Geger Penemuan Mayat Wanita Muda di Dalam Boks Kontainer di Medan

Geger Penemuan Mayat Wanita Muda di Dalam Boks Kontainer di Medan
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Warga di Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, digegerkan oleh penemuan jasad seorang perempuan muda di dalam sebuah boks kontainer plastik pada Selasa (10/3/2026). Penemuan tersebut sontak membuat warga sekitar terkejut, terlebih setelah diketahui bahwa isi boks yang semula dikira bangkai hewan ternyata adalah tubuh manusia.

Belakangan, identitas korban berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Korban diketahui bernama Rahmadani Siagian (20), seorang perantau asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang baru beberapa waktu terakhir tinggal dan bekerja di Kota Medan.

Penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah boks kontainer plastik berwarna putih dengan tutup biru yang diletakkan di bawah pohon pisang di ujung permukiman warga.

Awalnya, warga menduga isi boks hanyalah bangkai babi yang dibuang seseorang. Namun, setelah beberapa warga memberanikan diri membuka tutup kontainer tersebut, mereka terkejut saat menemukan tubuh manusia yang terbungkus karung dan kain.

Suardin, salah satu saksi mata, menceritakan momen saat warga menyadari bahwa boks tersebut berisi jasad manusia. “Awalnya kami kira bangkai babi. Setelah dicek, ternyata manusia. Kami semua kaget,” katanya.

Peristiwa tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak lama kemudian, petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Kondisi Jasad Korban

Pihak kepolisian memastikan bahwa jasad perempuan yang ditemukan di dalam boks tersebut tidak dalam kondisi dimutilasi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menjelaskan bahwa tubuh korban masih dalam keadaan utuh saat ditemukan.

“Tidak ada mutilasi, mayat masih dalam kondisi utuh,” ujar Bayu.

Meski demikian, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam yang diduga akibat tindak penganiayaan sebelum korban meninggal dunia.

“Memang ada dugaan tindakan penganiayaan, tetapi kami tidak bisa berspekulasi. Kami masih berkoordinasi dengan dokter forensik untuk mendalami lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia di sebuah kamar hotel dalam kondisi tidak mengenakan pakaian. Setelah itu, tubuh korban diikat menggunakan kain sprei hotel, kemudian dibungkus dengan karung goni sebelum dimasukkan ke dalam kontainer plastik.

“Ada sebagian karung, ada juga kain yang digunakan untuk membungkus lalu dimasukkan ke dalam boks,” ungkap Bayu.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi jasad saat ditemukan masih tergolong baru meninggal dunia.

“Tubuhnya masih belum kaku, sehingga diduga korban baru saja meninggal. Kami segera melakukan proses visum,” tambahnya.

Kehidupan Korban Sebelum Tragedi

Rahmadani, yang akrab disapa Rahma, diketahui bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan. Selama merantau, ia tinggal bersama orangtua sambung serta saudara tirinya.

Rahmadani Siagian, korban pembunuhan yang ditemukan di dalam boks kontainer plastik, di Jalan Menteng 7, Kecamatan Medan Denai, Selasa (10/3/2026).

Menurut keterangan keluarga, Rahma sudah dua hari tidak masuk kerja tanpa kabar. Kondisi itu membuat pihak tempatnya bekerja merasa khawatir dan mencoba menghubungi nomor telepon korban, namun tidak aktif.

Karena tak mendapat respons, atasan Rahma kemudian menghubungi keluarga korban di kampung halaman. Kabar duka akhirnya diterima keluarga pada Selasa sore setelah polisi memastikan identitas jenazah.

Nurma Siagian, salah satu kerabat korban, mengaku sangat terkejut ketika mengetahui Rahma ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

“Selama di Medan dia kerja di toko ponsel. Kami baru dapat kabar sore ini, dan sangat syok,” ujarnya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

[custom-twitter-feeds feed=1]

Tag Berita