• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • PHKMassal – Mediapasti.com

    Tag: PHKMassal

    • Industri Hotel dan Restoran Jakarta di Ambang Krisis: Biaya Operasional Naik, PHK Massal Mengancam

      Industri Hotel dan Restoran Jakarta di Ambang Krisis: Biaya Operasional Naik, PHK Massal Mengancam

      Mediapasti.com – Sektor hotel dan restoran di DKI Jakarta sedang berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

      Kombinasi dari menurunnya okupansi, anjloknya daya beli masyarakat, serta melonjaknya biaya operasional membuat pelaku usaha tertekan dari berbagai sisi.

      Apabila tidak segera dilakukan intervensi kebijakan yang tepat dari pemerintah, krisis ini dikhawatirkan akan berdampak sistemik terhadap sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga lapangan kerja.

      Okupansi Hotel Turun Akibat Efisiensi Pemerintah dan Sepinya Acara

      Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengungkapkan bahwa saat ini hampir semua jenis hotel mengalami penurunan okupansi yang signifikan.

      Penyebab utamanya adalah efisiensi anggaran dari instansi pemerintah yang selama ini menjadi salah satu sumber utama penyelenggaraan rapat dan acara di hotel.

      “Seluruh jenis hotel terkena dampaknya, mulai dari hotel bintang satu hingga bintang lima. Pemangkasan anggaran perjalanan dinas pemerintah pusat maupun daerah membuat pemesanan ruang rapat dan penginapan menurun drastis,” kata Sutrisno kepada CNBC Indonesia pada Senin (2/6/2025).

      Sebelumnya, kontribusi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang digelar oleh pemerintah mencapai lebih dari 30% terhadap pendapatan hotel di Jakarta.

      Dengan berkurangnya kegiatan ini, pendapatan hotel anjlok hingga 40% dalam empat bulan terakhir.

      Daya Beli Lesu, Restoran Kehilangan Konsumen

      Di sisi lain, sektor restoran dan layanan makanan juga tidak kalah terdampak. Penurunan daya beli masyarakat sebagai akibat dari tekanan inflasi, pengangguran terbuka, dan minimnya insentif fiskal menyebabkan penurunan jumlah kunjungan ke restoran, terutama di segmen menengah ke bawah.

      “Banyak restoran yang biasanya penuh di akhir pekan, kini kosong. Konsumen lebih memilih makan di rumah karena faktor harga,” ujar salah satu pelaku usaha restoran di kawasan Cikini.

      Survei yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2025 turun ke level 84,6 — jauh di bawah batas optimis sebesar 100.

      Hal ini menjadi indikator bahwa masyarakat cenderung menahan pengeluaran untuk sektor tersier seperti makan di luar dan rekreasi.

      Biaya Operasional Melejit: Air PDAM Naik 71%, Gas Industri Naik 20%

      Tekanan tidak berhenti sampai di situ. Kenaikan tajam pada komponen biaya operasional memperparah situasi.

      Tarif air bersih dari PDAM DKI Jakarta mengalami lonjakan sebesar 71% dalam enam bulan terakhir.

      Sementara itu, harga gas industri yang menjadi kebutuhan utama dapur hotel dan restoran naik 20% pada kuartal pertama 2025.

      “Kami tidak bisa menaikkan harga jual karena konsumen sudah sensitif harga. Jadi kami harus menanggung semua lonjakan biaya ini sendiri,” ujar seorang manajer hotel berbintang tiga di Jakarta Selatan.

      Beban ini makin terasa berat karena beberapa pelaku usaha masih memulihkan diri dari dampak pandemi COVID-19 yang sebelumnya menyebabkan kerugian bertahun-tahun.

      PHK Mengintai: Ribuan Pekerja Kontrak dan Harian Terancam

      Dengan penurunan pendapatan dan lonjakan biaya, banyak pelaku industri mulai melakukan efisiensi tenaga kerja.

      Sutrisno Iwantono menyatakan bahwa potensi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) bisa mencapai 10–30% dari total tenaga kerja di sektor ini.

      “Yang paling terancam adalah karyawan kontrak dan pekerja harian lepas. Beberapa hotel dan restoran sudah mulai mengurangi shift, bahkan menutup sementara layanan tertentu,” jelasnya.

      Data dari Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta mencatat bahwa lebih dari 603.000 orang bergantung pada sektor perhotelan dan restoran di wilayah ini, menjadikannya salah satu penyerap tenaga kerja terbesar setelah sektor perdagangan dan jasa.

