasus di tangani Reskrim Polres Metro Bekasi”, ucap Iptu Akhmad Surbakti Kanit Reskrim Polsek Cikarang Pusat.

      Polisi masih mencari keterangan lain dari saksi dan pihak bank. Polisi juga menyita rekaman cctv bank dan buki lainnya

      namun ditemukan yang baru terlihat di duga kotak brangkas uang terlihat berantakan ada unit 1 grinda dan obeng warna orange terletak disana

      Sehinga media meminta penegak hukum polres metro bekasi untuk buat menyidik tentang kejadian tersebut sebab tewasnya security Bank BRI tersebut secara mendalam dan di umumkan di publik lewat press rilis yang di gelar di polres metro bekasi

      Red

    • Oknum Pegawai BRI Kedung Halang Kota Bogor Diduga Nilep Duit Rp7,8 Miliar

      Oknum Pegawai BRI Kedung Halang Kota Bogor Diduga Nilep Duit Rp7,8 Miliar

      Mediapasti.com – Bogor- Seorang pegawai Bank Rakyat Indoneisa (BRI) Cabang Kedung Halang, Kota Bogor, berinisial RL harus berurusan dengan penegak hukum.

      Oknum pegawai BRI ini diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi dengan modus kredit fiktif.

      Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Febby Gumilang menjelaskan RL sebelumnya menjabat sebagai Relationship Manager (Mantri) BRI Cabang Kedung Halang.

      Dengan jabatan yang strategis itu RL disebut mengajukan pinjaman melebihi jumlah yang disepakati nasabah tanpa sepengetahuan mereka.

      Uang sisa pinjaman di BRI itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi.

      “Misalnya nasabah pinjamnya Rp100 juta, tapi dia lapor ke BRI sebanyak Rp200 juta atau Rp300 juta jadi dilebihkan. Sisanya itu untuk kepentingan dia sendiri,” beber Febby.

      RL ditetapkan sebagai tersangka setelah beberapa kali mangkir dari pemanggilan penyidik.

      Ia akhirnya dijemput paksa pada Kamis 7 Agustus 2025 dan langsung ditahan di Rutan Paledang untuk 20 hari ke depan.

      Modus ini berlangsung sejak 2024 dan melibatkan banyak nasabah. Berdasarkan penyelidikan awal, sedikitnya 40 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.

      Audit resmi masih menunggu, namun dugaan awal menyebut kerugian negara mencapai Rp7,8 miliar

      Seluruh aset RL kini tengah ditelusuri untuk kepentingan pengembalian kerugian tersebut.

      “Tadi kita mengambil si tersangka ini di rumahnya. Jadi rumahnya ada dua sesuai domisili dan sesuai dengan alamat tinggal. Alamat tinggal dia di Sentul,” papar Febby

      Red

    • Eks Pegawai BRI Batulicin Diduga Korupsi Nikmati Duit untuk Crypto dan Judol

      Eks Pegawai BRI Batulicin Diduga Korupsi Nikmati Duit untuk Crypto dan Judol

      Mediapasti.com – Banjarmasin – pelangaran kasus Korupsi di Diduga di lakukan oleh eks pegawai Bank BRI yang masih di dalami pemeriksaan oleh tim kejaksaan ,dugaan tersangka yang bernama Faisal Mukti dan Ahmad Maulana nekat bersekongkol melakukan 38 transaksi fiktif di bank tempat mereka bekerja, hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar lebih. Mirisnya duit hasil korupsi itu digunakan untuk gaya hidup, bermain Crypto dan judi online (judol).

      Mukti dan Maulana adalah dua oknum mantan pegawai bank BRI cabang Batulicin unit Senakin, yang berlokasi di Desa Geronggang, Kelumpang Tengah, Kotabaru. 

      Eks kepala unit dan teller bank BRI Unit Senakin itu menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan secara terpisah dipimpin Cahyono Reza Adrianto selaku ketua majelis hakim di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Kamis (11/9).

      Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU dari Kejaksaan Negeri Kotabaru, bahwa kejahatan yang dilakukan para terdakwa berupa melakukan 38 transaksi fiktif hingga menimbulkan kerugian negara Rp2,5 miliar lebih. Praktik culas itu mereka lakukan dalam kurun waktu tiga bulan, dari Agustus – Oktober 2023.

      Adapun nilai 38 transaksi fiktif bervariatif dari puluhan hingga ratusan juta. “Jadi memang peruntukan transaksi fiktif ini untuk gaya hidup. Untuk crypto juga judi online,” ujar JPU M Rafi Eka Putra usai sidang pembacaan dakwaan.

      Terdakwa Mukti yang saat itu menjabat sebagai kepala unit harusnya menjaga kerahasiaan password untuk memastikan tak terjadi penyalahgunaan transaksi. Tapi malah sebaliknya, Mukti membocorkan user id beserta password sehingga Mualian dapat melakukan validasi secara langsung terhadap penginputan data setor tunai pada aplikasi New Delivery System (NDS).

      “Modusnya setor tunai tapi tak ada uang fisik. Semantara teller bertugas menginput, tapi ketika menginput itu harus ada validasi dari kepala unit. tapi karena kebocoran password dan user id jadi bisa melakukan hal itu. Sehingga akibat kejadian ini terjadilah kerugian Rp2,5 miliar,” jelas Rafi.

      Terdakwa Mukti dan Maulana rupanya cukup lihai dalam memanipulasi laporan transaksi keuangan. Pasalnya mereka sempat beberapa kali lolos saat pemeriksaan internal oleh pihak bank. Meski demikian, akhirnya praktik culas tersebut terbongkar.

      “Awalnya tak ketahuan, karena terdakwa ketika ada pengecekan pihak bank sama dia diakalain pakai uang orang dimasukin, sehingga ketika dicek aman. Tapi karena mungkin sudah kelamaan capek juga, akhirnya mengakui perbuatannya,” beber Rafi.

      Selain itu, untuk terdakwa Maulana memang tak mendapat upah dalam persekongkolan tersebut, hanya saja dia berhasil mendapatkan user id beserta password dari Mukti. Bermodal id dan password itulah Maulana berhasil melakukan penarikan uang tunai dari rekening nasabah sebanyak delapan kali senilai Rp319 juta.

      Lebih jauh Rafi menjelaskan, dalam perkara ini kedua terdakwa juga sudah ada melakukan pengembalian uang dari hasil korupsi yang mereka lakukan. Untuk Mukti telah mengembalikan sebesar Rp970 juta, sementara Maulana sebesar Rp172 juta.

      Atas perbuatannya Mukti dan Maulana didakwa telah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer. 

      “Mungkin ada 10 saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan perkara ini nanti,” pungkas Rafi.