• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Sahid Nur Aulia – Laman 308 – Mediapasti.com

    Penulis: Sahid Nur Aulia

    • Ac MIlan Dilumat Chelsea 3-0 di Stadion Stamford Bridge pada Lanjutan Liga Champions

      Ac MIlan Dilumat Chelsea 3-0 di Stadion Stamford Bridge pada Lanjutan Liga Champions

      Chelsea berpesta gol saat menjamu AC Milan di lanjutan Liga Champions 2022/2023. The Blues menang telak 3-0 atas Rossoneri.
      Laga Chelsea vs AC Milan berlangsung di Stamford Bridge, Kammis (6/10/2022) dini hari WIB. Tuan rumah tampil mengontrol dan senantiasa tampak lebih mengancam ketimbang tamunya yang bermain ceroboh.

      Wesley Fofana memanfaatkan kemelut untuk mencetak gol pada menit ke-24. Skor 1-0 ini bertahan sampai turun minum.

      Chelsea lantas mencetak dua gol lainnya, yakni dari Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-56 dan dari Reece James lima menit berselang. Kemenangan pada prosesnya berhasil diamankan, sehingga anak-anak London barat memetik angka penuh pertama di Liga Champions musim ini.

      Chelsea kini naik ke posisi dua Grup E dengan empat poin, unggul catatan head to head dari AC Milan di posisi ketiga yang mengoleki poin sama. RB Salzburg masih memimpin dengan lima poin, sedangkan Dinamo Zagreb di dasar klasemen dengan tiga poin.

      Pertandingan Babak Pertama

      Chelsea langsung mengancam pada menit keenam, usai memotong umpan dari kiper Ciprian Tatarusanu. Mason Mount menyambar bola di kesempatan pertama dan membuat Tatarusanu mesti menjatuhkan diri untuk menghalau bola.

      Tuan rumah langsung memainkan sepakbola tempo tinggi selepas start dan menikmati banyak penguasaan bola. Milan mencoba menurunkan tempo namun kesulitan menahan permainan.

      Umpan lambung Mount pada menit ke-22 ditanduk oleh Thiago Silva. Bola meluncur ke gawang dan ditip Tatarusanu ke atas gawang.

      GOL! Tatarusanu menghalau dengan baik sundulan Silva dari sepak pojok, namun tak bisa mencegah gol tercipta dari kemelut yang terjadi. Milan gagal mengamankan bola dan Wesley Fofana menyambar dengan sepakan mendatar ke pojok kanan gawang. Chelsea memimpin pada menit ke-24.

      Chelsea mencetak gol lain pada menit ke-33 dari tembakan lob Mount. Wasit menganulir gol ini karena Mount lebih dulu offside saat membangun serangan.

      Chelsea kehilangan sang pencetak gol, Fofana, karena cedera pada menit ke-38. Trevoh Chalobah, yang minim pengalaman, masuk sebagai pengganti.

      Nyaris tuan rumah menambah gol pada masa injury time babak pertama. Sterling lolos dan menerima umpan terobosan dari Mount, namun ia menahan bola terlalu lama sehingga bisa dipotong oleh pertahanan Milan.

      Milan sendiri kesulitan untuk sekadar membangun permainan dan serangan. Sampai babak pertama hampir berakhir, mereka tak mampu mencatatkan satupun tembakan. Peluang berharga justru dibuang Milan sesaat sebelum turun minum. Leao merangsek dari kiri dan mengoper ke Charles De Ketelaere. Sepakan De Ketelaere ditepis Kepa Arrizabalaga dan bola liar mengarah ke Rade Krunic. Menghadapi gawang kosong, sepakan Krunic membentur Ben Chilwell. Skor pun tak berubah.

      Pertandingan Babak Kedua

      Chelsea kembali mengambil inisiatif di babak kedua. Mereka lantas mencetak gol kedua pada menit ke-56. Umpan silang Reece James dari kanan gagal dipotong Fikayo Tomori dan Pierre-Emerick Aubameyang menyelesaikannya dengan sepakan ke pojok kanan gawang.

      Serangan cepat dari Chelsea lainnya pada menit ke-61 gagal dituntaskan jadi gol. Umpan James kali ini mengarah ke Sterling, tapi sepakan volinya cuma melambung saja.

      GOL! Pressing tinggi Chelsea membuahkan hasil. Sterling menerima bola dengan bebas di kanan, lalu menyodorkannya ke James yang melakukan overlap. James kali ini tak mengoper dan memilih menyelesaikannya dengan tendangan kuat ke pojok kanan atas gawang.

      Chelsea memasukkan sejumlah pemain baru di sisa waktu. Tapi mereka tak membiarkan Milan mendapatkan momentum untuk mencetak gol.

      Sampai pertandingan usai, Chelsea mempertahankan skor 3-0.

    • Mahasiswa Mendesak Kapolda Jatim Agar Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan

      Mahasiswa Mendesak Kapolda Jatim Agar Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan

      Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Rabu (5/10).

      Koordinator massa aksi Husni Nurin mengatakan unjuk rasa itu untuk menuntut pihak kepolisian mengusut tragedi yang setidaknya merenggut nyawa 131 orang tersebut.

