• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Garut – Mediapasti.com

    Tag: Garut

    • Warga Garut Malah Diintimidasi Keluarga Kades Setelah Viralkan Jalan Rusak di Garut

      Warga Garut Malah Diintimidasi Keluarga Kades Setelah Viralkan Jalan Rusak di Garut

      GARUT — Niat seorang warga menyuarakan kondisi infrastruktur jalan rusak di wilayah selatan Kabupaten Garut justru berbalik menjadi pengalaman traumatis. Kritik yang disampaikan melalui media sosial berubah menjadi tekanan dan intimidasi setelah video keluhan tersebut menyebar luas dan memantik reaksi keras dari orang sekitar kepala desa setempat.

      Peristiwa ini bermula ketika seorang pemuda bernama Holis Muhlisin mengunggah rekaman video yang memperlihatkan kondisi jalan desa yang rusak parah di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Garut. Dalam video awal tersebut, Holis merekam permukaan jalan yang berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

      Dia menyampaikan kekecewaan atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung mendapat perbaikan, meskipun jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan. Namun, situasi berubah setelah kritik tersebut viral.

      Sebuah video lanjutan beredar di media sosial yang memperlihatkan Holis berada dalam sebuah tempat dikelilingi beberapa orang. Dalam rekaman berdurasi beberapa menit itu, suasana terlihat tegang.

      Sejumlah pria terdengar melontarkan pertanyaan dengan nada tinggi, disertai kalimat bernada menekan dan menyudutkan. “Hayang ténar sia? Rék ngajago di media sosial [Ingin tenar anda? Mau berlagak jagoan di media sosial],” ujar salah seorang pria yang diduga melakukan intimidasi terhadap Holis.

      Isi video intimidasi itu memperlihatkan Holis duduk terdiam sambil menjawab pertanyaan yang dilontarkan secara beruntun. Beberapa suara terdengar menuduh dirinya sengaja mencari sensasi dan popularitas melalui unggahan video jalan rusak.

      Ada pula ucapan bernada kasar yang mempertanyakan motif kritiknya serta mengaitkannya dengan kepentingan pribadi.  Dalam situasi tersebut, Holis tampak berusaha menjelaskan maksudnya menyampaikan keluhan sebagai warga, bukan untuk menyerang individu tertentu.

      Tekanan psikologis semakin terasa ketika salah satu suara dalam video menyinggung konsekuensi dari tindakan mengunggah kritik ke media sosial. Nada bicara yang meninggi, interupsi saat Holis berbicara, serta posisi duduk yang dikelilingi beberapa orang membuat video itu dinilai publik sebagai bentuk intimidasi, bukan dialog klarifikasi.

      Video tersebut memicu gelombang reaksi dari masyarakat luas. Banyak warganet menilai perlakuan itu mencerminkan sikap antikritik dan bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik.

      Kritik terhadap kondisi jalan dinilai sebagai hak warga negara, terlebih menyangkut fasilitas umum yang berdampak langsung pada keselamatan dan perekonomian masyarakat desa. “Usut tuntas. bantu @dedimulyadi71,” tulis seorang warganet.

      Sorotan publik semakin tajam ketika diketahui sebagian pihak yang terekam dalam video intimidasi diduga memiliki kedekatan dengan aparat desa. Hal ini memunculkan pertanyaan serius mengenai ruang aman bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan di tingkat pemerintahan paling bawah.

      Respons juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sikap tegas bahwa aparat pemerintahan, termasuk kepala desa, wajib memiliki mental siap dikritik. Menurutnya, kritik warga merupakan cermin kondisi riil di lapangan dan menjadi alat koreksi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan desa.

    • TNI Berduka atas Gugurnya Prajurit dan Warga Sipil dalam Insiden Ledakan Amunisi di Garut: Komitmen TNI untuk Investigasi dan Transparansi

      TNI Berduka atas Gugurnya Prajurit dan Warga Sipil dalam Insiden Ledakan Amunisi di Garut: Komitmen TNI untuk Investigasi dan Transparansi

      Mediapasti.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI dan warga sipil dalam insiden ledakan amunisi yang terjadi di Garut, Jawa Barat.

