Peringatan Keras Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo Tegaskan Terapkan Prokes

You are currently viewing Peringatan Keras Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo Tegaskan Terapkan Prokes

MediaPasti.Com , JAKARTA Rabu, 2 Desember 2020 Presiden Joko Widodo saat meresmikan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 tahun 2020 yang digelar secara virtual, Rabu (28/10/2020)

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dalam 1 minggu terakhir terjadi kenaikan kasus virus corona yang cukup besar yakni 19,8 persen.

Pada minggu lalu, kasus Covid-19 mencapai 30.555. Sementara, di minggu ini ada 36.600 kasus virus corona.

“Provinsi Jawa Timur masih bertahan menjadi provinsi dengan kasus tertinggi dalam dua pekan terakhir. Selain itu pada minggu ini, provinsi Jawa Tengah kembali masuk ke jajaran provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Tak hanya itu, Wiku mengungkap, angka kematian pasien Covid-19 mengalami kenaikan hingga 35,6 persen pada pekan ini.

Pada minggu lalu, angka kematian mencapai 626 kasus. Jumlah ini bertambah menjadi 835 kasus pada pekan ini.

Jawa Tengah disebut sebagai provinsi yang mencatatkan peningkatan kasus kematian Covid-19 tertinggi mencapai 134,1 persen.

“Dalam waktu satu minggu naik 134,1 persen dari 82 sampai dengan menjadi 192,” ujar Wiku.

Setelah Jawa Tengah, kenaikan angka kematian tertinggi terjadi di Jawa Timur. Di provinsi ini, kasus kematian pasien Covid-19 naik 67,2 persen, dari 134 menjadi 224 kasus.

Selanjutnya, Banten naik 17 kali lipat dari 0 menjadi 17 kasus, Kalimantan Timur naik 8 kali lipat dari 2 menjadi 18 kasus, lalu Kepulauan Riau naik 4 kali lipat dari 3 menjadi 15 kasus.

Wiku menyebut bahwa angka ini menunjukkan hal negatif yang perlu diperhatikan seluruh pihak

“Ini tentunya bukan prestasi yang baik. Kenaikan angka kematian menunjukkan bahwa treatment kepada mereka yang positif Covid-19 di fasilitas kesehatan masih belum memadai,” ujarnya.

Baca Juga :   Disdukcapil Kabupaten Bekasi Mulai Terapkan Layanan Kependudukan Secara Daring

Wiku pun mengaku prihatin karena pada 29 November penambahan kasus Covid-19 melebihi angka 6.000.

Menurut dia, melonjaknya kasus Covid-19 seharusnya menjadi perhatian seluruh masyarakat tanpa kecuali.

Tingginya angka kasus positif, kata Wiku, merupakan cerminan meningkatnya penularan.

Kasus aktif Covid-19 yang tinggi juga berpotensi meningkatkan multiplier effect yakni penularan yang lebih tinggi.

“Saya di sini minta masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Kami di sini memahami bahwa masyarakat sudah mulai lelah menghadapi pandemi ini, akan tetapi kita tidak boleh kalah,” kata Wiku.

“Covid-19 belum berakhir artinya masih ada acara lainnya untuk tetap produktif dengan kebiasan baru yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak di manapun kita berada,” tuturnya.(HENDRA/MARDANI LUBIS/TAPSIR)

Tinggalkan Balasan