• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • AJARAN SESAT – Mediapasti.com

    Tag: AJARAN SESAT

    • Viral Jemaah Aolia Gunung Kidul Lebaran 5 April, Mengaku Bicara Langsung Kepada Allah

      Viral Jemaah Aolia Gunung Kidul Lebaran 5 April, Mengaku Bicara Langsung Kepada Allah

      Jemaah Masjid Aolia di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melaksanakan salat Idulfitri 1445 Hijriah pada Jumat (5/4/2024) kemarin. Video jemaah berbondong-bondong untuk salat Ied pun viral di media sosial. ADVERTISING “Saya tidak pakai perhitungan, saya telepon langsung kepada Allah ta’ala.

      https://twitter.com/kegblgnunfaedh/status/1776286432522539273

      Ya Allah kemarin tanggal 4 malam 4, ya Allah ini sudah 29, satu syawalnya kapan? Allah taala ngendiko (bilang) tanggal limo (5 April),” kata salah satu pengurus Masjid Aolia dikutip dari video yang beredar, Sabtu (6/4/2024). Merespons hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrurrozi atau yang akrab dipanggil Gus Fahrur mengaku prihatin.

      Dia meminta agar hal ini bisa dicegah dan tidak boleh terulang. “Saya ingin menanggapi fenomena kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta. yang berhari raya hari Jum’at kemarin dengan dalih tokoh panutan mereka berbicara langsung dengan Allah SWT, ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali,” kata Gus Fahrur dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (6/4/2024).

      Gus Fahrur berharap semua umat Islam, khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu dan akal sehatnya, tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Allah SWT. “Agama itu tuntunan dan ajaran yang berlaku untuk masyarakat umum. Maka tidak bisa seseorang secara asal-asalan ngaku sudah komunikasi langsung dengan Gusti Allah.

      Pengakuan semacam itu tidak sah dan tidak boleh dijadikan dasar tuntunan agama,” jelasnya. Dasar ibadah dalam Islam harus sesuai tuntunan syari’at yang dipahami dengan ilmu-ilmu standar ajaran agama Islam yang sudah jelas dalil-dalilnya dan garis-garisnya.

      Semua harus ilmiah, rasional dan dapat diuji keabsahannya oleh masyarakat umum. “Kepada saudara kita Masyarakat Muslim Panggang, Gunung Kidul diimbau untuk mengambil tuntunan agama Islam dari para ulama yang benar dan dapat menjelaskan dan dapat mempertanggungjawabkan ajarannya sesuai metode nalar syari’at Islam yang sah dan telah diterima oleh masyarakat dunia Islam secara luas,” kata Gus Fahrur.

      Gus Fahrur mengatakan tidak semestinya masyarakat gampang percaya pada siapa pun yang mengaku punya hubungan khusus dengan Allah tapi bertindak tanpa ilmu yang berkesesuaian dengan ketentuan-ketentuan syari’at islam, karena Islam adalah agama yang dijalankan berdasarkan ilmu syari’at.

      “Masyarakat jangan terkecoh oleh keanehan atau kesaktian individu, orang yang dapat menghadirkan hal-hal ajaib sekalipun itu tidak berarti dia memiliki keistimewaan di hadapan Gusti Allah SWT. Karena tukang sulap dan tukang sihir juga bisa melakukannya,” katanya.

    • Viral Ajaran Sesat yang Mengejutkan Dunia Maya, Kyai Diduga Memperbolehkan Saling Tukar Pasangan

      Viral Ajaran Sesat yang Mengejutkan Dunia Maya, Kyai Diduga Memperbolehkan Saling Tukar Pasangan

      Sebuah video yang diduga memuat ajaran sesat sedang menyebar luas di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua individu berpakaian hijau dan seorang wanita bertudung hitam dengan cadar yang sedang mendiskusikan praktik saling tukar pasangan.

      Video ini kemudian menjadi viral dan menciptakan kontroversi di kalangan netizen.

      Kyai, atau pemuka agama Islam, yang terlibat dalam video tersebut menjelaskan bahwa saling tukar pasangan diizinkan dalam ajarannya, asalkan dilakukan secara sukarela dan dengan saling menyukai satu sama lain.

      Dalam cuplikan tersebut, seorang pria berbaju hijau dengan tegas menyatakan, “Masalah ada bisanya, mau tukar pasangan pun boleh, dan di sini yang penting intinya adalah dilakukan tanpa paksaan.”

      Reaksi dari netizen pun bermacam-macam di platform Instagram, terutama di akun @terangmedia yang membagikan informasi terkait hal ini.

      Beberapa netizen mengkritik keras kyai yang terlibat, sementara yang lain membandingkan praktik ini dengan kontroversi dalam beberapa aliran agama.

      Salah satu komentar di Instagram @terangmedia mengecam kyai yang terlibat, “Pake sorban, pake jubah ngaku kyai trs prcya ikutin alirannya. Jelas menyimpang bkn muhrim saja sdh dosa, itu bapak-bapak baju ijo maen raba-raba aja. Termasuk pelecehan buk. Ko yo meneng wae to buk buk.”

      Tanggapan lain menyamakan praktik ini dengan nikah mut’ah dalam syiah, sebuah praktik pernikahan sementara yang kontroversial.

      Namun, perlu diingat bahwa berhubungan dengan seseorang yang sudah menikah dan bukan pasangan sahnya merupakan tindakan pidana di Indonesia.

