Pemain Bola Legenda Diego Maradona Meninggal Dunia, ini Penjelasanya

MEDIAPASTI.COM , Duka Cita Kembali Menguncang Dunia sepak Bola Legenda Diego Maradona meninggal dunia. Untuk menghormatinya, pelatih Marseille Andre sampai menyarankan agar nomor 10 dipensiunkan dari sepakbola!

Maradona wafat dalam usia 60 tahun akibat henti jantung di rumahnya di Tigre, Buenos Aires, Rabu (25/11/2020) malam WIB. Kepergian juara Piala Dunia 1986 itu menimbulkan duka yang mendalam bagi dunia sepakbola.

Di masa keemasannya, ia menjadi panutan bagi banyak orang. Permainannya dipuji, banyak anak kecil yang terpukau dan ingin mengikuti jejaknya. Villas-Boas adalah satu dari jutaan orang yang mengidolakannya

Ia pun mengenang pertemuan pertamanya dengan sang legenda. Itu terjadi saat ia menjadi asisten Jose Maurinho  di Inter Milan pada periode 2008-2009.

“Pada satu waktu dia mendatangi markas latihan Inter, saya punya foto kenang-kenangan dengannya. Saya juga membeli jam yang didedikasikan oleh Diego Armando Maradona sepasang dengan baju yang ditandatangani olehnya. Dia benar-benar jenius sepakbola,” kata Villas-Boas, sebagaimana dikutip TyC Sports.

Berbagai bentuk penghormatan atas kematian Maradona pun diberikan oleh publik. Pemerintah Argentina mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari, bahkan mengizinkan jenazah pemilik ‘gol tangan Tuhan’ itu disemayamkan di Istana Kepresidenan

Sementara Napoli klubnya semasa bermain, berencana mengubah nama stadion mereka, San Paolo, menjadi Diego Armando Maradona Stadium. Namun bagi Villas-Boas, tribute terbesar untuk  Maradona adalah dengan memensiunkan nomor 10 dari sepakbola.

“Saya ingin FIFA menghapus nomor 10 dari seluruh tim, di seluruh kompetisi. Itu akan menjadi penghormatan terbesar bagi seorang pesepakbola terbaik sepanjang sejarah,” ujar Villas-Boas.

“Kematian Diego adalah kabar buruk, saya kehilangan seseorang yang begitu penting bagi saya,” sambungnya

Sebelum meninggal dunia, Diego Maradona, 60, baru-baru ini berjuang melawan masalah kesehatan dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural beberapa minggu lalu. Media Argentina melaporkan, Maradona menderita serangan jantung di rumahnya di pinggiran Buenos Aires pada Rabu

Baca Juga :   Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Pacitan, Jawa Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Sang putri, Giannina, pernah menyarankan pada November 2019 bahwa gaya hidup Maradona masih berdampak pada kesehatannya.

“Dia tidak sekarat karena tubuhnya telah memutuskan demikian, dia terbunuh dari dalam dan tidak menyadarinya,” tulis Giannina di akun Instagramnya @giamaradona

Saya tidak percaya dengan parameter normal tapi itu jauh dari kenyataan yang pantas dia dapatkan. Berdoa untuk dia. Terima kasih!,” lanjut putri maradona ( Ramzan )

Tinggalkan Balasan