• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • halmahera – Mediapasti.com

    Tag: halmahera

    • Bocah 10 tahun tewas diterkam buaya di halmahera

      Bocah 10 tahun tewas diterkam buaya di halmahera

      Halmahera Selatan — Harapan yang sempat terjaga selama dua hari pencarian akhirnya berubah menjadi duka mendalam. Muhammad Alfin Daud (10), bocah yang dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya di Sungai Inggoi, Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (18/12/2025) pagi. Jenazah korban ditemukan mengapung di perairan sekitar Pulau Nusa Ra dan Pulau Nusa Deket.

      Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.20 WIT oleh seorang nelayan bernama Delmi Radjaloa (43), warga Desa Awanggoa, yang saat itu hendak melaut menggunakan perahu ketinting. Delmi mengaku curiga setelah mencium bau busuk menyengat dari arah laut sebelum akhirnya melihat sesosok tubuh kecil terapung di permukaan air.

      “Awalnya saya kira boneka, tapi setelah didekati ternyata mayat anak,” ujar Delmi kepada warga setempat dengan suara bergetar.

      Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi telentang, tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek berwarna biru dongker. Pada bagian lutut kanan terlihat bekas luka gigitan, yang semakin menguatkan dugaan bahwa korban adalah anak yang sebelumnya dilaporkan diterkam buaya di Sungai Inggoi.

      Saksi kemudian memanggil dua nelayan lain, Yasir dan Uci, untuk membantu proses evakuasi. Jenazah korban diangkat menggunakan karung dan dibawa menuju muara Sungai Inggoi, tepatnya ke posko pencarian. Sekitar pukul 09.00 WIT, kabar ditemukannya korban cepat menyebar dan mengundang kesedihan mendalam dari warga sekitar.

      Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka di Desa Amasing Kota Barat. Setelah dilakukan proses identifikasi, korban dipastikan bernama Muhammad Alfin Daud, yang akrab disapa Afon, pelajar kelas III SD Misbahul Aulad Labuha.

      Kasi Humas Polres Halmahera Selatan, AKP Sunadi Sugiyono, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari sejak peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIT.

      “Korban ditemukan dalam kondisi tubuh masih utuh, namun sudah mulai membusuk. Pihak keluarga telah melakukan pemandian jenazah dan rencananya korban akan dimakamkan di TPU Desa Amasing Kali,” ujar AKP Sunadi.

      Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Amasing Kota. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap ancaman buaya di sungai dan perairan sekitar pemukiman, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

    • ASN Pembunuh Wanita BPS Halmahera Sempat Melakukan Pesta Pernikahan Setelah Melakukan Aksinya

      ASN Pembunuh Wanita BPS Halmahera Sempat Melakukan Pesta Pernikahan Setelah Melakukan Aksinya

      Pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) di Halmahera Timur, Maluku Utara, berinisial KLP alias Tiwi (30) ditemukan tewas di rumah dinasnya. Pembunuhnya tak lain adalah sesama rekan kerja di BPS Haltim, Aditya Hanafi (27).

      Kapolsek Maba Selatan Ipda Habiem Ramadya menyebut Aditya melakukan aksinya pada Sabtu (19/7). Setelah merenggut nyawa Tiwi, pelaku pergi meninggalkan jasad korban begitu saja.

      “Jadi, dia (pelaku) mengakui bahwasanya dia melakukan aksinya itu, dalam hal ini pembunuhannya itu sekitar tanggal 19 Juli, sekitar jam 05.22 WIT,” kata Habiem kepada wartawan, Selasa (12/8/2025).

      Setelah melakukan aksinya, Aditya Hanafi diketahui pergi ke Ternate untuk melangsungkan pesta pernikahan. Adapun Hanafi menikah dengan seorang pegawai BPS Haltim bernama Almira Fajriyanti Marsaoly yang merupakan teman serumah Tiwi.

      “Kemudian setelah melakukan aksi pembunuhan dia pulang lagi ke Ternate. Dia pulang ke Ternate untuk melangsungkan pernikahan di tanggal 27 (Juli 2025),” terang Habiem.

      Habiem menjelaskan pembunuhan ini berawal ketika Aditya Hanafi yang meminjam uang kepada korban untuk melunasi utangnya dan bermain judi online (judol). Namun korban menolak memberi pinjaman.

      Adapun Tiwi tinggal di sebuah rumah dinas BPS di Kota Maba, Haltim. Tiwi tinggal satu rumah dengan Almira, hanya beda kamar.

