• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • IndonesiaGelap – Mediapasti.com

    Tag: IndonesiaGelap

    • Mahasiswa Pimpin Aksi ‘Indonesia Gelap’ : Tuntut Perubahan Kebijakan Pemerintah

      Mahasiswa Pimpin Aksi ‘Indonesia Gelap’ : Tuntut Perubahan Kebijakan Pemerintah

      Mediapasti.com – Pada Kamis, 20 Februari 2025, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa bertajuk ‘Indonesia Gelap’ di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

      Aksi ini dimulai dengan kehadiran mahasiswa dari Universitas Nasional dan Universitas Bung Karno, kemudian diikuti oleh ratusan peserta lain dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

      Para demonstran mengenakan berbagai atribut kampus, seperti almamater berwarna hijau, ungu, dan merah, serta membawa poster-poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

      Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah

      Salah satu poster yang dibawa oleh mahasiswa Universitas Bung Karno menampilkan gambar Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, dengan tulisan satir, “Indonesia Terang karena Kami Dibuat Kenyang dari Pajak Mereka.”

      Seorang orator dari Universitas Nasional menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

      Ia menegaskan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan dan kontrol sosial yang bertugas mengatasi permasalahan di tengah masyarakat.

      Tuntutan Mahasiswa

      Koordinator Pusat BEM SI, Herianto, mengungkapkan bahwa unjuk rasa ‘Indonesia Gelap’ akan berlangsung hingga perwakilan Istana Negara menemui massa aksi.

      Dalam aksi ini, BEM SI menyampaikan sembilan tuntutan utama, antara lain:

      • Mengaji ulang Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
      • Evaluasi program makan bergizi gratis.
      • Transparansi status pembangunan dan penggunaan pajak rakyat.
      • Pengesahan RUU Perampasan Aset.
      • Penolakan terhadap dwifungsi TNI.
      • Penolakan revisi UU Minerba yang bermasalah.
      • Penolakan impunitas dan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
      • Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional.
      • Penolakan terhadap campur tangan Presiden Joko Widodo dalam pemerintahan Prabowo Subianto.

      Pengamanan dan Antisipasi

      Aparat kepolisian telah memasang barikade beton untuk mencegah massa aksi memasuki kawasan Jalan Medan Merdeka Barat.

      Polisi juga melakukan penyisiran terhadap batu dan benda tajam lainnya guna mengantisipasi potensi kericuhan selama unjuk rasa berlangsung.

      Latar Belakang Aksi

      Aksi ‘Indonesia Gelap’ ini merupakan respons terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat, termasuk pemotongan anggaran di sektor pendidikan dan kesehatan.

      Selain itu, mahasiswa juga menyoroti isu dwifungsi TNI dan kurangnya transparansi dalam penggunaan dana publik.

      Demonstrasi ini bertepatan dengan pelantikan kepala daerah di Istana Negara, yang dianggap sebagai momentum strategis untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

      Dukungan Masyarakat

      Selain mahasiswa, aksi ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk buruh dan komunitas lainnya.

      Mereka bersama-sama menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat dan mengancam kesejahteraan masyarakat luas.

    • Aksi Demo #IndonesiaGelap Kembali Digelar: Mahasiswa Desak Kebijakan Pro Rakyat

      Aksi Demo #IndonesiaGelap Kembali Digelar: Mahasiswa Desak Kebijakan Pro Rakyat

      Mediapasti.com – Aksi demonstrasi Indonesia Gelap kembali terjadi di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Demo ini bertepatan dengan pelantikan kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia.

      Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk mendorong para kepala daerah agar lebih berpihak kepada rakyat dalam membuat kebijakan.

      “Kami mengambil momentum pelantikan ini untuk menegaskan bahwa kepala daerah memiliki beban dan tanggung jawab besar dalam menyejahterakan rakyatnya,” ujar Herianto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/2/2025).

      Pemerintah Bungkam, Demo Diperbesar

      Aksi ini merupakan puncak kekecewaan mahasiswa, setelah demo sebelumnya pada Senin (17/2/2025) tidak mendapat respons dari pemerintah.

      “Kami sangat kecewa karena pemerintah sama sekali tidak mau menemui massa aksi dan mendengar tuntutan kami,” kata Herianto.

      Karena itu, demonstrasi kali ini diprediksi akan lebih besar, dengan massa aksi tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah, seperti Bandung, Lampung, Surabaya, Malang, Samarinda, Banjarmasin, Aceh, dan Bali.

      Para mahasiswa berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka sebelum gelombang protes semakin meluas.

      Tuntutan Demonstran: 13 Poin Perubahan yang Diharapkan

      Dalam aksi Indonesia Gelap sebelumnya di Patung Kuda, Jakarta, para demonstran menyampaikan 13 tuntutan utama, di antaranya:

      1. Pendidikan Gratis dan Berkualitas : Menuntut pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis, serta menolak pemangkasan anggaran pendidikan.

