Israel Tetapkan Keadaan Darurat Nasional Usai Serangan Udara ke Teheran: Ketegangan Kawasan Memuncak

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Mediapasti.com – Pemerintah Israel menetapkan status darurat nasional pada Jumat (13/6/2025) pagi waktu setempat, usai meluncurkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Iran, Teheran.

Serangan ini dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas militer dan instalasi nuklir, menandai eskalasi paling signifikan dalam konflik antara kedua negara dalam satu dekade terakhir.

Menurut pernyataan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), puluhan target di berbagai lokasi di Iran dihantam oleh jet-jet tempur.

“Puluhan target yang berkaitan dengan program nuklir Iran dan infrastruktur militer diserang oleh Angkatan Udara Israel,” demikian disampaikan dalam keterangan tertulis.

Penetapan Status Darurat: Israel Bersiap Hadapi Balasan Iran

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa serangan balasan dari Iran hampir dipastikan akan terjadi, dalam bentuk serangan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel.

Oleh karena itu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant segera menandatangani perintah darurat nasional berdasarkan Undang-Undang Pertahanan Sipil.

“Setelah serangan pendahuluan ini, rudal dan drone diperkirakan akan menyerang Israel dan warga sipilnya dalam waktu dekat,” kata Kementerian Pertahanan, dikutip dari AFP.

Status darurat ini memungkinkan pemerintah melakukan langkah-langkah cepat, seperti penutupan sekolah, pembatasan kerumunan publik, serta memperkuat sistem pertahanan rudal Iron Dome dan unit anti-serangan udara lainnya.

Ledakan Guncang Teheran, Iran Masih Bungkam

Media lokal Iran seperti Tasnim News dan Mehr News Agency melaporkan sejumlah ledakan hebat terdengar di sekitar Teheran, termasuk di kawasan Parand dan Karaj, wilayah yang dikenal sebagai lokasi beberapa fasilitas militer dan industri strategis.

Namun hingga Jumat siang waktu setempat, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai lokasi dan dampak serangan tersebut.

Sumber keamanan dari wilayah Teluk menyebutkan bahwa Iran tengah memobilisasi sistem pertahanan rudal S-300 dan S-400 buatan Rusia, serta mempersiapkan respons militer dalam waktu dekat.

Baca Juga :   Rusia Peringatkan AS: Jangan Kirim Bantuan Militer ke Israel dalam Konflik dengan Iran

Latar Belakang Ketegangan: Pembalasan Atas Serangan Konsulat di Damaskus?

Serangan Israel ini diyakini sebagai bentuk pembalasan atas serangan udara mematikan pada awal April 2025 terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan tujuh perwira tinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk seorang jenderal senior.

Iran menyalahkan Israel atas serangan itu dan bersumpah akan membalas “di waktu dan tempat yang tepat”.

Konflik ini juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan pasca-serangan berulang kelompok Hizbullah dari Lebanon dan Houthi dari Yaman yang didukung Iran, terhadap kepentingan Israel dan sekutunya.

Risiko Perang Regional Meluas

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar rapat darurat pada akhir pekan ini untuk membahas eskalasi yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas Timur Tengah.

Pemerintah Amerika Serikat telah menyatakan dukungan atas “hak Israel membela diri”, namun juga mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Negara-negara seperti Rusia, China, Prancis, dan Jerman menyerukan de-eskalasi segera dan memperingatkan bahwa konflik ini bisa memicu perang regional yang melibatkan lebih banyak aktor, termasuk milisi pro-Iran dan negara-negara Teluk.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

Load More

Tag Berita