• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Kesehatan Masyarakat – Mediapasti.com

    Tag: Kesehatan Masyarakat

    • COVID-19 Kembali Terdeteksi, DPR Minta Kemenkes dan Rumah Sakit Siaga Total

      COVID-19 Kembali Terdeteksi, DPR Minta Kemenkes dan Rumah Sakit Siaga Total

      Mediapasti.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bersikap antisipatif dan responsif menyusul kembali terdeteksinya kasus COVID-19 di Indonesia.

      Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh rumah sakit dalam menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.

      “Kesiapan rumah sakit yang dimaksud mencakup kecukupan tenaga medis, obat-obatan, serta ruang rawat inap. Semua itu penting agar pasien COVID-19 bisa ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Lucy kepada wartawan, Kamis (5/6/2025).

      Kolaborasi Antar-Kementerian Jadi Kunci

      Lucy juga mendorong Kemenkes untuk segera berkoordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), guna mengantisipasi penularan dari tingginya mobilitas masyarakat.

      “Kemenkes perlu menggandeng Kemenhub dalam memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan, termasuk memastikan kembali diberlakukannya protokol kesehatan seperti penggunaan masker,” jelasnya.

      Langkah preventif ini dinilai penting agar penularan virus bisa ditekan sejak awal, terutama jika varian baru terbukti lebih mudah menular.

      Masyarakat Diminta Kembali Terapkan Protokol Kesehatan

      Selain kepada pemerintah, Lucy juga mengimbau masyarakat agar kembali mewaspadai penularan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang sempat dilonggarkan.

      “Kita semua harus bersikap antisipatif. Masyarakat bisa mulai kembali menggunakan masker di ruang publik dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya pencegahan,” tambahnya.

      Kemenkes: Kasus COVID-19 Meningkat, Varian Baru Muncul

      Menurut laporan Kemenkes per Senin (2/6/2025), ditemukan 7 kasus baru COVID-19, yang membuat total kasus sepanjang 2025 menjadi 72 pasien.

      Positivity rate juga naik menjadi 2,05 persen, padahal sebelumnya sempat turun di bawah 1 persen.

      Kemenkes mengungkapkan bahwa varian yang dominan di Indonesia saat ini adalah MB.1.1, yang merupakan turunan dari varian JN.1.

      Berdasarkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 yang diterbitkan pada 23 Mei 2025, Kemenkes juga mengingatkan potensi penyebaran dari varian-varian yang kini merebak di negara tetangga seperti:

      • Thailand: XEC dan JN.1
      • Singapura: LF.7 dan NB.1.8
      • Hong Kong: JN.1
      • Malaysia: XEC

      Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes meminta seluruh pihak—termasuk Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, dan instansi terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID-19 maupun potensi wabah lain.

      Langkah ini sejalan dengan peringatan dari WHO, yang masih mengklasifikasikan COVID-19 sebagai ancaman kesehatan global meski status darurat internasional telah dicabut sejak 2023.

    • BPOM Ungkap Jamu Oplosan Berbahan Kimia Berbahaya: 100 Ribu Produk Disita

      BPOM Ungkap Jamu Oplosan Berbahan Kimia Berbahaya: 100 Ribu Produk Disita

      Mediapasti.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) kembali mengungkap kasus peredaran obat tradisional ilegal yang membahayakan masyarakat.

      Lebih dari 100 ribu produk jamu berbahan herbal terbukti mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), seperti paracetamol, dexamethasone, sildenafil sitrat, hingga tadalafil.

      Penindakan ini dilakukan di lima lokasi di Jawa Tengah, dengan hasil seluruh produk tersebut diproduksi tanpa izin edar dan tidak memenuhi standar keamanan.

      Kepala BPOM: Jamu Berbahan Kimia Bisa Rusak Ginjal dan Hati

      Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan bahwa masyarakat sering kali tertipu karena menganggap jamu sebagai obat alami tanpa efek samping.

      Padahal, banyak produk jamu oplosan kini justru mengandung BKO berbahaya yang seharusnya hanya digunakan dalam obat kimia modern.