      2. Reforma Agraria Sejati : Menolak proyek strategis nasional yang dianggap merugikan petani dan masyarakat adat.

      3. Tolak Revisi UU Minerba : Menentang revisi Undang-Undang Minerba, yang dinilai membatasi kebebasan akademik dan membungkam suara kritis di kampus.

      4. Hapuskan Multi Fungsi ABRI :Menuntut pemisahan militer dari kehidupan sipil untuk mencegah potensi represi terhadap rakyat.

      5. Perlindungan Hak Masyarakat Adat : Mendesak pemerintah segera mengeluarkan UU Masyarakat Adat untuk melindungi hak-hak mereka.

      6. Cabut Inpres No. 1 Tahun 2025 : Menolak Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang dianggap mengancam kepentingan rakyat.

      7. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis : Meminta pemerintah untuk mengevaluasi program makan bergizi gratis agar benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

      8. Anggaran Tunjangan Kinerja Dosen : Mendesak pemerintah merealisasikan anggaran tunjangan dosen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

      9. Perampasan Aset Koruptor : Mendesak Presiden mengeluarkan Perppu Perampasan Aset untuk mempermudah penyitaan harta hasil korupsi.

      10. Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan : Menolak revisi UU yang dinilai berpotensi menguatkan impunitas aparat keamanan.

      11. Efisiensi dan Rombak Kabinet : Meminta perombakan Kabinet Merah Putih untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mengurangi pemborosan anggaran.

      12. Reformasi DPR : Menolak revisi peraturan DPR tentang tata tertib, yang dinilai semakin membatasi partisipasi rakyat dalam kebijakan.

      13. Reformasi Kepolisian : Mendesak reformasi total institusi Polri guna meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.

      Pemerintah Harus Segera Merespon

      Gelombang aksi #IndonesiaGelap menunjukkan bahwa kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah semakin besar.

      Bungkamnya pemerintah hanya akan memperbesar eskalasi protes.

      Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, bisa jadi aksi ini akan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan masif.

    • Luhut Binsar Pandjaitan Tanggapi Isu #IndonesiaGelap: “Yang Gelap Itu Kau, Bukan Indonesia”

      Luhut Binsar Pandjaitan Tanggapi Isu #IndonesiaGelap: “Yang Gelap Itu Kau, Bukan Indonesia”

      Mediapasti.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menepis anggapan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi “gelap” seperti yang ramai dibahas di media sosial melalui tagar #IndonesiaGelap.

      Tagar ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.

      Puncaknya, ribuan mahasiswa turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).

      Menanggapi hal ini, Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak mengalami krisis seperti yang digaungkan di media sosial.

      “Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap itu kau, bukan Indonesia. Jadi kita jangan terus mengklaim sana-sini,” ujar Luhut dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

      Luhut: Indonesia Masih Baik Dibanding Negara Lain

      Menurut Luhut, meskipun Indonesia menghadapi berbagai tantangan, hal ini juga dialami oleh banyak negara lain.

      Salah satunya adalah masalah lapangan kerja, yang juga menjadi isu di Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya.

      “Ada yang bilang di sini lapangan kerja kurang, di mana yang lapangan kerja enggak kurang? Di Amerika juga bermasalah, di mana-mana bermasalah,” tegasnya.

      Luhut juga menambahkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi isu ketenagakerjaan.

      Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah memberdayakan 300 generasi muda di Perum Peruri untuk mengelola GovTech.

      Selain itu, ia menyoroti besarnya potensi pasar Indonesia, mengingat jumlah penduduk yang telah mencapai 282 juta jiwa pada Semester I 2024, dan diprediksi akan meningkat menjadi 300 juta jiwa pada 2030.

      “Kita harus bangga sebagai orang Indonesia. We are doing right, we are doing so good so far,” tuturnya.

      Asal Mula Tagar #IndonesiaGelap dan Aksi Mahasiswa

      Tagar #IndonesiaGelap mulai ramai di media sosial X (Twitter) sejak awal Februari 2025. Netizen menggunakannya sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.

      Beberapa kebijakan yang menjadi sorotan dalam tagar ini antara lain:

      • Kebijakan penjualan elpiji 3 kg, yang dinilai menyebabkan kelangkaan gas di berbagai daerah.
      • Efisiensi anggaran yang memicu gelombang PHK, terutama di sektor industri dan startup.
      • Pemangkasan tunjangan bagi dosen dan tenaga pendidik, yang berdampak pada kesejahteraan akademisi.

      Kondisi ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa di berbagai daerah pada Senin (17/2/2025), menuntut transparansi dan solusi dari pemerintah.

      Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan mendapat reaksi beragam dari publik.

      Di satu sisi, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia masih dalam kondisi yang baik. Namun, di sisi lain, banyak masyarakat dan mahasiswa yang tetap menyoroti berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

      Gelombang kritik ini menunjukkan bahwa ada gap persepsi antara pemerintah dan masyarakat, yang perlu dijembatani dengan komunikasi lebih transparan dan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.