• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • LEVERKUSEN – Mediapasti.com

    Tag: LEVERKUSEN

    • Harry Kane Akhiri Kutukan Trofi: Bawa Bayern Muenchen Juara Bundesliga 2025

      Harry Kane Akhiri Kutukan Trofi: Bawa Bayern Muenchen Juara Bundesliga 2025

      Mediapasti.com – Setelah bertahun-tahun menanti, Harry Kane akhirnya meraih trofi pertamanya dalam karier profesionalnya.

      Penantian panjang sang kapten Timnas Inggris itu berakhir pada Minggu (4/5/2025), saat Bayern Muenchen resmi memastikan gelar Bundesliga musim 2024/2025, berkat hasil imbang 2-2 yang dialami Bayer Leverkusen saat bertandang ke Freiburg.

      Dengan hanya dua pertandingan tersisa, hasil tersebut membuat Bayern unggul delapan poin, yang tidak bisa lagi dikejar Leverkusen di papan klasemen.

      Rekor dan Prestasi Kane di Bundesliga

      Performa Kane di Jerman sangat luar biasa. Dua pekan sebelumnya, penyerang berusia 31 tahun itu memecahkan rekor Bundesliga dengan 60 gol dalam 60 pertandingan liga sebuah pencapaian langka bagi pemain yang baru dua musim bermain di kompetisi tersebut.

      Kane kini juga bersiap mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang menjadi top skor Bundesliga dalam dua musim pertamanya.

      Perjalanan Panjang Menuju Trofi Pertama

      Sebelum bergabung dengan Bayern, Kane dikenal sebagai salah satu striker paling produktif di dunia yang belum pernah memenangkan trofi utama.

      Ia telah mencetak lebih dari 400 gol untuk klub dan negara, menjadi top skor sepanjang masa Timnas Inggris, serta berada di posisi kedua daftar pencetak gol sepanjang masa Liga Inggris setelah Alan Shearer.

      Namun, kiprahnya di Tottenham Hotspur selama lebih dari satu dekade selalu berujung tanpa gelar, bahkan setelah mencapai final Liga Champions 2019 dan beberapa kali menjadi top skor Premier League.

      Hal ini memunculkan narasi “kutukan gelar Harry Kane” yang melekat selama bertahun-tahun. Namun, mitos itu resmi runtuh pada Minggu malam waktu Jerman.

      Ucapan Selamat dari Xabi Alonso dan Persaingan Ketat Musim Ini

      Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, yang juga mantan pemain Bayern, menyampaikan selamat kepada tim Bavarian tersebut atas gelar ke-34 Bundesliga mereka (ke-33 sejak era Bundesliga dimulai pada 1963).

      “Selamat kepada Bayern. Ini adalah keberhasilan yang pantas. Mereka adalah tim yang lebih konsisten sepanjang musim dan layak mendapatkan gelar tersebut,” ujar Alonso dalam wawancara bersama DAZN.

      Musim ini, Bayern dan Leverkusen memang bersaing ketat. Namun, konsistensi Bayern sejak pertengahan musim membuat mereka kembali mendominasi di papan atas.

      Trofi Pertama, Tapi Bukan yang Terakhir?

      Dengan trofi Bundesliga di tangan, Harry Kane kini mengincar lebih banyak gelar, termasuk di kompetisi Eropa.

      Bayern masih berjuang di Liga Champions musim ini dan Kane menjadi tumpuan utama.

      Kesuksesan ini juga membuka jalan bagi Kane untuk memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia tanpa lagi dibayangi narasi “tanpa trofi”.

    • Fonseca Kecam Wasit Akibat Kekalahan Rossoneri Dalam Pertandingan Leverkusen VS Milan!

      Fonseca Kecam Wasit Akibat Kekalahan Rossoneri Dalam Pertandingan Leverkusen VS Milan!

      Mediapasti.com – Pelatih AC Milan Paulo Fonseca menilai timnya harusnya mendapat penalti saat kalah dari Bayer Leverkusen. Ia merasa wasit banyak merugikan Rossoneri.

      Milan kalah 0-1 dari Leverkusen di BayArena pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (2/10/2024). Gol kemenangan tuan rumah lahir lewat Victor Boniface.