      “Kalau orang menggunakan obat tradisional, kan dipercaya secara natural ini minuman sehat. Tapi jika mengandung bahan kimia seperti dexamethasone, sildenafil sitrat, atau antibiotik, dampaknya ada dua: gangguan ginjal dan kerusakan hati,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu (28/5), dikutip dari detik.com.

      Modus Produsen Nakal dan Persebaran Luas

      Produsen jamu oplosan ini disebut menggunakan berbagai modus untuk menipu konsumen, termasuk mengedarkan produk melalui jalur tidak resmi dan menyamarkannya sebagai obat herbal.

      Temuan peredaran jamu oplosan ini tak hanya terjadi di Jawa Tengah, namun juga di Bandung, Medan, Lampung, Riau, hingga Makassar.

      BPOM mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam membeli produk jamu, terutama yang menjanjikan efek instan seperti peningkatan stamina atau penyembuhan cepat.

      Berikut beberapa nama produk jamu yang terbukti mengandung BKO dan telah ditarik dari peredaran:

      • Pegal Linu Cap Dua Manggis
      • Pegal Linu Cap Madu Manggis Hijau
      • Pegal Linu Cap Kereta Api Plastik
      • Super Stamina Pria Cap Madu Manggis
      • Pegal Linu Cap Madu Manggis
      • Pegal Linu Nusantara
      • Urat Madu
      • Montalin
      • Godong Ijo
      • Tongkat Arab
      • Jakarta Bandung Plus
      • Kopi Joss
      • Super Greng

      Hasil Uji Lab: Mengandung Sildenafil dan Natrium Diklofenak

      Hasil uji laboratorium BPOM menemukan bahwa produk-produk ini tidak hanya melanggar perizinan, tetapi juga mengandung zat kimia aktif berbahaya, seperti sildenafil sitrat (obat disfungsi ereksi) dan natrium diklofenak (obat antiinflamasi).

      Kandungan tersebut berisiko tinggi bila digunakan tanpa pengawasan medis, terutama bagi penderita penyakit jantung, ginjal, atau liver.

      BPOM meminta masyarakat:

      • Selalu memeriksa izin edar produk sebelum membeli.
      • Tidak tergiur jamu atau suplemen yang menjanjikan efek instan.
      • Melaporkan produk mencurigakan melalui haloBPOM 1500533 atau aplikasi BPOM Mobile.
      • Untuk memastikan keamanan konsumsi jamu, pastikan hanya membeli produk dari produsen resmi dan berlabel BPOM.
    • Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari 2025

      Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari 2025

      Mediapasti.com – Pada 10 Februari 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia.

      Program ini bertujuan untuk memastikan kesehatan masyarakat dari semua kalangan usia, sebagai bagian dari visi Kabinet Merah Putih untuk meningkatkan kualitas hidup warga negara.

      Tujuan Utama Program PKG dan Target Penerimanya

      Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa program PKG ini ditujukan untuk mencakup sekitar 280 juta penduduk Indonesia.

      Program ini akan melibatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi semua kelompok usia, termasuk bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

      Jenis Pemeriksaan Kesehatan Berdasarkan Kelompok Usia

      Untuk memberikan layanan yang maksimal, program PKG akan melibatkan pemeriksaan kesehatan yang disesuaikan dengan usia, di antaranya:

      • Bayi Baru Lahir: Enam jenis pemeriksaan kesehatan.
      • Balita (Usia di bawah 6 Tahun): Delapan jenis pemeriksaan.
      • Anak-anak (Sekolah Dasar): Sebanyak 11 jenis pemeriksaan.
      • Remaja (Sekolah Menengah Pertama dan Atas): 13 jenis pemeriksaan.
      • Dewasa dan Lansia: Hingga 19 jenis pemeriksaan yang meliputi berbagai aspek kesehatan.

      Implementasi Program PKG di Puskesmas dan Klinik

      Sebagai langkah awal, program PKG akan dimulai di 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik di seluruh Indonesia.

      Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada hari ulang tahun warga atau satu bulan setelahnya, dengan pengecualian untuk bulan Januari, Februari, dan Maret yang akan diberi kelonggaran hingga April.

      Dampak Positif bagi Masyarakat Indonesia

      Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

      Dengan pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan usia, pemerintah berharap dapat memberikan perhatian khusus pada masalah kesehatan yang lebih umum di setiap kelompok umur.