• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • keracunan makanan – Mediapasti.com

    Tag: keracunan makanan

    • Diduga Keracunan Makanan, 3 Orang Tewas didalam Rumah Kontrakan di Jakarta Utara

      Diduga Keracunan Makanan, 3 Orang Tewas didalam Rumah Kontrakan di Jakarta Utara

      Suasana mencekam menyelimuti sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas 5, Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1) pagi. Tiga orang dinyatakan tewas dalam kondisi yang diduga kuat akibat keracunan makanan. Polres Metro Jakarta Utara masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini.

      Ketiga korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai seorang anak laki-laki berinisial AAB (13), dan dua perempuan berinisial SS (50) dan AAL (27). Sementara satu orang lainnya, pria berinisial ASJ (22), berhasil selamat dan kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Koja.

      Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, tim masih melakukan olah TKP dan identifikasi jasad. Kami masih lakukan olah tempat kejadian dan identifikasi jasad korban, ujarnya.

      Kronologi kejadian mulai terkuak dari keterangan dua saksi. Saksi pertama mengaku masih berpapasan dengan salah satu korban, AAL, pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB. Keesokan paginya, suasana tragis terbongkar oleh saksi kedua yang baru tiba di lokasi.

      Saksi kedua itu mengaku mendengar suara ASJ yang meminta tolong dari dalam rumah, jelas AKBP Onkoseno. Dengan segera, saksi mendatangi sumber suara. Ia menemukan ASJ dalam keadaan lemah. Korban selamat itu terlihat baru saja keluar dari kamar mandi. Saat ditanya apa yang terjadi, ASJ hanya menjawab, Tidak tahu, karena dirinya lagi mandi. Melihat kondisi genting, saksi segera menghubungi Ketua RT setempat untuk meminta bantuan mendesak.

      Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menemukan titik terang musabab tragedi ini.

    • Terjadi Kembali Keracunan Diduga Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis di Bangkep 157 Siswa dilarikan ke Rumah Sakit

      Terjadi Kembali Keracunan Diduga Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis di Bangkep 157 Siswa dilarikan ke Rumah Sakit

      Sejumlah siswa sekolah yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 15.00 WITA. Dari 220 siswa penerima MBG, sebanyak 157 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan.

      Awalnya, enam siswa sempat mendapatkan perawatan di RS Trikora, Salakan. Empat di antaranya menjalani rawat inap (satu siswa kelas VI dan tiga siswa kelas IV), sementara dua lainnya hanya mendapat perawatan jalan di rumah. Gejala yang dialami para siswa berupa mual, pusing, dan nyeri perut.

      Selain itu, sejumlah siswa kelas III juga mengeluhkan sakit perut, namun memilih tidak berobat ke fasilitas kesehatan. Hingga sore ini, dari total 157 pasien, sekitar 80 siswa telah diperbolehkan pulang ke rumah setelah kondisi membaik, sementara sisanya masih dalam pemantauan medis.

      Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam dan memastikan pemerintah daerah segera mengambil langkah evaluasi.

      Pihak medis bersama dinas terkait kini terus memantau perkembangan kesehatan para siswa sambil menunggu hasil uji laboratorium. (IkB)

    • 140 Siswa SMP di Kupang Diduga Keracunan Usai Makan MBG Selama 2 Hari

      140 Siswa SMP di Kupang Diduga Keracunan Usai Makan MBG Selama 2 Hari

      Sebanyak 140 siswa SMP Negeri 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus ini.

      Dilansir detikBali, peristiwa ini terjadi pada Selasa (22/7/2025). Kejadian bermula sekitar pukul 07.30 Wita, saat kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Theresia Lana, mengatakan beberapa siswa mulai izin ke toilet karena diare dan sakit perut. Jumlah siswa yang mengeluh terus bertambah hingga memenuhi ruang UKS.

      “Jadi proses KBM sekitar jam 07.30 pagi, sudah ada siswa kami yang bolak-balik ke kamar mandi, ternyata mereka mencret dan ada yang sakit perut,” kata Maria, Selasa (22/7).

      Maria menyebut program MBG untuk hari itu dihentikan sementara. Beberapa siswa mengaku makanan yang dikonsumsi pada hari sebelumnya terasa asin dan asam, terutama tahu dan sayurnya.

      Polres Kupang Kota turut melakukan penyelidikan atas kasus dugaan keracunan massal ini. Polisi mengumpulkan data siswa yang terdampak dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta rumah sakit.

      “Kami masih mendata jumlah siswa yang sakit di sekolah maupun rumah sakit,” ujar Kasi Humas Polresta Kupang Kota, Ipda Frangky Lapuisaly.

      Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan telah membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan keracunan massal ini. Tim tersebut terdiri atas Dinas Kesehatan Provinsi, Pemkot Kupang, serta BPOM. “Kalau dugaan ini benar, tentu masih dicek lebih lanjut. Kami perlu pembuktian ilmiah yang akurat,” kata Melki.