• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Liga Italia – Laman 4 – Mediapasti.com

    Kategori: Liga Italia

    • AC Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Setelah Ditahan Feyenoord

      AC Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Setelah Ditahan Feyenoord

      Mediapasti.com – AC Milan harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Feyenoord di leg kedua babak 16 besar.

      Hasil ini membuat Rossoneri tersingkir dengan agregat 1-2 dari wakil Belanda tersebut.

      Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, mengakui bahwa kegagalan timnya melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa ini adalah sebuah kemunduran besar.

      “Ini jelas sebuah kegagalan. Kami ingin mencapai babak 16 besar,” ujar Conceicao dalam konferensi pers pasca-pertandingan, dikutip dari Football Italia, Rabu (20/2/2025).

      Jalannya Pertandingan: Kartu Merah Theo Hernandez Jadi Titik Balik

      Pertandingan di San Siro dimulai dengan sangat baik bagi AC Milan.

      Santiago Gimenez mencetak gol cepat saat laga baru berjalan di bawah satu menit, memberi harapan bagi tuan rumah untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan 0-1 di leg pertama.

      Namun, harapan Milan mulai goyah di babak kedua setelah Theo Hernandez mendapatkan kartu merah pada menit ke-51.

      Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Feyenoord.

      Mereka akhirnya menyamakan kedudukan melalui Julian Carranza pada menit ke-73, yang memastikan skor tetap 1-1 hingga akhir laga.

      Hasil ini membuat Milan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Liga Champions.

      Sergio Conceicao: “Saya yang Bertanggung Jawab, Bukan Theo”

      Ketika ditanya soal kartu merah Theo Hernandez yang menjadi titik balik laga, Conceicao menegaskan bahwa ia tidak ingin menyalahkan pemainnya secara individu.

      “Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo. Kami akan membahasnya secara internal di ruang ganti. Theo telah memberikan banyak hal kepada Milan, dan saya juga telah melakukan banyak kesalahan dalam karier saya.”

      Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Conceicao yang baru menangani AC Milan selama dua setengah bulan terakhir.

      Sejak kedatangannya, Milan mengalami tiga kekalahan, termasuk melawan Juventus dan Dinamo Zagreb.

      Evaluasi Conceicao: Milan Masih dalam Proses Adaptasi

      Meskipun gagal di Liga Champions, Conceicao menegaskan bahwa Milan masih dalam tahap pembangunan kembali dan menghadapi banyak tantangan, termasuk cedera pemain yang menghambat konsistensi tim.

      “Saya baru berada di sini sekitar satu setengah bulan, tetapi dibandingkan dengan pelatih yang sudah di sini bertahun-tahun. Kami belum bisa bekerja dengan skuad penuh. Namun, kami memenangkan satu-satunya trofi yang bisa kami menangkan, berada di semifinal Coppa Italia, dan sejak saya datang, kami telah mengumpulkan 14 poin di Serie A, sementara Napoli hanya 15 poin.”

      Fokus ke Serie A dan Coppa Italia

      Setelah tersingkir dari Liga Champions, AC Milan kini harus segera mengalihkan fokus ke Serie A dan Coppa Italia.

      Mereka akan menjalani laga penting melawan Torino di Stadion Olimpico Turin pada Minggu (23/2/2025) pukul 00.00 WIB.

      “Sekarang kami harus fokus menghadapi Torino, lalu pertandingan berikutnya, dan berikutnya. Kami juga masih berjuang di Coppa Italia,” tutup Conceicao.

      Dengan tekanan yang semakin besar, AC Milan harus segera bangkit jika ingin menyelamatkan musim mereka.

    • Juventus Tersingkir dari Liga Champions Setelah Kekalahan Dramatis dari PSV Eindhoven

      Juventus Tersingkir dari Liga Champions Setelah Kekalahan Dramatis dari PSV Eindhoven

      Mediapasti.com – Juventus harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah kalah 1-3 dari PSV Eindhoven pada leg kedua play-off 16 besar yang berlangsung hingga perpanjangan waktu.

      Hasil ini membuat agregat menjadi 3-4, memaksa Si Nyonya Tua tersingkir dari kompetisi elit Eropa.

      Jalannya Pertandingan

      Pertandingan yang digelar di Stadion Philips pada Kamis (20/2/2025) dini hari WIB ini berlangsung sengit. Setelah kemenangan 2-1 Juventus di leg pertama, kedua tim tampil dengan determinasi tinggi.

      Babak Pertama

      Babak pertama berjalan tanpa gol meskipun kedua tim saling menyerang.

      PSV lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 60% dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun pertahanan Juventus masih solid.

