• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • banjir jakarta – Mediapasti.com

    Tag: banjir jakarta

    • Media Asing Soroti Banjir Jakarta: Ratusan Dievakuasi, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

      Media Asing Soroti Banjir Jakarta: Ratusan Dievakuasi, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

      Mediapasti.com – Banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, menjadi perhatian media asing. Sejumlah media internasional melaporkan bahwa ratusan warga telah dievakuasi akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir.

      Selain itu, upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi curah hujan dengan teknik modifikasi cuaca juga menarik perhatian dunia.

      Banjir Melanda, Ratusan Warga Mengungsi

      Hujan deras yang turun tanpa henti sejak awal pekan ini menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang mengalami banjir parah. Menurut laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ketinggian air di beberapa daerah mencapai 1 hingga 2 meter, memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman.

      Pemerintah daerah telah mendirikan beberapa posko darurat untuk menampung warga terdampak, sementara tim SAR, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi di kawasan-kawasan yang masih terendam banjir.

      Sejumlah media asing, termasuk BBC, CNN, dan Al Jazeera, menyoroti betapa besar dampak banjir ini terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Mereka juga membandingkan bencana ini dengan peristiwa banjir besar yang pernah melanda Jakarta di tahun-tahun sebelumnya.

      Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

      Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk mengurangi dampak banjir adalah modifikasi cuaca, yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

      Teknik Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) diterapkan dengan cara menyemai garam ke dalam awan hujan menggunakan pesawat. Metode ini bertujuan untuk memindahkan curah hujan ke lokasi yang lebih aman atau mempercepat hujan turun sebelum mencapai daerah rawan banjir.

      Menurut keterangan resmi dari BMKG, TMC telah diterapkan dalam beberapa hari terakhir untuk mengendalikan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek. Namun, beberapa ahli menilai bahwa metode ini bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang terus terjadi setiap tahun.

      Tanggapan Warga dan Tantangan di Lapangan

      Meski upaya pemerintah dalam menangani banjir terus dilakukan, banyak warga yang mengaku masih kesulitan mendapatkan bantuan logistik. Beberapa daerah yang terdampak parah mengalami keterlambatan distribusi makanan dan air bersih, terutama bagi mereka yang masih terisolasi akibat banjir.

      Seorang warga Jakarta Timur yang terdampak banjir mengungkapkan keprihatinannya, “Kami sudah tiga hari terjebak di rumah dengan air yang masih tinggi. Bantuan sudah datang, tapi belum merata.”

      Sementara itu, sejumlah pakar lingkungan menilai bahwa solusi permanen harus segera diterapkan untuk mencegah banjir di masa depan, termasuk perbaikan sistem drainase, pengendalian tata ruang kota, dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

    • DPRD Minta DKI Serius Dalam Peringatan Potensi Banjir Besar!

      DPRD Minta DKI Serius Dalam Peringatan Potensi Banjir Besar!

      Mediapasti.com – BMKG mewanti-wanti mengenai adanya potensi banjir Jakarta 2020 akan terulang kembali di akhir tahun 2024.

      Fenomena La Nina ini diduga akan menjadi penyebab potensi banjir di Jakarta, karena memperbesar risiko tingkatkan curah hujan hingga 20%.

      Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyebut hal itu harus menjadi peringatan serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

      “Potensi banjir besar seperti tahun 2020 harus menjadi peringatan serius bagi Pemprov DKI Jakarta, terutama dengan prediksi puncak musim hujan dan cuaca ekstrem selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang telah disampaikan oleh BMKG. Pemprov tidak boleh hanya mengandalkan retorika atau menunggu situasi memburuk sebelum bertindak,” kata Ima kepada wartawan, Kamis (5/12/2024).

      Ima meminta Pemprov DKI harus segera mengambil langkah konkret, mulai dari memastikan seluruh pompa air dalam kondisi siap pakai hingga membersihkan saluran dan gorong-gorong untuk mencegah genangan yang berujung banjir.

      Tak hanya itu, titik-titik rawan banjir juga harus dipantau secara intensif dengan menempatkan petugas dan peralatan yang siap menghadapi kemungkinan terburuk.

      “Selain itu, program normalisasi sungai yang selama ini berjalan lambat harus dipercepat sebagai solusi jangka panjang untuk meminimalisasi risiko banjir,” ucapnya.

      Dia juga meminta Pemprov DKI meningkatkan komunikasi dengan warga melalui informasi yang cepat dan jelas terkait langkah mitigasi banjir, termasuk prosedur evakuasi jika diperlukan.

      Menurutnya, tidak ada ruang untuk kelalaian, karena dampak dari banjir tidak hanya merugikan harta benda, tetapi juga membahayakan nyawa masyarakat.

      Menanggapi hal tersebut BPBD DKI Jakarta melakukan beberapa penanganan dan bersiaga supaya banjir Jakarta 2020 tak kembali terulang.

      Menanggapi adanya potensi banjir di akhir tahun ini, maka penanganan banjir membutuhkan keseriusan semua pihak.

      Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menuturkan, anggaran penanganan banjir diarahkan pada program prioritas.

      Dengan anggaran untuk penanganan banjir mencapai Rp 2,8 triliun, sekitar 4 persen dari total belanja daerah.

      Tak hanya terpaku pada normalisasi sungai saja. Namun ada program lain, seperti pengerukan rutin, pembangunan waduk, dan pengelolaan kolam retensi, yang terus dilakukan.

      Waduk-waduk besar seperti Waduk Pluit, Waduk Ria Rio, dan Waduk Sunter, berfungsi menampung air hujan sekaligus mengurangi limpasan dari pemukiman.

      Selain itu, sistem pompa air yang jumlahnya mencapai 200 unit juga memainkan peran vital. Pompa-pompa ini disebar di titik-titik strategis untuk mempercepat aliran air ke sungai atau laut, sehingga banjir bisa diminimalkan.

      Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memiliki peran sentral dalam penanganan banjir yang mencakup empat tahapan.

      Pertama, Mitigasi Bencana: Pemetaan wilayah rawan banjir, edukasi masyarakat, dan pemasangan sistem peringatan dini.

      Kedua, Kesiapsiagaan: Sosialisasi langkah-langkah menghadapi banjir, termasuk simulasi evakuasi.

      Ketiga, Tanggap Darurat: Evakuasi warga terdampak, pendirian posko darurat, dan koordinasi lintas instansi.

      Keempat, Pemulihan Pasca Banjir: Rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi.
      BPBD DKI Jakarta mengungkap bersama instansi terkait telah meningkatkan kapasitas pompa air. Serta memperluas jaringan drainase di wilayah rawan banjir.