• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • San Siro – Mediapasti.com

    Tag: San Siro

    • AC Milan Kembali memuncaki Klasemen Setelah Menundukan Lazio 1-0 pada Lanjutan Serie A

      AC Milan Kembali memuncaki Klasemen Setelah Menundukan Lazio 1-0 pada Lanjutan Serie A

      Pertandingan AC Milan vs Lazio pada pekan ke-13 Serie A 2025/2026 menghadirkan duel penuh ketegangan di San Siro, Minggu, 30 November 2025. Laga berakhir 1-0 untuk keunggulan Milan berkat gol tunggal Rafael Leao di menit 51. Kemenangan ini membuat Rossoneri terus bersaing di papan atas Liga Italia.

      AC Milan vs Lazio menjadi panggung bagi dua tim dengan momentum berbeda. Milan datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan Inter, tetapi kehilangan Christian Pulisic yang menambah daftar cedera bersama Santiago Gimenez dan Zachary Athekame. Lazio tidak kalah tangguh, karena sebelumnya hanya menelan satu kekalahan dari delapan laga. Tarik-ulur momentum terjadi sepanjang pertandingan.

      Meski hanya satu gol tercipta, laga ini dipenuhi drama hingga menit akhir. VAR kembali menjadi pusat perhatian setelah adanya dugaan handball Strahinja Pavlovic di masa tambahan waktu. Ketegangan di area teknis bahkan membuat Massimiliano Allegri dan asisten Lazio, Marco Ianni, harus diusir wasit.

      AC Milan vs Lazio: Keberanian Rossoneri, Ketangguhan Maignan, dan Penyelesaian Leao

      Luka Modric dari AC Milan melihat rekannya, Adrien Rabiot, berebut bola dengan pemain Lazio, Toma Basic, dalam laga Serie A melawan Lazio di San Siro, 29 November 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

      Gol tunggal kemenangan Milan tercipta di menit 51 melalui skema yang sangat terstruktur. Ada dua elemen utama—kolaborasi tim dalam membangun serangan dan penyelamatan-penyelamatan penting Mike Maignan yang menjaga Milan tetap hidup di laga ini.

      Lazio sebenarnya membuka pertandingan dengan lebih agresif. Baru 90 detik, Mario Gila sudah memaksa Mike Maignan menjangkau bola hingga mengenai mistar gawang. Tekanan berlanjut melalui Mattia Zaccagni yang memanfaatkan kelengahan Fikayo Tomori. Milan baru mendapatkan peluang berarti menjelang jeda ketika Tomori gagal mengarahkan tendangan setelah umpan Davide Bartesaghi dibelokkan.

      Setelah babak kedua dimulai, Milan tampil lebih efektif. Saelemaekers dan Fofana bekerja sama merancang serangan dari sisi kanan, Tomori memberikan umpan tarik keras, dan Leao muncul tepat waktu untuk menyambar bola. Setelah unggul, Milan memperoleh beberapa peluang tambahan melalui sundulan Leao dan Ruben Loftus-Cheek, tetapi Ivan Provedel tampil disiplin menjaga gawang Lazio.

      AC Milan vs Lazio: Perjuangan Tim Tamu, Kembalinya Castellanos, dan Kekacauan Jelang Akhir

      Mario Gila dari Lazio (kanan) dan Christopher Nkunku dari AC Milan berebut bola dalam laga Serie A antara AC Milan dan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

      Lazio mencoba meningkatkan intensitas serangan setelah tertinggal. Masuknya Taty Castellanos—yang telah absen hampir dua bulan—memberikan penyegaran di lini depan. Ia sempat melepaskan voli sulit yang masih dapat diamankan Maignan. Fisayo Dele-Bashiru yang kembali masuk skuat juga memberikan variasi, tetapi Milan bertahan dengan cukup terorganisasi.

