Apa Pengertian dan Peranan KTT G20? Yuk Simak

You are currently viewing Apa Pengertian dan Peranan KTT G20? Yuk Simak

Mediapasti – Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Lantas, apa itu KTT G20? Berikut penjelasannya.

Melansir situs resmi Bank Indonesia, G20 adalah singkatan dari Group of Twenty atau kelompok 20 negara di dunia.

G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang didirikan oleh 20 negara, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.

Pengertian KTT G20

Para negara G20 sepakat mengadakan sejumlah pertemuan setiap tahunnya untuk membahas berbagai rencana kerja sama multilateral mereka.

Pertemuan itu terdiri atas tiga tingkat, yaitu.

Kelompok kerja (working group)

Acara ini dihadiri oleh perwakilan para ahli dari tiap negara anggota.

Tujuan pertemuan atau rapat ini untuk membahas isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen kementerian dan akhirnya KTT.

Pertemuan tingkat menteri dan deputi

Acara ini dihadiri oleh para menteri keuangan, gubernur bank sentral, hingga deputi dari masing-masing negara anggota.

KTT G20 (Leaders’ Summit)

Acara ini dihadiri oleh kepala negara atau kepala pemerintahan dari tiap anggota G20.

Singkatnya, ini merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian pertemuan G20 selama setahun periode presidensi.

Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2022 di Bali. Sebanyak 17 kepala negara/pemerintahan hadir dalam KTT G20 di Bali.

Daftar Negara G20

Negara G20 terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). Para negara anggota G20 ini merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi.

Tak hanya itu, hasil kerja sama para negara ini juga setara dengan 75 persen kerja sama perdagangan global dan 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.

Baca Juga :   Nyaris Punah Burung Manyar Berkembang Biak Di Desa Ciranggon

Berikut daftar negara G20:

  1. Afrika Selatan
  2. Amerika Serikat
  3. Arab Saudi
  4. Argentina
  5. Australia
  6. Brasil
  7. China
  8. India
  9. Indonesia
  10. Inggris
  11. Italia
  12. Jepang
  13. Jerman
  14. Kanada
  15. Meksiko
  16. Prancis
  17. Republik Korea Selatan
  18. Rusia
  19. Turki
  20. Uni Eropa

Sejarah G20

Sebelum ada G20, mulanya tujuh negara telah membentuk kerja sama multilateral, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Kelompok ini disebut sebagai G7.

Namun, muncul kekecewaan komunitas internasional kepada G7 karena dianggap gagal mencari solusi terhadap masalah ekonomi dunia setelah terjadinya krisis ekonomi pada 1998.

Akhirnya, G20 dibentuk pada 1999 dengan menambahkan beberapa negara menengah atau negara berkembang.

Tujuan G20 adalah agar negara maju dan berkembang saling bekerja sama mengatasi dampak krisis yang melanda dunia. Utamanya di Asia, Rusia, dan Amerika Latin.

Peran Nyata G20

Setidaknya terdapat empat peran dari forum internasional G20 ini, sebagai berikut.

Penanganan krisis keuangan global pada 2008

G20 memberi dukungan dalam penanganan krisis keuangan global pada 2008. G20 turut mengubah wajah tata kelola keuangan global dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi dan skala yang besar.

G20 juga mendorong peningkatan kapasitas pinjaman IMF dan berbagai development bank utama. G20 juga mendorong pertumbuhan ekonomi dunia pascakrisis dan reformasi di bidang keuangan.

Kebijakan pajak

G20 mendorong OECD mengeluarkan kebijakan pertukaran informasi terkait pajak, salah satunya Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) pada 2012 yang difinalisasi pada 2015. Saat ini, 139 negara dan yurisdiksi bekerja sama untuk menyetop penghindaran pajak.

Penanganan dampak pandemi Covid-19

Peran G20 dalam penanganan dampak pandemi Covid-19, yaitu penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, injeksi dana penanganan Covid-19 lebih dari US$5 triliun.

Baca Juga :   Viral Insiden Kecelakaan Kerja Proyek PDAM Yang Merenggut Korban Jiwa

Kemudian penurunan/penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis, dan obat-obatan.

Isu lainnya

G20 juga berperan dalam isu kerja sama multilateral lain di dunia, seperti perdagangan, iklim, dan pembangunan. Contohnya, menerapkan prinsip-prinsip kolektif terkait investasi internasional pada 2016.

Kemudian, Paris Agreement on Climate Change pada 2015 dan The 2030 Agenda for Sustainable Development.

Itulah informasi seputar apa itu KTT G20. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan