• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • milan – Mediapasti.com

    Tag: milan

    • Milan vs Bologna: Rossoneri Kembali Gagal Angkat Trofi Coppa Italia

      Milan vs Bologna: Rossoneri Kembali Gagal Angkat Trofi Coppa Italia

      Mediapasti.com – AC Milan kembali gagal meraih trofi Coppa Italia setelah dikalahkan Bologna di partai final. Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Rossoneri sebagai tim yang paling sering kalah di final Coppa Italia.

      Laga final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (15/5/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk kemenangan Bologna. Gol semata wayang dicetak oleh Dan Ndoye di babak kedua, sekaligus memastikan Milan pulang tanpa gelar.

      Statistik memperlihatkan tren negatif Milan dalam sejarah Coppa Italia. Dari tujuh final terakhir yang mereka jalani, Milan hanya sekali menang—yaitu saat menundukkan AS Roma dengan agregat 6-3 pada musim 2002/2003. Itu juga merupakan gelar terakhir Milan di ajang ini.

      Secara total, Milan sudah tampil di 15 final Coppa Italia. Namun, hanya lima kali keluar sebagai juara, sementara 10 kali lainnya berakhir sebagai runner-up—menjadikan mereka tim dengan kekalahan terbanyak di partai final kompetisi ini.

      Kekalahan ini juga berdampak pada harapan Milan untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan. Jalur Coppa Italia untuk menuju Liga Europa kini tertutup, sementara posisi mereka di klasemen Serie A saat ini hanya berada di peringkat delapan dengan dua laga tersisa.

      Usai pertandingan, bek Milan Mattia Gabbia mengungkapkan kekecewaannya.

      “Kami kecewa dengan jalannya pertandingan dan sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat,” ujar Gabbia kepada Sport Mediaset.
      “Ada penyesalan, karena ini musim yang negatif buat kami. Malam ini seharusnya bisa jadi indah kalau kami bermain lebih baik. Dalam situasi seperti ini, kita juga harus berani mengakui keunggulan lawan.”

      Dengan dua pertandingan sisa di liga, Milan kini menghadapi tekanan besar untuk setidaknya menyelamatkan musim dengan tiket Eropa—meski peluangnya semakin tipis.

    • AC Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Setelah Ditahan Feyenoord

      AC Milan Gagal Lolos ke 16 Besar Setelah Ditahan Feyenoord

      Mediapasti.com – AC Milan harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Feyenoord di leg kedua babak 16 besar.

      Hasil ini membuat Rossoneri tersingkir dengan agregat 1-2 dari wakil Belanda tersebut.

      Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, mengakui bahwa kegagalan timnya melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa ini adalah sebuah kemunduran besar.

      “Ini jelas sebuah kegagalan. Kami ingin mencapai babak 16 besar,” ujar Conceicao dalam konferensi pers pasca-pertandingan, dikutip dari Football Italia, Rabu (20/2/2025).

      Jalannya Pertandingan: Kartu Merah Theo Hernandez Jadi Titik Balik

      Pertandingan di San Siro dimulai dengan sangat baik bagi AC Milan.

      Santiago Gimenez mencetak gol cepat saat laga baru berjalan di bawah satu menit, memberi harapan bagi tuan rumah untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan 0-1 di leg pertama.

      Namun, harapan Milan mulai goyah di babak kedua setelah Theo Hernandez mendapatkan kartu merah pada menit ke-51.

      Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Feyenoord.

      Mereka akhirnya menyamakan kedudukan melalui Julian Carranza pada menit ke-73, yang memastikan skor tetap 1-1 hingga akhir laga.

      Hasil ini membuat Milan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Liga Champions.

      Sergio Conceicao: “Saya yang Bertanggung Jawab, Bukan Theo”

      Ketika ditanya soal kartu merah Theo Hernandez yang menjadi titik balik laga, Conceicao menegaskan bahwa ia tidak ingin menyalahkan pemainnya secara individu.

      “Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo. Kami akan membahasnya secara internal di ruang ganti. Theo telah memberikan banyak hal kepada Milan, dan saya juga telah melakukan banyak kesalahan dalam karier saya.”

      Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Conceicao yang baru menangani AC Milan selama dua setengah bulan terakhir.

      Sejak kedatangannya, Milan mengalami tiga kekalahan, termasuk melawan Juventus dan Dinamo Zagreb.

      Evaluasi Conceicao: Milan Masih dalam Proses Adaptasi

      Meskipun gagal di Liga Champions, Conceicao menegaskan bahwa Milan masih dalam tahap pembangunan kembali dan menghadapi banyak tantangan, termasuk cedera pemain yang menghambat konsistensi tim.

