• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • AksiMahasiswa – Mediapasti.com

    Tag: AksiMahasiswa

    • BEM SI Gelar Aksi Tolak UU TNI di DPR RI, Massa dari 50 Organisasi Siap Turun ke Jalan

      Mediapasti.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama koalisi masyarakat sipil akan menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/3).

      Aksi Tolak UU TNI: Gelombang Perlawanan Berlanjut

      Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, Annas Rabbani, menyatakan bahwa aksi ini mengusung narasi “Indonesia Gelap” dengan tuntutan utama mencabut UU TNI dan menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri.

      “Untuk tuntutan aksi, kita masih membawa narasi Indonesia Gelap, juga cabut UU TNI, Tolak RUU Polri,” ujar Annas kepada CNNIndonesia, Rabu (26/3).

      Meskipun belum ada perkiraan pasti jumlah peserta, Annas menyebut bahwa lebih dari 50 organisasi dan aliansi akan turut serta dalam aksi ini.

      Seperti pada aksi sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI diimbau untuk tidak mengenakan almamater mereka.

      “Besok (hari ini) aksinya dress code bebas,” lanjutnya.

      DPR Sahkan UU TNI di Tengah Gelombang Penolakan

      Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes terhadap pengesahan UU TNI pada Kamis (20/3).

      Undang-undang tersebut telah mendapat banyak kritik dari publik serta elemen masyarakat sipil yang menilai regulasi ini berpotensi memperkuat dwifungsi militer dan mengancam demokrasi.

      Tak hanya di Jakarta, demonstrasi menolak UU TNI juga terjadi di berbagai daerah, dengan beberapa aksi berujung pada bentrokan antara massa dan aparat keamanan.

      Kasus represi terhadap demonstran juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.

    • Aksi Mahasiswa Trisakti Hadang Mobil Menteri: Tolak Revisi UU TNI

      Aksi Mahasiswa Trisakti Hadang Mobil Menteri: Tolak Revisi UU TNI

      Mediapasti.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan gerbang Gedung DPR RI, Jalan Gelora, Jakarta Pusat.

      Dalam aksi tersebut, mereka menghadang mobil Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, yang melintas di sekitar lokasi.

      Kronologi Aksi Mahasiswa Universitas Trisakti

      Pada Rabu, 19 Maret 2025, massa mahasiswa berkumpul di depan gerbang masuk DPR.

      Saat aksi berlangsung, sebuah mobil Alphard hitam hendak memasuki kompleks parlemen.

      Massa kemudian mendekati mobil tersebut dan mencopot pelat nomornya.

      Dua ajudan Menteri Hukum keluar dari mobil dan berusaha bernegosiasi dengan massa agar membuka jalan.

      Namun, mahasiswa tetap meminta pejabat di dalam mobil untuk turun.

      Setelah desakan, Supratman akhirnya keluar dan berdiskusi dengan para mahasiswa.

      Poin-Poin Perubahan dalam Revisi UU TNI

      Revisi UU TNI mencakup beberapa perubahan signifikan, antara lain:

      • Pasal 3: Mengenai kedudukan TNI dalam hal pengerahan dan penggunaan kekuatan militer, TNI berkedudukan di bawah Presiden.
      • Pasal 47: Menyangkut penempatan prajurit TNI di institusi lain.
      • Pasal 53: Terkait usia pensiun bagi prajurit.

      Alasan Penolakan Revisi UU TNI

      Mahasiswa menilai revisi UU TNI berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi ABRI yang pernah terjadi di masa Orde Baru.

      Mereka khawatir hal ini dapat melemahkan supremasi sipil dan membuka celah bagi penyalahgunaan wewenang.

      Selain itu, mahasiswa menekankan bahwa amanat reformasi adalah memberikan supremasi sipil yang seluas-luasnya dan menghentikan militeristik dalam ranah pemerintahan.

      Setelah berdiskusi dengan massa aksi, Supratman menyatakan akan menampung aspirasi mereka dan berkomunikasi dengan pemerintah serta DPR mengenai hal tersebut.

      Ia juga membacakan press release dari mahasiswa Universitas Trisakti yang menolak revisi UU TNI.

      Komisi I DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati revisi UU TNI untuk dibawa ke tingkat II atau paripurna guna disahkan menjadi undang-undang.

      Rapat paripurna untuk pengesahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Maret 2025.

    • BEM SI Siapkan Aksi “Indonesia Gelap” Bertepatan dengan Pelantikan 481 Kepala Daerah

      BEM SI Siapkan Aksi “Indonesia Gelap” Bertepatan dengan Pelantikan 481 Kepala Daerah

      Mediapasti.com – Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, mengumumkan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan teknis lapangan (teklap) pada Rabu malam, 19 Februari 2025, untuk membahas persiapan aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap”.

      Aksi ini direncanakan berlangsung di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Februari 2025, bertepatan dengan pelantikan 481 kepala daerah terpilih.

      “Kemungkinan besarnya di depan Istana Negara,” ujar Herianto saat dihubungi pada Selasa, 18 Februari 2025.

      Perkiraan Jumlah Massa dan Tuntutan

      Herianto memperkirakan jumlah peserta aksi kali ini akan lebih besar dibandingkan demonstrasi sebelumnya, terutama jika pemerintah tidak merespons tuntutan yang telah disampaikan.

      Pada aksi sebelumnya, Senin, 17 Februari 2025, di depan Patung Kuda, tuntutan mahasiswa tidak mendapatkan tanggapan dari pemerintah.

      Hal ini semakin memotivasi BEM SI untuk menggelar aksi yang lebih besar.

      “Jumlah massa pasti akan lebih besar nanti kalau tuntutan kita kemarin tidak direspons oleh pemerintah,” tegas Herianto.

      Pelantikan Kepala Daerah di Istana Negara

      Pada hari yang sama dengan rencana aksi, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik 481 kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta.

      Pelantikan ini akan diikuti oleh gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.

      Harapan Mahasiswa terhadap Respons Pemerintah

      Mahasiswa berharap pemerintah segera menanggapi tuntutan yang telah mereka sampaikan sebelum acara pelantikan berlangsung. Ketidakpedulian pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa dianggap sebagai indikasi bahwa pemerintah enggan mendengar aspirasi rakyat.

      “Sikap yang ditunjukkan itu sesuai dengan tema aksi kita, ‘Indonesia Gelap’, yang artinya pemerintah tidak mau mendengar pencerahan dari rakyat,” jelas Herianto.