      PHRI Desak Pemerintah Segera Bertindak

      PHRI meminta pemerintah untuk tidak menganggap krisis ini sebagai penurunan musiman. Mereka menyarankan agar pemerintah segera:

      • Memberikan relaksasi anggaran perjalanan dinas dan mendorong instansi kembali menggelar rapat di hotel.
      • Mengucurkan insentif fiskal bagi pelaku usaha hotel dan restoran, seperti keringanan pajak restoran dan pajak hotel.
      • Melakukan kampanye wisata domestik secara besar-besaran untuk menggerakkan kembali konsumsi dalam negeri.
      • Mengevaluasi kebijakan tarif air dan gas industri agar tidak memberatkan sektor strategis.

      “Kalau tidak ada intervensi cepat dari pemerintah, krisis ini bisa berdampak luas, bahkan ke sektor lain seperti UMKM, logistik, hingga seni budaya. Ini adalah sinyal bahaya,” tegas Iwantono.

      Dampak Jangka Panjang: Efek Domino ke Sektor Ekonomi Lain

      Sektor hotel dan restoran tidak berdiri sendiri. Mereka terhubung erat dengan industri lain seperti:

      • UMKM penyedia bahan makanan dan perlengkapan hotel
      • Sektor logistik yang memasok kebutuhan dapur dan peralatan
      • Industri kreatif dan seni seperti musik, event organizer, dan pertunjukan budaya yang biasa diselenggarakan di hotel atau restoran

      Jika sektor ini runtuh, maka dampaknya bisa merembet luas dan memperlambat pemulihan ekonomi secara nasional.

    • Nissan PHK 20 Ribu Karyawan Usai Rugi Rp75 Triliun: Tekanan Tarif AS & Saingan EV Jadi Pemicu

      Nissan PHK 20 Ribu Karyawan Usai Rugi Rp75 Triliun: Tekanan Tarif AS & Saingan EV Jadi Pemicu

      Mediapasti.com – Nissan Motor Co mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20 ribu karyawan di seluruh dunia setelah perusahaan mencatatkan kerugian bersih sebesar US$4,5 miliar (sekitar Rp74,9 triliun) pada kuartal pertama tahun 2025.

      Ini menjadi kerugian terbesar yang dialami perusahaan sejak restrukturisasi besar-besaran pada tahun 1999–2000.

      Dalam pernyataannya kepada media, CEO Nissan, Ivan Espinosa, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan bisnis perusahaan.

      “Kami tidak akan melakukan ini jika tidak diperlukan untuk bertahan hidup,” kata Espinosa, dikutip dari AFP, Selasa (13/5/2025).

      Penyebab Utama: Tarif AS, Kompetisi Ketat, dan Penurunan Penjualan

      Kerugian Nissan dipicu oleh berbagai faktor yang saling terkait. Salah satu yang paling signifikan adalah kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump terhadap produk otomotif dari luar negeri. Espinosa mengakui bahwa ketidakpastian akibat kebijakan tarif ini mengganggu proyeksi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

      “Ketidakpastian dari tarif AS membuat kami sulit memperkirakan secara rasional proyeksi laba operasional dan laba bersih dalam setahun penuh. Oleh karena itu, kami tidak menyebutkan angka-angka tersebut,” ujar Espinosa.

      Menurut analis Bloomberg Intelligence, Tatsuo Yoshida, Nissan adalah produsen mobil Jepang yang paling terdampak tarif Trump karena konsumen mereka dikenal sangat sensitif terhadap perubahan harga.

      Tak hanya tarif, kompetisi dari kendaraan listrik (EV) asal China seperti BYD, XPeng, dan NIO juga memberikan tekanan besar. Ketika pasar global bergerak cepat ke arah elektrifikasi, Nissan dinilai terlambat dalam menyusun strategi dan model kendaraan listrik yang kompetitif.

      Strategi Bertahan: Tutup Pabrik, Fokus EV, dan Peluang Merger

      Dalam upaya restrukturisasi, Nissan juga akan mengurangi jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 pabrik di seluruh dunia hingga 2027. Penutupan pabrik akan difokuskan pada fasilitas dengan tingkat utilisasi rendah atau wilayah yang kurang menguntungkan.

      Di sisi lain, Nissan juga mengumumkan rencana peluncuran serangkaian kendaraan listrik terbaru, dengan fokus utama pada pasar China dan Asia Tenggara. Strategi ini diambil guna bersaing langsung dengan merek lokal yang kini mendominasi pasar EV.

      Mengenai rencana merger, Espinosa menyatakan masih terbuka untuk melanjutkan dialog dengan Honda atau mitra strategis lainnya. Sebelumnya, rencana merger Nissan-Honda sempat gagal pada Februari 2025 setelah Honda ingin menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan—sebuah syarat yang ditolak keras oleh manajemen Nissan.

