Anggota DPR RI, Atalia Praratya, resmi menggugat cerai suaminya, Ridwan Kamil, setelah 29 tahun menikah. Gugatan cerai ini telah resmi didaftarkan ke Pengadilan Agama (PA) Bandung.
Berdasarkan informasi, Atalia melalui kuasa hukumnya mendaftarkan perkara gugatan cerai belum lama ini. Hal itu juga telah dikonfirmasi oleh pihak PA Bandung.
“Betul, informasinya memang demikian,” kata Panitera PA Bandung Dede Supriadi saat dikonfirmasi via telepon, Senin (15/12/2025), dikutip dari detikcom.
Sidang perdata gugatan cerai rencananya akan dimulai pekan ini, Bunda. Sidang pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/12/2025).
Perlu diketahui, Atalia Praratya resmi menikah dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada 7 Desember 1996. Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai dua anak, yakni Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril dan Camillia Laetitia Azzahra. Pada 2022, Atalia dan Ridwan Kamil mengadopsi seorang anak laki-laki bernama Arkana Aidan Misbach.
Perjalanan cinta sempat jadi sorotan
Sebelum gugatan cerai, Atalia dan Ridwan Kamil dikenal sebagai pasangan yang harmonis. Keduanya sering membagikan perjalanan cinta sebelum menikah ke publik.
Pada ulang tahun pernikahan ke-24, Ridwan Kamil pernah mem-posting kisah cintanya dengan Atalia di Instagram. Dalam unggahan ini, Ridwan mengungkap perjuangannya untuk memenangkan hati Atalia. Pria 54 tahun juga mengakui bahwa ia adalah pria ke-42 yang pernah menyatakan cinta ke Atalia.
“7 DESEMBER 1996, sekitar 24 tahun lalu. Saya menikahi gadis tercantik tanpa edit-edit pada zamannya. Saya ternyata lelaki ke 42 yang pernah menyatakan cinta, sebagaimana tercatat dalam buku hariannya. Kisah “lelaki ke-42″ akan jadi novel yang akan terbit tahun 2021,” tulis Ridwan Kamil, dikutip dari Instagram @ridwankamil.
Ridwan mengaku bahwa banyak pria tertarik pada Atalia, namun hanya ia yang bisa menaklukkan hatinya. Saat itu, pria kelahiran Bandung ini mendekati Atalia melalui ‘jalur’ ibunda sang pujaan hati. Pendekatan itu membuahkan hasil manis. Atalia menerima pinangan Ridwan Kamil yang saat itu masih merintis karier sebagai arsitek.
“Saingannya saat itu banyak sekali. Ada mahasiswa, pengusaha, ada polisi, ada TNI, preman juga ada. Tidak penting urutan keberapa, yang penting endingnya saya yang berhasil membawa ke KUA,” ungkapnya.
“Yang lain tebar pesona kepadanya, saya mah fokus pake jalur orang dalem alias mendekati ibunya. Hasilnya ibunya menjadi fans saya dan meminta gadis ini memilih saya. Menikah pun cari modal sendiri, hasil fee mendesain hotel di Garut, juga karena ayah baru meninggal dan ibu masih harus ngurus adik-adik. Dari sendiri kemudian berdua, sekarang kami tumbuh berlima.”














