Keputusan mengejutkan dari CAF yang mencabut gelar juara yang diraih Senegal dan menyerahkannya kepada Maroko.
Senegal tidak lagi menjadi juara Afrika yang sedang memegang gelar. Kemenangan di Piala Afrika yang diraih pada awal 2026 tak terhindarkan memicu kontroversi demi kontroversi, dan kini, melalui keputusan yang akan mencatat sejarah, Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah memutuskan untuk mencabut gelar yang diraih di lapangan oleh Mané dan rekan-rekannya, serta menyerahkannya kepada Maroko, yang saat itu dikalahkan pada babak perpanjangan waktu dalam final yang kontroversial tersebut.
Pertandingan final yang kontroversial karena cara Senegal meraih kemenangan 1-0 pada babak perpanjangan waktu.
Pada menit-menit akhir pertandingan, tim Senegal melakukan protes keras. Awalnya mereka mengeluh karena penalti tidak diberikan, lalu meluapkan kemarahan atas intervensi VAR yang justru memberikan penalti untuk Maroko atas kontak yang sangat mirip.
Senegal, kecuali Mané, meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes selama lebih dari 20 menit dan kemudian, setelah dibujuk oleh kapten mereka, memutuskan untuk kembali ke lapangan untuk mengeksekusi tendangan penalti yang telah disebutkan tadi. Dari titik penalti, Brahim Diaz mencoba tendangan chip yang berhasil ditepis oleh Mendy, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Di babak perpanjangan waktu, Mané mencetak gol yang membawa trofi bagi Singa Teranga, yang menang 1-0 di Maroko.
Namun, Komisi Banding CAF hari ini kembali meninjau pertandingan tersebut dan mengambil keputusan terkait banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Maroko setelah pertandingan usai. Komisi tersebut menegaskan bahwa pertandingan tidak berakhir dengan skor 1-0 untuk Senegal setelah perpanjangan waktu, melainkan 3-0 untuk Maroko, dengan Senegal dinyatakan kalah secara otomatis.
Berikut pernyataan resminya: “Tim nasional Senegal dinyatakan kalah walkover pada final Piala Afrika (CAF) Maroko 2025, yang hasilnya dicatat sebagai 3-0 untuk Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko”.
ALASAN: “PASAL 82 DAN 84 TELAH DILANGGAR”
Menurut pernyataan CAF, tim nasional Senegal telah melanggar pasal 82 dan 84 peraturan Piala Afrika. Secara khusus, pasal 82 menetapkan bahwa: “jika sebuah tim menolak untuk bermain atau meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir tanpa izin wasit, tim tersebut akan dinyatakan kalah secara otomatis”.


















