• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • acmilan – Laman 2 – Mediapasti.com

    Tag: acmilan

    • Inter Milan Terus Terpuruk, Kalah 0-1 dari AS Roma di Kandang

      Inter Milan Terus Terpuruk, Kalah 0-1 dari AS Roma di Kandang

      Mediapasti.com – Inter Milan kembali menelan kekalahan dalam laga Liga Italia yang mempertemukan mereka dengan AS Roma pada pekan ke-34 Serie A.

      Kekalahan ini datang empat hari setelah mimpi treble Inter runtuh akibat disingkirkan AC Milan di semifinal Coppa Italia.

      Di Giuseppe Meazza pada Minggu (27/4/2025), Inter berusaha meraih kemenangan untuk mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen, yang kini terancam oleh Napoli.

      Tekanan Berlapis Menghantui Inter Milan

      Inter datang ke laga ini dengan tekanan tinggi setelah Napoli menyamai perolehan poin mereka pekan lalu.

      Kekalahan 0-1 dari Bologna yang diikuti dengan kemenangan Napoli atas Monza membuat Inter harus memenangkan pertandingan ini agar tidak tergeser dari puncak klasemen Serie A.

      Namun, menghadapi AS Roma, yang sedang dalam performa impresif tak terkalahkan dalam 17 laga, bukanlah hal yang mudah.

      Roma, yang dilatih oleh Claudio Ranieri, tampil penuh motivasi karena kemenangan akan mendekatkan mereka ke zona Liga Champions.

      Inter, di sisi lain, juga harus mempersiapkan laga leg pertama semifinal Liga Champions melawan Barcelona pada Rabu (30/4/2025), yang semakin menambah beban mereka.

      Babak Pertama

      Pertandingan dimulai dengan peluang untuk Inter setelah pelanggaran terhadap Lautaro Martinez yang menghasilkan tendangan bebas di menit ke-4. Upaya Federico Dimarco berhasil ditepis oleh kiper Roma, Mile Svilar.

      Tiga menit kemudian, Inter hampir membuka skor lewat gol Marko Arnautovic, namun wasit menganulirnya karena posisi offside.

      Kehilangan Benjamin Pavard yang cedera di pergelangan kaki pada menit ke-15 semakin menyulitkan Inter.

      Roma mulai memberikan ancaman serius pada menit ke-20 melalui peluang Manu Kone yang tembakannya melenceng tipis dari gawang Yann Sommer.

      Dua menit kemudian, Roma berhasil mencetak gol pertama lewat Matias Soule yang memanfaatkan umpan matang dari Lorenzo Pellegrini.

      Babak Kedua

      Setelah kebobolan, Inter tampak panik dan hampir kebobolan lagi di menit ke-25, namun tembakan Bryan Cristante melebar.

      Inter berusaha membalas serangan di babak kedua dengan lebih agresif, namun pertahanan Roma yang solid selalu mampu mematahkan setiap upaya.

      Di menit ke-60, tembakan Tommaso Baldanzi harus diamankan oleh Sommer, dan tiga menit setelahnya, Hakan Calhanoglu mencoba peruntungannya, namun tembakannya melebar.

      Denzel Dumfries hampir mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-66, namun sundulannya berhasil ditepis Svilar.

      Penalti yang Terlewat dan Kegagalan Inter

      Pada menit ke-89, Inter merasa seharusnya mendapat penalti setelah Yann Bisseck ditarik di kotak terlarang, namun wasit tidak mengindahkan protes tersebut.

      Dengan tambahan waktu lima menit, Inter gagal mencetak gol dan harus menerima kekalahan 0-1 dari Roma di kandang sendiri.

      Kekalahan ini menjadi yang ketiga kalinya berturut-turut bagi Inter Milan tanpa mencetak gol.

      Sebelumnya, mereka kalah 0-3 dari AC Milan di Coppa Italia dan 0-1 dari Bologna di Liga Italia.

      Hasil ini menunjukkan bahwa Inter tengah mengalami masa sulit dan harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang mereka di Serie A dan Liga Champions.

      Susunan Pemain

      Roma (3-5-2): Mile Svilar; Zeki Celik, Gianluca Mancini, Evan Ndicka; Matias Soule (2-Devyne Rensch 85′), Lorenzo Pellegrini (61-Niccolo Pisilli 68′), Bryan Cristante, Manu Kone (27-Lucas Gourna-Douath 68′), Angelino; Eldor Shomurodov (35-Tommaso Baldanzi 58′), Artem Dovbyk (92-Stephan El Shaarawy 85′). Pelatih: Claudio Ranieri.

      Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Benjamin Pavard (31-Yann Bisseck 15′), Francesco Acerbi, Carlos Augusto; Matteo Darmian (2-Denzel Dumfries 63′), Davide Frattesi (11-Joaquin Correa 80′), Hakan Calhanoglu, Nicolò Barella (7-Piotr Zielinski 80′), Federico Dimarco (59-Nicola Zalewski 63′); Lautaro Martinez, Marko Arnautovic. Pelatih: Simone Inzaghi.

    • AC Milan Hukum Theo Hernandez, Sergio Conceicao Siapkan Tiga Pengganti

      AC Milan Hukum Theo Hernandez, Sergio Conceicao Siapkan Tiga Pengganti

      Mediapasti.com – AC Milan mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada Theo Hernandez setelah melakukan kesalahan fatal di Liga Champions 2024/2025.

      Pelatih Sergio Conceicao pun telah menyiapkan tiga kandidat pengganti untuk mengisi posisi bek kiri.