      Laga semakin memanas memasuki menit akhir. Tekanan Lazio membuat pertahanan Milan bekerja ekstra, terutama melalui bola-bola mati dan umpan silang. Ketika memasuki masa tambahan waktu, tembakan Alessio Romagnoli mengenai lengan Pavlovic dan memicu protes keras pemain Lazio. VAR kemudian meninjau insiden tersebut.

      Dalam proses pemeriksaan, situasi di area teknis berubah kacau. Allegri dan Marco Ianni mendapatkan kartu merah akibat protes berlebihan. Setelah peninjauan selesai, wasit memutuskan tidak memberikan penalti karena Pavlovic terlebih dahulu dilanggar Adam Marusic sebelum bola mengenai lengannya. Lazio harus pulang tanpa poin.

      Kemenangan tipis ini menjadi angin segar bagi Milan yang sementara naik ke puncak klasemen. Pertemuan kembali antara kedua tim di babak 16 besar Coppa Italia pada Kamis mendatang menambah aroma rivalitas yang memanas.

    • Juventus Permalukan AC Milan Dikandang Sendiri San Siro, Manuel Locatelli Menjadi Penentu Kemenangan Bagi Juventus

      Juventus Permalukan AC Milan Dikandang Sendiri San Siro, Manuel Locatelli Menjadi Penentu Kemenangan Bagi Juventus

      Pada 22 Oktober 2016 Manuel Locatelli jadi penentu kemenangan Milan atas Juve. Persis 7 tahun kemudian, Locatelli tampil sebagai pahlawan Juventus saat membekuk Milan 1-0. Locatelli mencetak gol semata wayang laga pekan kesembilan Liga Italia 2023-2024 antara Milan vs Juventus di Stadion San Siro pada 22 Oktober 2023 atau Senin (23/10/2023) dini hari WIB.

      Gelandang berusia 25 tahun tersebut menenggelamkan mantan klubnya, AC Milan, lewat sebuah sepakan jarak jauh pada menit ke-63. Sepakan Locatelli sulit ditebak kiper Milan, Antonio Mirante, lantaran bola membentur badan Rade Krunic. Locatelli bak berjodoh dengan parta Milan vs Juve. Tepat 7 tahun silam, pada 22 Oktober 2016, ia mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Milan atas Juve.

      Dalam laga ini, Milan mau tak mau harus menurunkan kiper ketiga berusia 40 tahun, Antonio Mirante, lantaran mereka kehilangan penjaga gawang utama Mike Maignan (skorsing) dan sang deputi Marco Sportiello (cedera). Milan memproduksi ancaman pertama pada menit ke-14 melalui sepakan OIivierGiroud yang memaksa Wojciech Szczesny membuat aksi penyelmatan. Kans itu dipicu oleh penetrasi apik Leao di sektor sayap kiri. Juve merespons pada menit ke-23 via sepakan kaki kiri Filip Kostic dari luar kotak penalti yang masih tipis melebar. Kaki kiri Adrien Rabiot kemudian menebar kengerian untuk pertahanan Milan pada menit ke-34. Upaya itu juga sedikit melenceng.

      Mulai menit 40, Milan harus mentas dengan 10 pemain setelah Malick Thiaw kena kartu merah usai menggondeli Moise Kean. Gawang Milan nyaris saja bobol pada pengujung babak pertama andai sepakan Moise Kean, menyongsong crossing Kostic, tidak melebar ke kanan. Gol akhirnya muncul usai partai Milan vs Juve melewati satu jam, persisnya pada menit ke-63.

      Jebolan akademi Milan, Manuel Locatelli mengantar Juventus unggul 1-0 lewat sepakan dari luar kotak penalti. Kiper Milan Antonio Mirante bergerak ke arah yang salah lantaran tembakan Locatelli membentur badan Rade Krunic, pemain yang masuk pada babak kedua. 