      Namun, saat peristiwa itu terjadi, Almira tidak berada di rumah dinasnya karena telah mengambil cuti menikah dan pulang ke Ternate.

      Aditya Hanafi diketahui memang telah memiliki duplikat kunci rumah dinas Tiwi. Sejak Rabu (16/7), pelaku diduga telah menyelinap masuk ke rumah dinas itu dan bersembunyi di kamar Almira.

      “Karena dia (korban) nggak mau pinjam-pinjamin, jadi akhirnya dia (pelaku) lakukanlah tindakan kejinya itu. Di dalam situ pun dia itu udah berada di rumahnya korban dan calon istrinya dari tanggal 16 sampai 17,” ucap Habiem.

      Selama dua hari pelaku bersembunyi di kamar calon istrinya. Hingga akhirnya dia melakukan aksi kejinya pada Jumat, 18 Juli malam, dan menghabisi nyawa korban pada Sabtu paginya.

      Pelaku membekap , menutup mulut, dan mengikat tangan korban. Pelaku melecehkan hingga memaksa korban memberikan akses pada rekening pribadinya.

      “Waktu itu pake aplikasi Jenius namanya. Dari situ dia minta dia dapat PIN-nya Bu, pinnya dapat dia langsung lakukan aksi pembunuhan menggunakan bantal,” terang Habiem.

      Pelaku menguras uang dari rekening korban senilai Rp 39 juta. Tak sampai di situ, pelaku mengajukan pinjaman online menggunakan akun korban senilai Rp 50 juta.

      Habiem menyebut pihaknya telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Almira. Namun panggilan itu belum kunjung diindahkan.

      “Saya sudah kirim anggota, kirim tim saya untuk ke Ternate lakukan pemeriksaan saksi untuk istrinya tersangka. Karena kita sudah lakukan panggilan dari tanggal 7, sampai detik ini yang bersangkutan belum bisa hadir,” pungkasnya.

    • Belasan Pendaki Auto Turun! Erupsi Gunung Api Dukono Di Halmahera

      Belasan Pendaki Auto Turun! Erupsi Gunung Api Dukono Di Halmahera

      Mediapasti.com – Belasan pendaki gunung api Dukono berlarian. Mereka bergegas turun, saat gunung yang berada di Kabupaten Halmahera Utara ini erupsi. Aksi berlarian belasan pendaki ini diduga terjadi pada Sabtu (17/8/2024).

      Aksi ini sempat direkam kemudian diunggah di media sosial oleh akun Instagram anak_esa. “Detik-detik hampir dihantam meterial erupsi ketika summit ke puncak Dukono pas momen 17 Agustus,” demikian ditulis anak_esa pada caption video.

      Pos Pengamatan Gunung api Dukono membenarkan video aktivitas pendakian belasan orang ini. “Iya benar, kita juga tahu dikirim teman (video) dari Instagram.

      Dilihat dari video yang ada, masih ada pendaki tanpa ada koordinasi di pos pengamatan gunung api (Dukono). Secara diam-diam mengambil insiatif sendiri dan mendaki sampai ke titik pusat kegiatan kawah Gunung Dukono.”

      “Ini sangat berbahaya terhadap keselamatan,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/8/2024).

      Bambang memperkirakan, erupsi terjadi pada pagi hari. Di mana belasan orang pendaki berada di puncak Gunung Dukono.

      “(Erupsi) itu saat teman saya melaporkan itu pagi ya. Ketinggian (abu vulkanik) itu sekitar 600 sampai 700 meter. Belum ada laporan adanya korban, kemungkinan semuanya sudah pulang,” tutur dia.

      Bambang mengatakan, status Gunung Dukono level II waspada dan setiap saat erupsi. Aktivitas kegempaan yang terekam di seismogram berkisar sampai 200 lebih, gempa letusan.

      “Imbauan kami dari PVMBG, selalu waspada. Ikuti warning dari PVMBG. Di mana tidak boleh mendekati arah kawah Gunung Dukono kurang lebih 3 kilo,” jelas dia.

      Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Halmahera Utara, Iptu Deny Salaka saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya pendakian belasan orang ini, saat terjadinya erupsi gunung Dukono.

      “Saya belum dengar (laporan). Bagaimana kronologis, biar saya cek dulu di Kapolsek,” kata Kasi Humas Polres Halmahera Utara, Iptu Deny Salaka saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (18/8/2024).