• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • IndonesiaGelap – Laman 2 – Mediapasti.com

    Tag: IndonesiaGelap

    • BEM SI Siapkan Aksi “Indonesia Gelap” Bertepatan dengan Pelantikan 481 Kepala Daerah

      BEM SI Siapkan Aksi “Indonesia Gelap” Bertepatan dengan Pelantikan 481 Kepala Daerah

      Mediapasti.com – Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, mengumumkan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan teknis lapangan (teklap) pada Rabu malam, 19 Februari 2025, untuk membahas persiapan aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap”.

      Aksi ini direncanakan berlangsung di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Februari 2025, bertepatan dengan pelantikan 481 kepala daerah terpilih.

      “Kemungkinan besarnya di depan Istana Negara,” ujar Herianto saat dihubungi pada Selasa, 18 Februari 2025.

      Perkiraan Jumlah Massa dan Tuntutan

      Herianto memperkirakan jumlah peserta aksi kali ini akan lebih besar dibandingkan demonstrasi sebelumnya, terutama jika pemerintah tidak merespons tuntutan yang telah disampaikan.

      Pada aksi sebelumnya, Senin, 17 Februari 2025, di depan Patung Kuda, tuntutan mahasiswa tidak mendapatkan tanggapan dari pemerintah.

      Hal ini semakin memotivasi BEM SI untuk menggelar aksi yang lebih besar.

      “Jumlah massa pasti akan lebih besar nanti kalau tuntutan kita kemarin tidak direspons oleh pemerintah,” tegas Herianto.

      Pelantikan Kepala Daerah di Istana Negara

      Pada hari yang sama dengan rencana aksi, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik 481 kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta.

      Pelantikan ini akan diikuti oleh gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.

      Harapan Mahasiswa terhadap Respons Pemerintah

      Mahasiswa berharap pemerintah segera menanggapi tuntutan yang telah mereka sampaikan sebelum acara pelantikan berlangsung. Ketidakpedulian pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa dianggap sebagai indikasi bahwa pemerintah enggan mendengar aspirasi rakyat.

      “Sikap yang ditunjukkan itu sesuai dengan tema aksi kita, ‘Indonesia Gelap’, yang artinya pemerintah tidak mau mendengar pencerahan dari rakyat,” jelas Herianto.

    • Aksi Demonstrasi “Indonesia Gelap”: Mahasiswa Sampaikan 13 Tuntutan kepada Pemerintah

      Aksi Demonstrasi “Indonesia Gelap”: Mahasiswa Sampaikan 13 Tuntutan kepada Pemerintah

      Mediapasti.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

      Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan sejumlah elemen mahasiswa lainnya.

      Demonstrasi tersebut diwarnai dengan kericuhan, termasuk pelemparan botol air mineral dan pembakaran ban oleh massa aksi.

      Latar Belakang Aksi “Indonesia Gelap”

      Aksi “Indonesia Gelap” merupakan respons mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

      Salah satu isu utama yang disoroti adalah pemangkasan anggaran pendidikan akibat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang dinilai merugikan sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

      Selain itu, mahasiswa menolak revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang, karena dianggap mengancam independensi akademik.

      13 Tuntutan Mahasiswa

      Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 13 tuntutan utama kepada pemerintah:

      1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.
      2. Menolak pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.
      3. Mendesak pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan.
      4. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.
      5. Mencabut proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berpihak pada rakyat dan mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati.
      6. Menghapuskan multifungsi ABRI untuk mencegah keterlibatan militer dalam sektor sipil yang berpotensi menciptakan represi.
      7. Mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat untuk memberikan perlindungan hukum yang jelas atas tanah dan kebudayaan mereka.
      8. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena dianggap sebagai ancaman terhadap kepentingan rakyat seperti pendidikan dan kesehatan.
      9. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan tidak menjadi alat politik semata.
      10. Realisasi anggaran tunjangan kinerja dosen untuk meningkatkan kesejahteraan akademisi dan kualitas pendidikan tinggi.
      11. Mendesak Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Perampasan Aset untuk memberantas korupsi dan kejahatan ekonomi.
      12. Menolak revisi Undang-Undang TNI, Polri, dan Kejaksaan yang berpotensi menguatkan impunitas aparat dan melemahkan pengawasan terhadap mereka.
      13. Efisiensi dan perombakan Kabinet Merah Putih untuk mengatasi pemborosan dan kinerja pejabat yang tidak bertanggung jawab.

      Kericuhan dalam Aksi

      Selama aksi berlangsung, terjadi beberapa insiden kericuhan.

      Sejumlah mahasiswa melemparkan botol plastik, bilah kayu, dan sampah ke arah aparat kepolisian yang berjaga di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

      Selain itu, massa aksi membakar ban, spanduk, tumpukan sampah, dan batang kayu sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.

      Kobaran api dan asap hitam pekat sempat memenuhi area unjuk rasa, memaksa banyak peserta aksi mengenakan masker untuk menghindari bau menyengat.

      Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa dalam aksi “Indonesia Gelap”.

      Para demonstran menegaskan bahwa aksi serupa akan terus berlanjut di berbagai daerah di seluruh Indonesia jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    • Polisi Kerahkan Ribuan Personel Amankan Aksi “Indonesia Gelap” di Monas

      Polisi Kerahkan Ribuan Personel Amankan Aksi “Indonesia Gelap” di Monas

      Mediapasti- Polisi mengerahkan lebih dari seribu personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa bertajuk “Indonesia Gelap” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).

      Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa 1.623 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan ini.

      Personel Gabungan dari Berbagai Instansi

      Personel yang terlibat berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan instansi terkait lainnya.

      Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari Bundaran Patung Kuda hingga depan Istana Negara.

      Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional, bergantung pada perkembangan massa di lapangan.

      Imbauan untuk Masyarakat dan Peserta Aksi

      Kapolres mengimbau masyarakat yang akan melintasi area sekitar Monas untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

      Selain itu, petugas diinstruksikan untuk bertindak persuasif, mengutamakan negosiasi, dan menjaga keamanan serta keselamatan semua pihak.

      Para koordinator lapangan dan orator diharapkan menyampaikan aspirasi dengan santun tanpa memprovokasi massa.

      Lima Tuntutan Utama Mahasiswa

      Aksi “Indonesia Gelap” ini diinisiasi oleh sejumlah elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

      Koordinator Aksi UI, Muhammad Rafid Naufal Abrar, menyebutkan lima tuntutan utama yang akan disuarakan:

      • Menghentikan pembuatan kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
      • Mendesak pemerintah mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran, yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
      • Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang, guna menjaga independensi akademik.
      • Meminta pemerintah mencairkan tunjangan dosen dan tenaga pendidik tanpa pemotongan atau hambatan birokrasi.
      • Mendesak evaluasi total pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.