• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Sahid Nur Aulia – Laman 5 – Mediapasti.com

    Penulis: Sahid Nur Aulia

    • Wacana Kenaikan Tarif Ojol 15% Dinilai Berbahaya, Ini Analisis Para Pakar

      Wacana Kenaikan Tarif Ojol 15% Dinilai Berbahaya, Ini Analisis Para Pakar

      Mediapasti.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengusulkan kenaikan tarif ojek online (ojol) hingga 15 persen.

      Wacana ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada Senin (30/6/2025).

      Ia menyebut bahwa kajian teknis telah rampung dan aturan baru akan segera diterbitkan.

      “Kami sudah final dalam pengkajian tarif, khususnya untuk kendaraan roda dua. Kenaikan bervariasi, ada yang mencapai 15 persen tergantung zona wilayah,” kata Aan.

      Kenaikan ini disebut telah disetujui oleh aplikator seperti Gojek dan Grab, namun pemerintah masih akan memanggil pihak-pihak terkait sebelum regulasi resmi diluncurkan.

      Skema Tarif Ojol Berdasarkan Zona

      Tarif ojol saat ini masih mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 564/2022 dan terbagi menjadi tiga zona:

      • Zona I: Sumatra, Jawa (kecuali Jabodetabek), dan Bali – tarif Rp1.850–Rp2.300/km
      • Zona II: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi – tarif Rp2.600–Rp2.700/km
      • Zona III: Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua – tarif Rp2.100–Rp2.600/km

      Ketiga zona tersebut belum mengalami perubahan tarif sejak tiga tahun terakhir.

      Kenaikan Tarif Dinilai Tidak Tepat Waktu

      Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai kenaikan tarif ojol justru berisiko meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

      “Alih-alih meningkatkan kesejahteraan driver, tarif tinggi justru bisa membuat penumpang beralih ke transportasi umum. Order driver bisa turun drastis,” ujarnya.

      Ia menilai, langkah yang lebih tepat adalah menurunkan potongan komisi dari aplikator yang saat ini mencapai 20 persen, bukan menaikkan tarif kepada konsumen.

      Timboel juga memperingatkan bahwa kenaikan tarif ojol berpotensi menurunkan jumlah perjalanan, yang berdampak pada pendapatan driver dan penerimaan negara dari pajak digital.

      “Solusinya bukan di tarif, tapi perlindungan driver dan keberanian pemerintah menekan aplikator,” tegasnya.

      Kenaikan Tak Berarti Signifikan

      Peneliti dari Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Muhammad Anwar, memaparkan simulasi pendapatan pengemudi pasca kenaikan tarif:

      • Sebelum kenaikan (Rp2.500/km): pendapatan bersih Rp100.000/hari
      • Setelah kenaikan 8%–15%: pendapatan bersih naik menjadi Rp108.000–Rp115.000/hari

      Namun, menurutnya, kenaikan tersebut sangat kecil dibandingkan lonjakan biaya hidup dan potongan aplikator yang tidak berubah.

      Kebijakan kenaikan tarif justru dianggap menguntungkan aplikator seperti Gojek, Grab, dan Maxim.

      Mereka bisa meraup pendapatan lebih besar dari komisi tiap perjalanan, tanpa harus menaikkan gaji atau mengubah sistem insentif driver.

      “Ini bentuk pengalihan beban dari aplikator ke konsumen, bukan solusi nyata bagi pengemudi,” kata Anwar.

      Kenaikan tarif dikhawatirkan akan memukul masyarakat yang sangat bergantung pada ojol.

      Di sisi lain, transportasi publik di Indonesia belum menjangkau banyak kawasan permukiman, belum nyaman, dan belum sepenuhnya terintegrasi.

      Status Hukum Driver Ojol Masih Abu-abu

      Pakar ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak menyoroti urgensi untuk memperjelas hubungan kerja antara driver dan aplikator, apakah sebagai mitra atau karyawan.

      “Jika mitra, pemerintah harus menegaskan hak-haknya. Jika pekerja, maka aplikator wajib memberi BPJS dan THR,” tegasnya.

      Ia menganggap kenaikan tarif tak akan menyelesaikan masalah struktural yang lebih dalam terkait status dan perlindungan kerja ojol.

      Pendapat Kontra dan Pro

      Guru Besar Hukum Perburuhan Universitas Trisakti, Aloysius Uwiyono, menyatakan bahwa kenaikan tarif sah-sah saja jika untuk meningkatkan penghasilan driver, meski belum tentu berdampak signifikan terhadap kesejahteraan.

      Ia menegaskan, selama hubungan driver dan aplikator bersifat privat, maka intervensi pemerintah terbatas pada mediasi, bukan pemaksaan.

      Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyarankan agar kenaikan tarif dilakukan secara berkala dan berbasis formula.

      Ia menyebut formula tersebut harus memasukkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai acuan.

      “Dengan inflasi 2,5% dan pertumbuhan ekonomi 4,8% pada 2025, tarif ideal naik sekitar 7,3%,” jelasnya.

      Ia menambahkan bahwa penumpang dapat menerima kenaikan jika dilakukan secara transparan, masuk akal, dan tidak mendadak.