      Milan mampu memberikan perlawanan sengit kepada Leverkusen meski harus rela kalah. Leverkusen hanya unggul penguasaan bola tipis yaitu 51 persen dibanding 49 persen milik Milan. Kedua tim juga sama-sama bikin 16 tembakan.

      Rossoneri juga berpeluang mendapatkan penalti di menit akhir laga. Hal ini terjadi usai Ruben Loftus-Cheek ditendang oleh Piero Hincapie. Namun, wasit tak memberikan sepakan 12 pas untuk Milan.

      Keputusan wasit ini bikin pelatih Milan, Paulo Fonseca geram. Apalagi saat insiden tersebut juga tak ditinjau VAR.

      Fonseca menganggap wasit berat sebelah membela Leverkusen pada laga ini. Pasalnya selain penalti banyak keputusan wasit yang menurutnya merugikan Milan.

      “Yang aneh bagi saya adalah VAR tidak melakukan intervensi. Itu di garis, jadi itu harus penalti,” ujar Fonseca dikutip dari Football Italia.

      “Mereka bahkan tidak melihat situasinya. Saya merasa selama pertandingan bahwa wasit tidak ragu mengambil keputusan yang merugikan kami. Saya tidak suka berbicara tentang wasit, tetapi inilah yang terjadi,” jelasnya.

      Kekalahan ini bikin Milan tenggelam di peringkat ke-29 dengan belum meraih angka. Sementara, Leverkusen berada di peringkat ketiga dengan enam angka hasil dari dua kali menang.

    • Menang Di 44 Laga Beruntun Leverkusen Cetak Sejarah Tak Terkalahkan

      Menang Di 44 Laga Beruntun Leverkusen Cetak Sejarah Tak Terkalahkan

      Mediapasti.com – Bayer Leverkusen telah menorehkan sejarah baru dengan mencatatkan rekor 44 laga tak terkalahkan di semua kompetisi. Hal ini mereka capai setelah bermain imbang 1-1 melawan West Ham United di leg kedua perempat final Liga Europa pada tanggal 19 April 2024.

      Dengan hasil imbang ini, Leverkusen melaju ke semifinal Liga Europa dengan agregat 3-1. Catatan tak terkalahkan mereka pun menjadi yang terpanjang di antara tim-tim dari lima liga top Eropa (Bundesliga Jerman, Liga Inggris, La Liga Spanyol, Serie A Italia, dan Ligue 1 Prancis).

      Sebelumnya, rekor tak terkalahkan terpanjang dipegang oleh Juventus dengan 43 laga, yang mereka capai pada periode Mei 2011 hingga Mei 2012.

      Pencapaian luar biasa Leverkusen ini diraih di bawah asuhan pelatih Xabi Alonso. Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada Desember 2023, Alonso telah membawa Leverkusen tampil gemilang di berbagai kompetisi.

      Berikut adalah beberapa faktor yang berkontribusi pada kesuksesan Leverkusen:

      • Permainan kolektif yang solid: Leverkusen tampil dengan permainan tim yang solid dan kompak. Setiap pemain saling bahu membahu dan bekerja keras untuk mencapai tujuan bersama.
      • Ketajaman lini depan: Leverkusen memiliki lini depan yang tajam dan berbahaya. Patrik Schick, Moussa Diaby, dan Florian Wirtz adalah beberapa pemain depan Leverkusen yang tampil gemilang musim ini.
      • Kekuatan lini belakang: Leverkusen memiliki lini belakang yang kuat dan kokoh. Edmond Tapsoba, Piero Hincapie, dan Jonathan Tah adalah beberapa pemain belakang Leverkusen yang tampil solid musim ini.
      • Kejeniusan Xabi Alonso: Xabi Alonso telah menunjukkan kejeniusannya sebagai pelatih. Dia mampu menerapkan strategi yang tepat dan memaksimalkan potensi para pemainnya.

      Keberhasilan Leverkusen ini tentu menjadi kabar gembira bagi para penggemarnya. Mereka patut bangga dengan pencapaian tim kesayangan mereka. Leverkusen pun kini menjadi salah satu tim terkuat di Eropa dan berpeluang untuk meraih gelar juara di berbagai kompetisi.