      “Saya baru berada di sini sekitar satu setengah bulan, tetapi dibandingkan dengan pelatih yang sudah di sini bertahun-tahun. Kami belum bisa bekerja dengan skuad penuh. Namun, kami memenangkan satu-satunya trofi yang bisa kami menangkan, berada di semifinal Coppa Italia, dan sejak saya datang, kami telah mengumpulkan 14 poin di Serie A, sementara Napoli hanya 15 poin.”

      Fokus ke Serie A dan Coppa Italia

      Setelah tersingkir dari Liga Champions, AC Milan kini harus segera mengalihkan fokus ke Serie A dan Coppa Italia.

      Mereka akan menjalani laga penting melawan Torino di Stadion Olimpico Turin pada Minggu (23/2/2025) pukul 00.00 WIB.

      “Sekarang kami harus fokus menghadapi Torino, lalu pertandingan berikutnya, dan berikutnya. Kami juga masih berjuang di Coppa Italia,” tutup Conceicao.

      Dengan tekanan yang semakin besar, AC Milan harus segera bangkit jika ingin menyelamatkan musim mereka.

    • AC Milan Raih poin Penuh pada pekan Pertama Serie A atas Bologna, Debut Bahagia Pullisic

      AC Milan Raih poin Penuh pada pekan Pertama Serie A atas Bologna, Debut Bahagia Pullisic

      Duel Bologna vs AC Milan menandakan kelahiran kombo eks Chelsea yang tampil apik, Christian Pulisic dan Olivier Giroud. AC Milan membuka perjalanan di Liga Italia 2023-2024 secara gemilang.

      I Rossoneri memetik kemenangan pada pekan pertama di markas Bologna. Mentas di Stadion Renato Dall’Ara, Senin (21/8/2023) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB, Milan menggilas tuan rumah 2-0.

      Partai perdana ini ditandai gol dan penampilan yahud Christian Pulisic dalam debutnya. Bersama sesama rekannya semasa di Chelsea dulu, Olivier Giroud, winger timnas AS itu membentuk kolaborasi mengerikan di lini depan.

      Jalannya Pertandingan

      Tak butuh waktu lama bagi Pulisic memberikan kontribusi dalam debutnya di Liga Italia. Pada menit ke-11, dia menjadi otak lahirnya gol pertama AC Milan. Pemain beralias Kapten Amerika memberikan pre-assist atau umpan yang mendahului lahirnya assist buat gol pembuka Olivier Giroud. Bola terobosan lezat dari Pulisic melesat ke area kotak penalti dan disambut Tijjani Reijnders.

      Reijnders, gelandang Belanda keturunan Indonesia, melanjutkannya ke area muka gawang dan disambut sepakan Giroud. Tendangan bomber veteran Prancis itu sukses menggetarkan jala gawang untuk menciptakan gol pertama Milan di Serie A musim ini. Pasukan Stefano Pioli memeragakan permainan cair dan asyik dilihat. Kombinasi apik terutama diperlihatkan lini serang mereka dengan Pulisic sebagai pusat kreativitas.

      Pemuda berusia 24 tahun itu pun kembali menjadi aktor lahirnya gol kedua 10 menit kemudian. Dia sendiri yang mencatatkan nama di papan skor dengan cara brilian. Proses gol diawali giringan Pulisic dari sisi kanan serangan AC Milan hampir di area garis tengah lapangan.

      Dengan kelincahannya, dia menerobos adangan pemain musuh dan melakukan umpan satu-dua bersama Giroud. Berada di antara kepungan 2-3 pemain Bologna, Pulisic melepaskan tembakan kencang sebelum masuk kotak penalti.

      Arah lesakan berjarak 18 meter ini sempurna hingga bikin kiper musuh tak berdaya dan jala gawang bergetar kencang. Lukasz Skorupski terpaksa memungut bola untuk kedua kali dalam interval 10 menit saja. Dua gol Milan merupakan reaksi sempurna setelah mereka dikejutkan oleh tembakan kencang Charalampos Lykogiannis yang mengenai mistar tak sampai semenit usai kick-off.

      AC Milan menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

      Meskipun demikian, armada Pioli kalah dalam segi penguasaan bola (45%) dan penciptaan peluang. Rossoneri melesakkan 7 tembakan (3 akurat) berbanding 9 upaya milik Bologna (1).

      Memasuki babak kedua, kendali permainan kembali condong ke arah tuan rumah. Secara agresif, I Rossoblu memiliki 7 percobaan pascajeda, tetapi tak satu pun yang mengubah skor. Di sisi Milan, mereka mengendurkan tekanan dengan cuma menambahkan 3 tembakan, juga tanpa melahirkan gol ekstra.