      Locatelli seperti punya ikatan kuat dengan partai Milan vs Juve. Tepat tujuh tahun lalu, yakni 22 Oktober 2016, Locatelli yang masih berusia belasan menjadi pahlawan kemenangan Milan atas Juve.  Tembakan keras Locatelli yang menjebol gawang Gianlugi Buffon kala itu menjadi pemasti kemenangan 1-0 Milan atas Juve. Gol Locatelli tadi pada akhirnya menjadi pemasti hasil akhir laga Milan vs Juventus usai dua kans Dusan Vlahovic pada menit ke-86 dan 90+2 sukses dibendung Mirante. Juventus menang 1-0.  

      Susunan Pemain Milan vs Juventus

      MILAN (4-3-3): 83-Mirante; 2-Calabria (24-Kjaer 79′), 23-Tomori, 28-Thiaw, 42-Florenzi; 80-Musah, 7-Adli (33-Krunic 60’), 14-Reijnders (18-Romero 79′); 11-Pulisic (20-Kalulu 43’),9- Giroud (15-Jovic 60’), 10-Leao. Pelatih: Stefano Pioli.

      JUVENTUS (3-5-2): 1-Szczesny; 4-Gatti (13-Huijsen 78′), 3-Bremer, 24-Rugani; 22-Weah, 16-McKennie, 8-Locatelli, 25-Rabiot, 11-Kostic (27-Cambiaso 56’; 18-Kean (9-Vlahovic 56’), 14-Milik (7-Chiesa 78′). Pelatih: Massimiliano Allegri.

    • Ibrahimovic Resmi Pensiun, Momen Perpisahan di San Siro Penuh Tangisan

      Ibrahimovic Resmi Pensiun, Momen Perpisahan di San Siro Penuh Tangisan


      Perpisahan Ibrahimovic dengan sepakbola diumumkan dalam laga AC Milan vs Hellas Verona di San Siro pada pekan terakhir Liga Italia musim ini, Senin (5/6/2023) dini hari WIB. Rossoneri menang 3-1, tapi Ibra tak tampil.

      https://www.instagram.com/p/CtFM5mINQum/

      Zlatan Ibrahimovic hanyalah manusia biasa yang juga bisa menangis. Air mata tak bisa dia bendung saat mengumumkan pensiun dari sepakbola.

      Ibrahimovic diberi panggung selepas laga. Dia berpidato setelah Milan tak memperpanjang kontaknya yang habis pada 30 Juni 2023 dan secara mengejutkan pria berusia 41 tahun itu juga menyampaikan pamit dari sepakbola.

      Ibrahimovic berjuang menahan air matanya supaya tak keluar terlalu deras di San Siro, meski pribadinya sangat garang. Banyak fans di tribune dan beberapa rekan setimnya, termasuk Sandro Tonali, menangis.

      “Begitu banyak kenangan dan emosi di dalam stadion ini. Pertama kali saya tiba, Anda memberi saya kebahagiaan, kedua kalinya, Anda memberi saya cinta,” kata Ibrahimovic dalam pidatonya yang dikutip dari Football Italia.

      “Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya dan orang-orang terdekat saya atas kesabaran mereka. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga kedua saya. Para pemain, pelatih, dan stafnya atas tanggung jawab yang mereka berikan kepada saya. Saya ingin berterima kasih kepada direktur atas kesempatan yang mereka berikan kepada saya.”

      “Terakhir, dari hati saya, saya ingin berterima kasih kepada Anda, para fans. Anda menyambut saya dengan tangan terbuka dan saya akan menjadi seorang Milanista sepanjang hidup saya. Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal pada sepakbola, tetapi tidak untuk Anda.”

      Zlatan Ibrahimovic berkarier di AC Milan dalam dua periode pada 2010-2012 dan 2020-2023. Dia mengoleksi 93 gol dan 35 assist dari 163 pertandingan di semua kompetisi.

      Dia juga pernah memperkuat Malmo, Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Paris Saint-Germain, LA Galaxy, dan Manchester United.