PAPUA SELATAN — Insiden tragis terjadi di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIT. Pilot Kapten Enggon dan Kopilot Kapten Baskoro pesawat milik Smart Air dilaporkan tewas setelah ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat pesawat hendak mendarat di Bandara Korowai dari Tanah Merah.
Pesawat tersebut diketahui mengangkut 13 penumpang ketika insiden terjadi. Situasi mendadak mencekam saat tembakan dilepaskan ke arah pesawat dalam proses pendaratan. Akibat serangan itu, kedua awak kokpit dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepala Kepolisian Resor Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan penembakan diterima sekitar pukul 11.00 WIT. “Ia benar ada terjadi penembakan dan kedua korban dilaporkan meninggal dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan bahwa proses evakuasi kru pesawat dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/2). Sebelum evakuasi dilakukan, tim Satgas Damai Cartenz akan terlebih dahulu menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait insiden penembakan tersebut.
“Rencananya evakuasi dilaksanakan Kamis (12/2) setelah Tim Satgas Damai Cartenz tiba di TKP,” kata Faizal.
Hingga kini, aparat belum dapat memastikan kelompok KKB mana yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat tersebut. Dari laporan sementara, kedua jenazah pilot dan kopilot masih berada di kawasan bandara Korowai.
Adapun 13 penumpang yang berada di dalam pesawat yakni Yance Bemonop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Wonda, Kiris (bayi), Dua Lima Kogoya, Inantinus Kahipka, Irfan Kahipka, Samuel Jitmau, Pania Mialim, Topius Kogoya, dan Tialongga Kogoya. Pihak kepolisian menyatakan kondisi para penumpang akan dapat dipastikan setelah tim Satgas Damai Cartenz tiba dan melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan bersenjata di wilayah pedalaman Papua yang mengancam keselamatan masyarakat sipil maupun aparat yang bertugas. Aparat keamanan kini berupaya melakukan penanganan cepat guna memastikan situasi tetap terkendali serta mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian.
