      Kejadian tragis ini telah menambah daftar korban dalam serangkaian peristiwa yang melibatkan amunisi militer.

      “TNI memastikan seluruh hak prajurit TNI yang menjadi korban akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti santunan kematian khusus, pensiun, dan beasiswa bagi anak korban,” ujar Kristomei dalam keterangan tertulis pada Rabu, 14 Mei 2025.

      Komitmen TNI untuk memberikan hak-hak penuh bagi keluarga prajurit yang gugur menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan mereka.

      Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Memberikan Tali Asih kepada Keluarga Korban

      Sebagai bentuk penghormatan dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan tali asih kepada keluarga prajurit dan warga sipil yang gugur.

      Pemberian tali asih ini dilakukan langsung oleh Pangdam III/Siliwangi dan menjadi bagian dari bentuk perhatian TNI terhadap para korban insiden ledakan ini.

      Selain itu, Kristomei menegaskan bahwa TNI juga berupaya menjamin keselamatan masyarakat dengan melakukan sterilisasi pada lokasi kejadian dan memastikan kawasan tersebut aman dari ancaman bahaya lebih lanjut.

      Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali dan melindungi masyarakat sekitar.

      Investigasi dan Transparansi Proses Pemusnahan Amunisi

      TNI juga sudah mengamankan lokasi kejadian dan sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

      Tim dari Pusat Material dan Peralatan (Puspalad) TNI bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengungkap fakta-fakta di balik insiden ini.

      Lokasi pemusnahan amunisi yang menjadi pusat insiden tersebut merupakan lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), yang selama ini rutin digunakan untuk kegiatan pemusnahan amunisi.

      Proses pemusnahan amunisi tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku.

      Namun, TNI berjanji untuk memperketat pengawasan kegiatan pemusnahan amunisi ke depannya agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

      TNI menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan.

      Pengawasan terhadap kegiatan pemusnahan amunisi akan diperketat demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Ke depannya, TNI akan memastikan seluruh prosedur keamanan yang berlaku dipatuhi dengan ketat.

    • Tragedi Ledakan Amunisi TNI di Garut: 13 Korban Jiwa

      Tragedi Ledakan Amunisi TNI di Garut: 13 Korban Jiwa

      Mediapasti.com – Ledakan hebat terjadi saat proses pemusnahan amunisi oleh TNI Angkatan Darat di Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi (12/6/2025). Insiden tragis ini menewaskan 13 orang, terdiri dari empat personel militer dan sembilan warga sipil.

      Kronologi Kejadian

      Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI AD. Prosedur standar awal seperti pengecekan personel dan keamanan lokasi telah dilakukan.

      Amunisi dimusnahkan dalam dua lubang khusus, sementara satu lubang tambahan disiapkan untuk menghancurkan sisa detonator. Ledakan diduga terjadi di lubang ketiga ini, secara tak terduga dan di luar kendali.

      Korban Jiwa

      RSUD Pameungpeuk menjadi tempat evakuasi korban, namun seluruh korban yang dibawa sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Tidak ada korban luka yang dirawat,” ujar dr. Aziz Akhmad dari IGD RSUD Pameungpeuk kepada CNNIndonesia TV.

      Warga Sipil Jadi Korban

      Kehadiran warga sipil di lokasi turut disorot publik. Kapuspen TNI, Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa area tersebut merupakan lokasi rutin pemusnahan dan berada di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

      Menurutnya, warga sering mendekat ke lokasi usai ledakan untuk mengumpulkan sisa logam seperti tembaga dan besi dari amunisi yang sudah meledak karena bernilai ekonomis.

      Investigasi Kementerian Pertahanan

      Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan duka cita dan memastikan proses investigasi tengah berlangsung. Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan dengan tetap mengacu pada protokol keamanan yang berlaku.

      Gubernur Jawa Barat Turut Berduka

      Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kita semua bisa mendoakan yang terbaik untuk para korban,” ujar Dedi melalui unggahan di media sosialnya.

      Peristiwa ini memunculkan banyak pertanyaan soal prosedur pengamanan dan keterlibatan warga di sekitar lokasi peledakan. Investigasi diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.