• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • ac milan – Laman 5 – Mediapasti.com

    Tag: ac milan

    • Theo Hernandez: Pecahkan Rekor Paolo Maldini dan Mantapkan Peran di AC Milan

      Theo Hernandez: Pecahkan Rekor Paolo Maldini dan Mantapkan Peran di AC Milan

      Mediapasti.com – Theo Hernandez telah mencatatkan pencapaian luar biasa bersama AC Milan dengan menjadi bek tersubur dalam sejarah klub, melampaui rekor Paolo Maldini.

      Dalam kemenangan 2-1 atas Como 1907 pada pekan ke-19 Serie A 2024-2025, Hernandez mencetak gol penyeimbang pada menit ke-71, yang merupakan gol ke-30-nya di Serie A untuk AC Milan, melewati rekor Maldini yang mencetak 29 gol.

      Pertandingan tersebut berlangsung dramatis, di mana Milan tertinggal lebih dulu akibat gol Assane Diao pada menit ke-60.

      Namun, hanya 11 menit kemudian, Hernandez berhasil menyamakan kedudukan dengan tendangan voli kaki kiri dari jarak dekat.

      Tak lama berselang, Rafael Leao mencetak gol kemenangan pada menit ke-76, memastikan tiga poin penting bagi I Rossoneri.

      Dengan pencapaian ini, Hernandez menunjukkan peran vitalnya dalam skuad AC Milan. Sejak bergabung pada Juli 2019, ia konsisten memberikan kontribusi signifikan, baik dalam bertahan maupun menyerang.

      Musim ini, dari 16 pertandingan Serie A yang telah dimainkan, ia telah mencetak 3 gol, menegaskan statusnya sebagai salah satu bek kiri terbaik di liga.

      Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, memuji semangat juang timnya dalam membalikkan keadaan, namun juga menekankan perlunya peningkatan konsistensi dalam permainan.

      Ia berharap kemenangan ini menjadi momentum positif bagi tim untuk meraih hasil lebih baik di pertandingan selanjutnya.

      Dengan semangat dan ambisi besar, Theo Hernandez siap membawa AC Milan meraih prestasi lebih tinggi di kompetisi domestik maupun Eropa.

      Konsistensi dan determinasi yang ditunjukkannya menjadi inspirasi bagi rekan-rekan setim dan pendukung setia I Rossoneri.

    • Drama Rossoneri: AC Milan Kembali Jadi Juara Piala Super Italia Usai Kalahkan Nerazzurri 3-2

      Drama Rossoneri: AC Milan Kembali Jadi Juara Piala Super Italia Usai Kalahkan Nerazzurri 3-2

      Mediapasti.com – AC Milan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Inter Milan dalam final Piala Super Italia 2025 yang berlangsung di Al-Awwal Park, Riyadh, pada Selasa (7/1/2025) dini hari WIB.

      Kemenangan ini menandai gelar kedelapan Milan di kompetisi tersebut, menyamai rekor Inter Milan.

      Jalannya Pertandingan

      Pertandingan dimulai dengan Inter Milan yang tampil dominan.

      Lautaro Martinez membuka keunggulan pada menit ke-45+1, memanfaatkan umpan matang dari Mehdi Taremi.

      Tertinggal satu gol, Milan berusaha bangkit, namun peluang Tijjani Reijnders pada menit ke-10 masih melebar tipis di sisi gawang Inter.

      Babak kedua dimulai dengan Inter yang memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-48 melalui gol Taremi. Namun, Milan tidak menyerah.

      Theo Hernandez memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-52 lewat tendangan bebas yang indah.

      Christian Pulisic hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-61, namun sundulannya masih belum tepat sasaran.

      Milan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-80.

      Pulisic mencetak gol setelah menerima umpan tarik mendatar dari Theo Hernandez. Drama terjadi di injury time, saat Tammy Abraham menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan pada menit ke-90+2, memanfaatkan umpan tarik dari Rafael Leao.

      Kemenangan ini juga menjadi debut manis bagi pelatih baru AC Milan, Sergio Conceição, yang berhasil meraih trofi dalam pertandingan keduanya sebagai pelatih Rossoneri.

      Dengan hasil ini, AC Milan tidak hanya meraih gelar kedelapan mereka di Piala Super Italia, tetapi juga menghentikan dominasi Inter Milan yang sebelumnya memenangkan tiga edisi berturut-turut.

      Susunan pemain

      Inter Milan: Sommer; Bisseck, De Vrij, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Taremi, Lautaro Martinez.

      AC Milan: Maignan; Emerson Royal, Tomori, Thiaw, Theo; Musah, Fofana; Jimenez, Reijnders, Pulisic; Morata.

      Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental dan semangat juang tinggi dari AC Milan, yang mampu membalikkan keadaan meskipun tertinggal dua gol dari rival sekotanya.

      Dengan performa impresif ini, Milan menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.

    • Pemain Milan Kecewa, Keputusan Manajemen Ganti Paulo Fonseca Dengan Sergio Conceicao

      Pemain Milan Kecewa, Keputusan Manajemen Ganti Paulo Fonseca Dengan Sergio Conceicao

      Mediapasti.com – Para pemain AC Milan dilaporkan kecewa berat dengan keputusan manajemen klub yang tiba-tiba mendepak Paulo Fonseca dari kursi pelatih di tengah musim 2024/25, padahal tim merasa nyaman dengan kepemimpinannya. Sebagai pengganti, Rossoneri menunjuk Sergio Conceicao, yang dikenal sebagai legenda Inter Milan, rival abadi mereka.

      Bek AC Milan, Matteo Gabbia, secara terbuka mengungkapkan kesedihannya atas keputusan klub tersebut. Dalam wawancara dengan MilanPress, Gabbia menyatakan bahwa pemecatan Fonseca menjadi pukulan telak bagi tim.

      “Di ruang ganti, jujur saja kami belum membahas hal ini secara resmi. Sampai hari ini, saya dan seluruh pemain mendukung sang pelatih,” ujar Gabbia.

      Gabbia juga mengaku kecewa dengan hasil imbang 1-1 melawan AS Roma, yang menjadi salah satu pertandingan terakhir Fonseca sebagai pelatih. “Kami tidak bahagia dengan hasil dari pertandingan itu. Ini menjadi salah satu alasan yang membuat kami merasa situasi ini menyakitkan,” tambahnya.

      Bek Rossoneri itu menegaskan bahwa keputusan untuk mengganti pelatih seharusnya tidak perlu diambil. “Pergantian pelatih adalah bentuk kekalahan bagi kami. Saya merasa bertanggung jawab atas situasi yang kami hadapi. Saya tidak pernah berpikir bahwa tim ini membutuhkan pelatih baru,” jelasnya.

      Gabbia menutup pernyataannya dengan menyerukan persatuan di dalam tim. “Bagi saya, kami harus berusaha lebih baik lagi, bersatu, dan berkonsolidasi. Soal keputusan manajemen, itu bukan ranah saya. Yang bisa saya lakukan adalah fokus pada pertandingan dan memberikan yang terbaik untuk tim,” pungkasnya.

      Pemecatan Fonseca dan penunjukan Conceicao sebagai pengganti kini menjadi sorotan utama di kalangan pendukung Milan, yang berharap keputusan ini tidak mengganggu performa tim dalam sisa musim.