    • Trump Umumkan Israel Setuju Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Desak Hamas Segera Terima

      Trump Umumkan Israel Setuju Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Desak Hamas Segera Terima

      Mediapasti.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui syarat-syarat gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza.

      Dalam pernyataan tegasnya, Trump mendesak kelompok Hamas untuk segera menerima kesepakatan tersebut sebelum situasi semakin memburuk.

      Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih pada Senin (7/7/2025).

      Trump mengatakan, negosiasi antara timnya dan perwakilan Israel telah mencapai kemajuan signifikan terkait penghentian sementara konflik dan pertukaran sandera.

      “Perwakilan saya telah melakukan pertemuan panjang dan produktif dengan pihak Israel hari ini mengenai Gaza. Israel telah menyetujui syarat-syarat untuk memfinalisasi gencatan senjata selama 60 hari. Selama periode ini, kami akan bekerja dengan semua pihak untuk mengakhiri perang,” tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (1/7/2025) waktu setempat.

      Qatar dan Mesir Jadi Mediator Utama

      Trump juga mengonfirmasi bahwa Qatar dan Mesir akan bertindak sebagai perantara utama dalam menyampaikan usulan final kepada Hamas.

      Kedua negara sebelumnya memang memiliki jalur komunikasi terbuka dengan kelompok tersebut dan telah berperan dalam negosiasi sebelumnya.

      “Saya berharap, demi masa depan Timur Tengah, Hamas menerima kesepakatan ini. Jika tidak, keadaan hanya akan menjadi lebih buruk,” tegas Trump dengan gaya khasnya menggunakan huruf kapital.

      Netanyahu Hadapi Tekanan Politik Internal

      Di sisi lain, Perdana Menteri Netanyahu sedang menghadapi tekanan politik yang meningkat di dalam negeri.

      Faksi sayap kanan dalam koalisi pemerintahannya menentang segala bentuk gencatan senjata, sementara keluarga para sandera mendesak agar kesepakatan segera tercapai demi keselamatan orang-orang yang masih ditahan di Gaza.

      Pertemuan mendatang antara Trump dan Netanyahu diperkirakan akan membahas secara rinci mekanisme gencatan senjata, peta jalan menuju perdamaian jangka panjang, dan pengaturan keamanan selama masa jeda konflik.

    • Bocah Jatuh dari Bus di Tol JORR Joglo, Diselamatkan Pengemudi: Bus Diduga Milik Mabes AD

      Bocah Jatuh dari Bus di Tol JORR Joglo, Diselamatkan Pengemudi: Bus Diduga Milik Mabes AD

      Mediapasti.com – Seorang bocah laki-laki terjatuh dari sebuah bus di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), tepatnya di wilayah Joglo, Jakarta Barat, pada Senin (30/6/2025) sekitar pukul 16.59 WIB.

      Kejadian ini terekam jelas melalui kamera dasbor (dashcam) milik salah satu mobil yang berada di belakang bus.

      Dalam rekaman tersebut, terlihat lalu lintas tengah padat merayap.

      Saat kendaraan melaju pelan, tiba-tiba seorang bocah terjatuh dari sisi kanan bus dan langsung terbaring di atas aspal jalur paling kanan jalan tol.

      Aksi Heroik Pengemudi yang Menolong Bocah

      Pengemudi mobil yang berada di belakang bus itu langsung sigap menghentikan kendaraannya, turun dari mobil, dan segera menggendong bocah tersebut ke dalam mobilnya untuk menyelamatkannya dari risiko tertabrak kendaraan lain.

      Tak berhenti sampai di situ, pengemudi tersebut juga mengejar bus yang ditumpangi bocah itu.

      Sekitar dua kilometer kemudian, bus berhasil ditemukan sedang berhenti di pinggir jalan tol.

      Bus Bertuliskan ‘Mabes AD’, Identitas Bocah Masih Diselidiki

      Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya, AKBP Dhanar Dono, membenarkan insiden tersebut.

      Ia menyebut bahwa pihaknya tengah menelusuri lebih lanjut identitas bocah dan pengemudi bus.

      “Kami telah melakukan pengecekan di TKP, memeriksa kendaraan dan pengemudi, serta berkoordinasi dengan Danton Rantis Mabes AD,” ujar Dhanar dalam keterangannya pada Selasa (1/7/2025).

      Diketahui, bus tersebut bertuliskan ‘Mabes AD’, namun belum dapat dipastikan apakah kendaraan tersebut benar-benar merupakan bagian dari operasional TNI AD atau hanya sekadar bertuliskan demikian.

      Klarifikasi dari Pihak TNI AD Masih Ditunggu

      Redaksi juga telah menghubungi Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Wahyu Yudhayana, guna meminta klarifikasi terkait kepemilikan dan penggunaan bus yang dimaksud.

      Namun hingga kini, pihak TNI AD belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

      Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai kondisi terakhir bocah tersebut usai kejadian.

      Publik pun berharap bocah tersebut dalam kondisi selamat dan segera mendapatkan penanganan medis maupun perlindungan lebih lanjut.