      Babak Kedua

      Kebuntuan pecah pada menit ke-53 ketika Ivan Perisic membawa PSV unggul 1-0 melalui tembakan dari sisi kotak penalti yang mengarah ke tiang jauh.

      Juventus merespons cepat; Timothy Weah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-63 setelah menerima umpan matang di depan kotak penalti.

      Namun, PSV kembali memimpin pada menit ke-74 melalui gol Ismael Saibari, memanfaatkan umpan silang Perisic yang menciptakan kemelut di depan gawang.

      Skor 2-1 untuk keunggulan PSV bertahan hingga waktu normal usai, membuat agregat menjadi imbang 3-3 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

      Perpanjangan Waktu

      Pada menit ke-98, Ryan Flamingo mencetak gol penentu kemenangan bagi PSV setelah memanfaatkan kesalahan kiper Juventus, Michele Di Gregorio, yang gagal menangkap bola dengan sempurna.

      Gol ini memastikan kemenangan 3-1 bagi PSV dan mengantarkan mereka ke babak 16 besar dengan agregat 4-3.

      Kekalahan ini menambah derita bagi sepak bola Italia, mengingat sebelumnya AC Milan dan Atalanta juga tersingkir dari kompetisi yang sama.

      Juventus, di bawah asuhan Thiago Motta, kini menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki performa mereka di kompetisi domestik dan Eropa.

      Susunan Pemain

      PSV Eindhoven:

      • Benitez; Ledezma (Malacia 78′), Flamingo, Boscagli, Mauro Jr; Veerman, Schouten (Til 73′), Saibari; Perisic (Bakayoko 85′), Lang, De Jong.

      Juventus:

      • Di Gregorio; Weah, Gatti, Renato Veiga (Cambiaso 12′) (Mbangula 91′), Kelly; Koopmeiners (Savona 77′), Locatelli (Thuram 77′); Conceicao (Yildiz 77′), McKennie, Gonzalez; Kolo Muani (Vlahovic 90′).

      Dengan hasil ini, PSV melaju ke babak 16 besar Liga Champions, sementara Juventus harus fokus pada perbaikan di kompetisi domestik dan mempersiapkan diri untuk musim depan.

    • Drama Rossoneri: AC Milan Kembali Jadi Juara Piala Super Italia Usai Kalahkan Nerazzurri 3-2

      Drama Rossoneri: AC Milan Kembali Jadi Juara Piala Super Italia Usai Kalahkan Nerazzurri 3-2

      Mediapasti.com – AC Milan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Inter Milan dalam final Piala Super Italia 2025 yang berlangsung di Al-Awwal Park, Riyadh, pada Selasa (7/1/2025) dini hari WIB.

      Kemenangan ini menandai gelar kedelapan Milan di kompetisi tersebut, menyamai rekor Inter Milan.

      Jalannya Pertandingan

      Pertandingan dimulai dengan Inter Milan yang tampil dominan.

      Lautaro Martinez membuka keunggulan pada menit ke-45+1, memanfaatkan umpan matang dari Mehdi Taremi.

      Tertinggal satu gol, Milan berusaha bangkit, namun peluang Tijjani Reijnders pada menit ke-10 masih melebar tipis di sisi gawang Inter.

      Babak kedua dimulai dengan Inter yang memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-48 melalui gol Taremi. Namun, Milan tidak menyerah.

      Theo Hernandez memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-52 lewat tendangan bebas yang indah.

      Christian Pulisic hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-61, namun sundulannya masih belum tepat sasaran.

      Milan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-80.

      Pulisic mencetak gol setelah menerima umpan tarik mendatar dari Theo Hernandez. Drama terjadi di injury time, saat Tammy Abraham menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan pada menit ke-90+2, memanfaatkan umpan tarik dari Rafael Leao.

      Kemenangan ini juga menjadi debut manis bagi pelatih baru AC Milan, Sergio Conceição, yang berhasil meraih trofi dalam pertandingan keduanya sebagai pelatih Rossoneri.

      Dengan hasil ini, AC Milan tidak hanya meraih gelar kedelapan mereka di Piala Super Italia, tetapi juga menghentikan dominasi Inter Milan yang sebelumnya memenangkan tiga edisi berturut-turut.

      Susunan pemain

      Inter Milan: Sommer; Bisseck, De Vrij, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Taremi, Lautaro Martinez.

      AC Milan: Maignan; Emerson Royal, Tomori, Thiaw, Theo; Musah, Fofana; Jimenez, Reijnders, Pulisic; Morata.

      Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental dan semangat juang tinggi dari AC Milan, yang mampu membalikkan keadaan meskipun tertinggal dua gol dari rival sekotanya.

      Dengan performa impresif ini, Milan menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.