• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • TransisiEnergi – Mediapasti.com

    Tag: TransisiEnergi

    • Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan Senilai Rp25 Triliun di 15 Provinsi

      Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan Senilai Rp25 Triliun di 15 Provinsi

      Mediapasti.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di 15 provinsi pada Kamis, 26 Juni 2025.

      Proyek ini mencakup total kapasitas 379,7 Mega Watt (MW) dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

      “Peresmian pengoperasian EBT di 15 provinsi dan peningkatan lifting minyak sebesar 30 ribu barel di Blok Cepu adalah momentum penting. Ini bagian dari upaya menjadikan bangsa kita swasembada energi,” kata Presiden Prabowo secara virtual dalam acara yang digelar di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

      Proyek EBT Terbesar, Menjangkau 15 Provinsi

      Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam laporannya menyebut bahwa proyek-proyek yang diresmikan terdiri dari berbagai jenis pembangkit, dengan dominasi PLTP dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

      “Sebanyak 379,7 MW proyek EBT hari ini resmi beroperasi, tersebar di 15 provinsi dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun,” ujar Bahlil.

      Beberapa proyek besar yang diresmikan antara lain:

      • PLTP Salak Binary di Jawa Barat, dioperasikan oleh PT Star Energy Geothermal Salak
      • PLTP Muara Laboh Unit 2 di Sumatera Barat, dioperasikan oleh PT Supreme Energy Muara Laboh
      • PLTP Ijen di Jawa Timur, dioperasikan oleh PT Medco Cahaya Geothermal

      Berdasarkan data Kementerian ESDM, proyek PLTP menyumbang 351,9 MW dari total kapasitas yang diresmikan, dengan nilai investasi Rp23,49 triliun.

      Sementara itu, sebanyak 47 proyek PLTS dengan total kapasitas 27,8 MW tersebar di 11 provinsi.

      Listrik untuk Ribuan Desa, PLTS Jadi Solusi

      Bahlil juga menyoroti bahwa pemerintah menargetkan 5.600 desa dan dusun yang belum teraliri listrik akan menggunakan PLTS sebagai solusi.

      “Arahan Presiden jelas, transisi energi harus terus berlanjut. Untuk desa-desa yang belum mendapat listrik, kita gunakan PLTS. Ini akan kita lakukan secara bertahap dalam 5 hingga 10 tahun ke depan,” katanya.

      Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060 dan peningkatan bauran EBT dalam pembangkit nasional.

    • Prabowo Akan Resmikan Groundbreaking Ekosistem Baterai EV Terintegrasi Pertama di Dunia

      Prabowo Akan Resmikan Groundbreaking Ekosistem Baterai EV Terintegrasi Pertama di Dunia

      Mediapasti.com – Halmahera Timur bersiap menjadi pusat revolusi kendaraan listrik Indonesia.

      Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memulai pembangunan ekosistem baterai EV terintegrasi terbesar dan pertama di dunia pada Minggu (29/6/2025).

      Proyek Strategis Nasional di Maluku Utara

      Proyek ini berlokasi di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, dan digarap oleh Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama perusahaan baterai terbesar di dunia asal China, CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited).

      IBC merupakan konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

      Proyek Pertama di Dunia dari Hulu ke Hilir

      Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, proyek ini akan menjadi ekosistem baterai kendaraan listrik pertama di dunia yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

      “Tanggal 29, insya Allah akan diresmikan Pak Presiden. Dari smelter, prekursor, katoda, sampai sel baterai, ini pertama kali di dunia sebesar ini,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

      Bahlil mengungkapkan bahwa nilai investasi proyek ini berkisar antara US$ 6 miliar hingga US$ 7 miliar, atau sekitar Rp 97,7 triliun hingga Rp 113,9 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.288 per dolar AS).

      Proyek ini mencakup:

      • Smelter dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL)
      • Fasilitas produksi prekursor dan katoda
      • Pabrik sel baterai

      Danantara Berpotensi Terlibat dalam Pembiayaan

      Selain konsorsium BUMN dan CATL, Bahlil menyebut bahwa perusahaan investasi milik negara, Danantara, juga berpotensi terlibat dalam pembiayaan proyek ini.

