UST ABDUL SOMAD MENGECAM KERAS ATAS PEMGHINAAN PRESIDEN PRANCIS TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW

You are currently viewing UST ABDUL SOMAD MENGECAM KERAS ATAS PEMGHINAAN PRESIDEN PRANCIS TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW

MEDIAPASTI.COM , JAKARTA , Menurut UAS, dalam sepekan terakhir umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya Timur Tengah merespon kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW

musuh bersama kita adalah kejahatan terstruktur, mengejek, mengejek, mengolok umat Islam,” kata UAS isu Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri dan Medianya yang menghina Islam.

Reaksi ust abdul somad ketika penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam postingan UAS yang berjudul “Al Azhar Tegas Tolak Negosiasi Prancis”, dia mengumumkan jika Imam Besar Al Azhar itu menolak bantuan Dubes Prancis.

Ini isinya:

Dubes Perancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis

Namun beliau menolak dan menjawab, “Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf.”

Kata Syaikh Ali Jumah, “Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya.”

Presiden Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk membela nilai-nilai sekuler Prancis dan menyebut agama islam dalam krisis yang memicu perdebatan.

Menyadur Al Jazeera, Presiden Macron menyampaikan gagasan tersebut dalam pidatonya pada hari Jumat (2/10) dengan menegaskan tidak ada konsesi yang akan dibuat dalam upaya baru untuk mendorong agama keluar dari pendidikan dan sektor publik di Prancis.

“Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami,” katanya

Dia mengumumkan bahwa pemerintah akan mengajukan RUU pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Langkah-langkah tersebut, kata Macron, ditujukan untuk mengatasi masalah tumbuhnya radikalisasi di Prancis dan meningkatkan kemampuan untuk hidup bersama.( Ramzan )

Tinggalkan Balasan