      Pasal 284 KUHP dan Pasal 411 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku pada tahun 2026 mengatur sanksi hukum bagi pelanggaran tersebut.

      Pasal 284 KUHP menyebutkan, “Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.”

      Sementara Pasal 411 UU 1/2023 mengatur, “Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya, dipidana karena perzinaan, dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak kategori II, yaitu Rp10 juta.”

      Kontroversi ini mencuat karena ajaran yang diduga sesat tersebut, yang memperbolehkan tukar pasangan meski tidak menikah, dianggap bertentangan dengan nilai dan norma agama serta hukum di Indonesia.

      Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral dan etika, sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan dengan menolak ajaran-ajaran yang dapat merusak tatanan sosial dan moral.

      Dalam konteks ini, mendukung upaya penegakan hukum terkait praktik-praktik yang melanggar norma-norma kesusilaan dan keagamaan menjadi sangat esensial.

      Semua pihak, termasuk tokoh agama, perlu turut serta dalam memberikan pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran agama yang dianut di Indonesia.

    • Kontroversi Ponpes Al Zaytun

      Kontroversi Ponpes Al Zaytun

      Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun merupakan sebuah institusi pendidikan Islam yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Meskipun dikenal sebagai lembaga pendidikan namun, ponpes ini beberapa kali menjadi kontroversi karena beberapa alasan.

      Salat id dengan saf campur antara perempuan dan laki-laki

      Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Zaytun beberapa waktu lalu menjadi perbincangan setelah viral di media sosial karena melaksanakan salat dengan jemaah perempuan dan laki-laki bercampur. Peristiwa ini diketahui ketika mereka melaksanakan salat Idul fitri 1444 H. Dokumentasi itu sendiri diunggah oleh akun Instagram @kepanitiaanalzaytun pada 22 April 2023.

      Dari unggahan tersebut terlihat jemaah perempuan berada di saf terdepan di belakang imam. Setelah postingan tersebut viral, pemilik akun tersebut menonaktifkan kolom komentar. Tak hanya melalui postingan, pelaksanaan salat Id yang dilakukan ponpes Al-Zaytun juga diunggah melalui kanal Youtube resmi Al-Zaytun Official.

      Dalam keterangan video tersebut, dinyatakan bahwa pelaksanaan salat id merupakan kerja sama antara Lembaga Kesejahteraan Masjid (LKM) dengan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) dan didukung oleh kepanitiaan Al-Zaytun.

      Menyanyikan “Salam Kristen”

      Belakangan Ponpes Al-Zaytun kembali menuai kontroversi setelah kembali viral di media sosial dimana salah satu pimpinan Ponpes Al-Zaytun terlihat mengajak para santri untuk menyanyikan ‘Salam Kristen’.

      “Saya mengajak saudara-saudara untuk mengucapkan salam yang tidak Assalamualaikum saja, sambil kita bernyanyi, saya kira yang hadir walaupun tidak pandai, tapi bisa bernyanyi. Kita ucapkan kepada sahabat kita “havenu shalom aleichem”, dalam bentuk bernyanyi. Silahkan berdiri, karena ini satu suro,” ujar Panji Gumilang dalam video yang diunggah Instagram @say.kocak, Ahad, 7 Mei 2023. Pimpinan Ponpes Al-Zaytun yakni Pandji Gumilang mengajak para santri untuk menyanyikan ‘Salam Kristen’ yang merukaan ucapan salam untuk umat Kristiani.

      Azan Menghadap Jemaah

      Video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah oleh akun instagram @say.viideo itu memperlihatkan seorang muazin yang memakai jas lengkap, berdasi biru dan serta peci laiknya jemaah Ponpes Al Zaytun mengumandangkan azan salat Jumat lain dari biasanya. Ia menghadap jemaah bukan ke arah kiblat.  Dalam video tersebut setiap lantunan azan, muazin selalu menggerakkan tangan yang berbeda dari biasanya. Terlihat juga para santri pun mengikuti lantunan azan tersebut dan disertai dengan shaf sholat yang memiliki jarak antarjemaah.

      Tuduhan keterlibatan NII

      Pada 2011 ponpes Al-Zaytun dituding bahwa kurikulum yang diajarkan di ponpes tersebut menyimpang dari ajaran Islam. Al-Zaytun juga diduga memiliki keterkaitan dengan pemikiran atau gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Tuduhan ini dibantah oleh Menteri Agama pada saat itu, Suryadharma Ali. Menurut dia kurikulum yang diajarkan ponpes tersebut tidak keluar dari ajaran Islam.

      Hal ini ia sampaikan berdasarkan kunjungannya ke ponpes Al-Zaytun dan melihat aktivitas secara langsung dan berdialog dengan pimpinan ponpes, Panji Gumilang. Dilansir dari situ kemenag.go.id, ia berkunjung pada 11 Mei 2011.

      Ponpes tertutup

      Pada 2018 Pesantren Al-Zaytun juga sempat menolak petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat yang sedang bertugas mencocokkan dan meneliti identitas pemilih Pilgub Jawa Barat.

      Yayat Hidayat, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah kala itu mengatakan PPDP tidak diperbolehkan mengakses langsung masyarakat yang berada di kawasan pesantren. Yayat juga mengatakan hal serupa terus terjadi tiap dilaksanakannya pemilu.