      Proyeksi Finansial dan Harapan Pasar

      Meski belum merilis angka laba resmi hingga Maret 2025, Nissan tetap menargetkan penjualan bersih sebesar 12,5 triliun yen pada tahun fiskal ini. Perusahaan juga tengah menjajaki kolaborasi dengan startup teknologi otomotif dan perusahaan baterai demi mendongkrak daya saing di segmen EV.

      Kondisi ini menandai masa-masa krusial bagi Nissan, yang sejak era Carlos Ghosn telah berjuang untuk keluar dari bayang-bayang krisis korporasi dan penurunan loyalitas pasar.

    • GS Supermarket Tutup di Indonesia per Mei 2025: Ini Fakta dan Dampaknya

      GS Supermarket Tutup di Indonesia per Mei 2025: Ini Fakta dan Dampaknya

      Mediapasti.com – GS Supermarket, jaringan pasar swalayan asal Korea Selatan, dikabarkan akan menghentikan seluruh operasionalnya di Indonesia pada akhir Mei 2025.

      Kabar ini pertama kali mencuat di media sosial X lewat unggahan akun @Mu*** pada Minggu (4/5/2025), yang menyebut bahwa seluruh cabang GS Supermarket akan ditutup permanen.

      “Tadi belanja di Kemang, dapat info akhir Mei semua GS Supermarket gulung tikar. Kebayang ratusan karyawan bakal jadi pengangguran. Padahal waktu COVID mereka bertahan, tapi sekarang malah tutup,” tulis akun tersebut.

      Disebutkan juga bahwa sejumlah produk mulai diberi diskon besar-besaran hingga 50 persen untuk menghabiskan stok, sementara beberapa karyawan sudah tidak aktif bekerja.

      Pengumuman Resmi GS Supermarket

      Melalui akun Instagram resmi @gssupermarketid, pihak manajemen menghimbau pelanggan untuk segera menggunakan poin belanja mereka sebelum 31 Mei 2025.

      Setelah tanggal tersebut, semua poin akan hangus.

      “Segera gunakan poin kamu sebagai potongan belanja di toko kami sebelum tanggal 31 Mei 2025. Poin akan hangus setelah tanggal tersebut,” demikian pernyataan resmi GS Supermarket.

      Kondisi di Lapangan

      Kondisi dari cabang GS The Fresh Supermarket di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Senin (5/5/2025) pukul 17.55 WIB, suasana di dalam toko tampak lengang.

      Dari empat meja kasir yang tersedia, hanya dua yang masih beroperasi.

      Produk di rak-rak masih tampak lengkap, mulai dari sayuran, daging, produk susu, hingga makanan khas Korea.

      Namun, rak produk Korea di bagian ujung tampak berdebu dan jarang didatangi pembeli.

      Diskon 10-30 persen mulai diterapkan pada berbagai kategori barang.

      Beberapa karyawan yang ditemui menyebutkan bahwa toko akan resmi ditutup pada 31 Mei 2025.

      “Betul, akan tutup akhir Mei. Di lokasi ini nanti akan diganti oleh swalayan baru,” kata seorang staf.

      Seluruh Cabang Akan Ditutup, Termasuk di Bogor, Bekasi, dan Tangerang

      Menurut keterangan karyawan lainnya, penutupan tidak hanya terjadi di Mampang, tetapi seluruh cabang GS Supermarket di Indonesia akan berhenti beroperasi.

      Namun, mereka enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan penutupan ini.

      “Sudah disampaikan oleh manajemen sebelumnya, seluruh cabang akan tutup akhir bulan ini,” kata Mawar, salah satu karyawan yang enggan disebutkan nama aslinya.

      Diketahui, GS The Fresh Supermarket Mampang merupakan cabang terbaru yang dibuka pada Juli 2021, dan sempat menjadi andalan untuk produk-produk Korea di kawasan Jakarta Selatan.

      Penyebab Penutupan

      Hingga saat ini, manajemen GS Supermarket belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai alasan penutupan.

      Namun, pengamat ritel menilai persaingan ketat di sektor ritel modern dan perubahan perilaku belanja masyarakat ke platform online bisa menjadi salah satu faktor utama.

      Menurut data NielsenIQ, penjualan ritel fisik di Indonesia mengalami tekanan sejak pandemi COVID-19 dan semakin tergeser oleh e-commerce.

      Hal ini berdampak pada banyak jaringan supermarket besar, seperti Giant dan Hero, yang lebih dulu menutup sebagian besar gerainya sejak 2021.