      Kesalahan Konyol Theo Hernandez Bikin Milan Terdepak dari Liga Champions

      Hernandez menjadi sorotan setelah mendapat kartu merah akibat dua pelanggaran yang dianggap konyol.

      Ia menerima kartu kuning pertama karena menarik kaus lawan di akhir babak pertama dan kartu kuning kedua karena melakukan diving di awal babak kedua.

      Akibatnya, Milan harus bermain dengan 10 orang dan gagal mempertahankan keunggulan.

      Laga leg kedua babak play-off 16 besar Liga Champions yang digelar di San Siro, Selasa (18/2/2025), berakhir imbang 1-1 melawan Feyenoord.

      Hasil ini membuat Milan tersingkir dengan agregat 1-2, setelah sebelumnya kalah 0-1 di Rotterdam.

      AC Milan Geram, Theo Hernandez Kena Hukuman

      Performa buruk Hernandez memicu reaksi keras dari manajemen Milan.

      Menurut laporan Football Italia, I Rossoneri kecewa dengan sikap bek asal Prancis tersebut dan memutuskan untuk memberikan sanksi internal.

      Pelatih Sergio Conceicao dikabarkan tidak akan menurunkan Hernandez pada laga Serie A berikutnya melawan Torino.

      Laga ini akan berlangsung di Stadion Olimpico di Torino pada Sabtu (22/2/2025) waktu setempat atau Minggu pukul 00.00 WIB.

      Tiga Kandidat Pengganti Theo Hernandez

      Sebagai langkah antisipasi, Conceicao telah menyiapkan tiga nama sebagai pengganti Hernandez di posisi bek kiri:

      Seorang bek tengah yang bisa diproyeksikan ke posisi bek kiri jika Milan membutuhkan opsi darurat.

      • Davide Bartesaghi : Pemain jebolan akademi AC Milan ini tampil selama 27 menit saat melawan Feyenoord dan menunjukkan potensi besar.
      • Alex Jimenez : Berposisi asli sebagai winger kanan, tetapi memiliki fleksibilitas untuk bermain di berbagai posisi, termasuk bek kiri.
      • Filippo Terracciano : Seorang bek tengah yang bisa diproyeksikan ke posisi bek kiri jika Milan membutuhkan opsi darurat.
    • AC Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Setelah Ditahan Feyenoord

      AC Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Setelah Ditahan Feyenoord

      Mediapasti.com – AC Milan harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Feyenoord di leg kedua babak 16 besar.

      Hasil ini membuat Rossoneri tersingkir dengan agregat 1-2 dari wakil Belanda tersebut.

      Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, mengakui bahwa kegagalan timnya melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa ini adalah sebuah kemunduran besar.

      “Ini jelas sebuah kegagalan. Kami ingin mencapai babak 16 besar,” ujar Conceicao dalam konferensi pers pasca-pertandingan, dikutip dari Football Italia, Rabu (20/2/2025).

      Jalannya Pertandingan: Kartu Merah Theo Hernandez Jadi Titik Balik

      Pertandingan di San Siro dimulai dengan sangat baik bagi AC Milan.

      Santiago Gimenez mencetak gol cepat saat laga baru berjalan di bawah satu menit, memberi harapan bagi tuan rumah untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan 0-1 di leg pertama.

      Namun, harapan Milan mulai goyah di babak kedua setelah Theo Hernandez mendapatkan kartu merah pada menit ke-51.

      Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Feyenoord.

      Mereka akhirnya menyamakan kedudukan melalui Julian Carranza pada menit ke-73, yang memastikan skor tetap 1-1 hingga akhir laga.

      Hasil ini membuat Milan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Liga Champions.

      Sergio Conceicao: “Saya yang Bertanggung Jawab, Bukan Theo”

      Ketika ditanya soal kartu merah Theo Hernandez yang menjadi titik balik laga, Conceicao menegaskan bahwa ia tidak ingin menyalahkan pemainnya secara individu.

      “Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo. Kami akan membahasnya secara internal di ruang ganti. Theo telah memberikan banyak hal kepada Milan, dan saya juga telah melakukan banyak kesalahan dalam karier saya.”

      Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Conceicao yang baru menangani AC Milan selama dua setengah bulan terakhir.

      Sejak kedatangannya, Milan mengalami tiga kekalahan, termasuk melawan Juventus dan Dinamo Zagreb.

      Evaluasi Conceicao: Milan Masih dalam Proses Adaptasi

      Meskipun gagal di Liga Champions, Conceicao menegaskan bahwa Milan masih dalam tahap pembangunan kembali dan menghadapi banyak tantangan, termasuk cedera pemain yang menghambat konsistensi tim.

      “Saya baru berada di sini sekitar satu setengah bulan, tetapi dibandingkan dengan pelatih yang sudah di sini bertahun-tahun. Kami belum bisa bekerja dengan skuad penuh. Namun, kami memenangkan satu-satunya trofi yang bisa kami menangkan, berada di semifinal Coppa Italia, dan sejak saya datang, kami telah mengumpulkan 14 poin di Serie A, sementara Napoli hanya 15 poin.”

      Fokus ke Serie A dan Coppa Italia

      Setelah tersingkir dari Liga Champions, AC Milan kini harus segera mengalihkan fokus ke Serie A dan Coppa Italia.

      Mereka akan menjalani laga penting melawan Torino di Stadion Olimpico Turin pada Minggu (23/2/2025) pukul 00.00 WIB.

      “Sekarang kami harus fokus menghadapi Torino, lalu pertandingan berikutnya, dan berikutnya. Kami juga masih berjuang di Coppa Italia,” tutup Conceicao.

      Dengan tekanan yang semakin besar, AC Milan harus segera bangkit jika ingin menyelamatkan musim mereka.