      “Karena aset BUMN sekarang di bawah Danantara, otomatis mereka masuk di situ. Kalau Danantara mau investasi, maka harus ikut setor modal (chip in),” jelas Bahlil.

      Groundbreaking ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih dan pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

      Selain memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global, proyek ini juga diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja dan meningkatkan hilirisasi mineral strategis seperti nikel dan kobalt.

    • Indonesia Disorot Media Asing karena Energi Nuklir: Ambisi Besar di Tengah Tantangan

      Indonesia Disorot Media Asing karena Energi Nuklir: Ambisi Besar di Tengah Tantangan

      Mediapasti.com – Media internasional mulai menyoroti ambisi Indonesia dalam pengembangan energi nuklir.

      Salah satu sorotan datang dari kantor berita asal Prancis, Agence France-Presse (AFP), melalui artikel berjudul “Nuclear Option: Indonesia Seeks to Grow Energy, Cut Emissions” yang dipublikasikan pada Selasa, 27 Mei 2025.

      Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Indonesia tengah mengkaji serius penggunaan energi nuklir untuk menjawab dua tantangan besar: kebutuhan energi nasional yang meningkat dan target pengurangan emisi karbon.

      “Indonesia berharap penggunaan nuklir dapat membantunya memenuhi permintaan energi yang melonjak sekaligus mengendalikan emisi,” tulis AFP.

      Sejarah dan Target Pembangunan Reaktor

      Eksperimen Indonesia dengan energi nuklir pertama kali dimulai pada Februari 1965, ketika Presiden Sukarno meresmikan reaktor uji di Bandung.

      Hingga kini, Indonesia memiliki tiga reaktor riset, namun belum ada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang aktif secara komersial.

      Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa Indonesia akan menghapus pembangkit listrik tenaga batu bara dalam 15 tahun ke depan.

      Sebagai gantinya, energi alternatif seperti nuklir akan dikembangkan secara bertahap.

      Pembangunan reaktor modular kecil (SMR) direncanakan dimulai pada tahun 2030 hingga 2032, dan akan berlokasi di wilayah Kalimantan.

      “Pemerintah menargetkan 40 hingga 54 gigawatt dari total proyeksi 400 gigawatt energi nasional tahun 2060 berasal dari tenaga nuklir,” tulis AFP.

      Tantangan Geologis dan Keamanan

      Meski ambisi besar telah dicanangkan, banyak pihak menilai pengembangan nuklir di Indonesia tidak akan mudah.

      Isu gempa bumi, tsunami, konektivitas, dan pengelolaan limbah radioaktif menjadi kekhawatiran utama. AFP menyoroti bagaimana bencana Fukushima di Jepang pada 2011 telah memengaruhi persepsi terhadap nuklir di Asia, termasuk Indonesia.

      Beberapa wilayah seperti Jawa bagian utara, Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah disebut sebagai zona risiko rendah untuk pembangunan reaktor.

      Dukungan dan Kolaborasi Internasional

      Untuk mewujudkan ambisi nuklir ini, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan institusi internasional. Beberapa mitra yang disebutkan AFP antara lain:

      • Rosatom (Rusia)
      • China National Nuclear Corporation (CNNC)
      • Candu Energy (Kanada)
      • EDF SA (Prancis)
      • ThorCon (AS), yang tengah mengajukan lisensi untuk reaktor garam cair eksperimental, dengan konsep pembangunan di galangan kapal dan penempatan di dasar laut.

      Meski dukungan internasional cukup kuat, tidak sedikit pengamat yang masih ragu.

      Menurut Philips Andrews-Speed dari Oxford Institute for Energy Studies, tantangan struktural dan regulasi akan menjadi penghambat utama.

      “Saya akan bergabung dengan orang lain yang skeptis bahwa Indonesia dapat menggunakan tenaga nuklir dalam skala signifikan dalam sepuluh tahun ke depan,” ujarnya.