Kemacetan Panjang Sepanjang 35 Km Terjadi Pada Jalan Menuju Pelabuhan Gilimanuk

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali pada Selasa (17/3/2026). Dudy melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait di Posko Terpadu Gilimanuk untuk membahas soal angkutan lebaran 2026.

Rapat ini dilaksanakan setelah terjadinya kemacetan panjang sejauh 35 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk yang terjadi akhir pekan lalu. Selain soal angkutan lebaran, juga membahas mengenai antisipasi adanya pemudik yang kemungkinan terjebak saat penutupan serangkaian Hari Suci Nyepi pada Kamis (19/3/2026).

Menhub Dudy lantas mengungkap biang kerok macet horor Pelabuhan Gilimanuk adalah kendaraan sumbu tiga yang masih beroperasi selama arus mudik. Padahal sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan operasional pada periode 13-29 Maret.

Untuk itu Dudy mengimbau kepada para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi SKB. Menurut Dudy, sejumlah langkah antisipasi kemacetan sudah dilakukan sebelumnya, seperti buffer zone, mengoperasikan kapal besar, dan juga memberlakukan operasional kapal dengan pola tiba bongkar berangkat (TBB).

Langkah antisipasi ini cukup berhasil mengurangi volume kendaraan pada hari ini. Dari kemacetan sepanjang 22 kilometer kemudian berkurang jadi delapan kilometer.

Disinggung mengenai tak ada kapal besar yang dioperasikan seperti tahun lalu, Dudy mengatakan pihaknya sudah menyiagakan 55 armada kapal dan mengoperasikan 35 armada kapal saat situasi sangat padat sesuai prediksi awal. Namun, yang terjadi justru tak sesuai dengan prakiraan awal lantaran masih ada truk besar yang beroperasi saat arus mudik.

Lebih lanjut, Dudy juga menjawab kemungkinan jika masih ada pemudik yang belum terangkut kapal saat Nyepi. Menurutnya, saat ini yang jadi prioritas utama pemberangkatan adalah kendaraan penumpang seperti mobil dan bus.

Sedangkan kendaraan besar yang tertahan akan ditampung sementara, sedangkan sopir akan diberangkatkan ke Banyuwangi tanpa biaya. Nantinya mereka akan dikembalikan untuk mengambil kendaraan masing-masing.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

[custom-twitter-feeds feed=1]

Tag Berita