      “Mengusut secara terbuka terhadap tindakan represif kepolisian yang menembakkan gas air mata yang dilakukan di Stadion Kanjuruhan,” kata Husni, di lokasi.

      Tak hanya itu, massa juga meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta.

      “Kapolda Jatim tidak bertanggung jawab, hanya minta maaf saja tidak cukup untuk membenarkan tindakan Kapolda Jatim,” ujarnya.

      Sementara itu, koordinator keluarga besar mahasiswa FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya, Moh Khoirul Anam kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah tribun.

      “Kenapa pihak keamanan menembakkan gas air mata, padahal jelas sudah tidak boleh dan melanggar aturan FIFA,” kata Khoirul.

      Khoirul berharap agar tragedi yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu tidak terulang kembali.

      Kasubdit Sosbud Intelkam Polda Jatim AKBP Agus Prasetyo yang menemui massa meminta agar mahasiswa untuk bersabar menunggu proses yang sedang berjalan di Kanjuruhan.

      “Kita tunggu prosesnya, tidak bisa tiba-tiba [Kapolda] meninggalkan kursi. Beliau punya tindakan lain, kita tunggu saja,” kata Agus.

      Menurut Agus, pihak kepolisian sudah bergerak untuk mengusut tragedi di Stadion Kanjuruhan. Hal itu terlihat dari perintah Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim investigasi

      “Bapak Presiden memerintahkan kepada petugas terkait melalui Kemenko Polhukam mencari siapa pun yang bertanggung jawab,” jelasnya

      Oleh karena itu, Agus meminta agar masyarakat memberikan waktu kepada pihak kepolisian. Sebab masih banyak proses yang harus dilakukan oleh petugas.

      “Berikan waktu kepada pimpinan Polri, Polda Jatim untuk memproses siapa saja yang bertanggung jawab. Masih butuh proses yang dilakukan, sehingga akhirnya nanti disampaikan,” ujar dia.

      Aksi mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut selesai setelah ditemui perwakilan Polda Jatim. Unjuk rasa itu pun ditutup dengan pemasangan banner bertuliskan ‘copot Kapolda Jatim’.

    • Kesaksian Suporter Arema FC di Kanjuruhan : Polisi Seolah Tak Mau Tolong Korban

      Kesaksian Suporter Arema FC di Kanjuruhan : Polisi Seolah Tak Mau Tolong Korban

      MEDIAPASTI.COM – Seorang suporter Arema FC atau Aremania berinisial X yang jadi saksi tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, mengaku sempat menyaksikan aparat polisi seperti menghalang-halangi dan menolak menolong korban yang terkena gas air mata di dalam stadion.
      X bercerita saat itu melihat tiga orang pria membopong perempuan yang pingsan. Ketiga orang itu berjalan menuju mobil yang berada di sentel ban (lintasan tepi lapangan) dan meminta bantuan anggota Brimob. Namun, aparat malah mendorong mereka dengan tameng.

      “Jadi keadaan sudah genting seperti itu, suporter wanita tadi yang dalam keadaan pingsan, itu ditolak sama pihak Brimob, malah didorong-dorong dengan tameng yang dari fiber itu,” kata X dalam acara daring oleh YLBHI, Rabu (5/10).

      “Seolah-olah, saya amati sangat jelas, bahasa mereka, kamu tadi bentrok dengan saya, sekarang walaupun saudara kamu wanita sedang pingsan kamu enggak usah minta tolong saya,” imbuhnya.

      Lalu, kata X, ketiga pria itu bergerak ke arah selatan untuk meminta dibukakan pintu. Namun, mereka kembali ditolak. Sampai saat ini, X tidak tahu apakah perempuan dan ketiga pria itu selamat atau tidak.

      “Dua kali lagi dari selatan. Akhirnya yang pertama ditolak Brimob enggak tahu keluar lewat mana. Saya enggak tahu hasil akhirnya selamat apa tidak,” ujarnya.

      X kemudian menyaksikan lagi supporter perempuan yang dibopong. Mereka juga meminta bantuan yang sama, tetapi lagi-lagi ditolak oleh aparat polisi di dalam stadion.

      “Tujuan mereka sama, mau mengevakuasi dan mempercepat pertolongan pertama. Dia menuju mobil polisi itu. Sama, perlakuan aparat waktu itu, orangnya juga sama, mereka menolak dan menghalang-halangi mereka,” jelas X.

      “Itu suporter untuk mendekati mobil yang dikira mereka adalah mobil ambulans. Ditolak lagi dengan aparat yang tadi menolak permintaan si suporter. Orang sama yang menolak,” tambahnya.

      Untuk ketiga kalinya, X menyaksikan hal serupa. Namun, kata dia, kali ini suporter yang meminta bantuan melawan dan menendang tameng aparat.

      “Ditendang juga itu tameng, bukan si aparatnya. Saya tahu dari percekcokan mulut itu, kamu itu enggak punya hati, kamu lihat yang saya bawa ini suporter wanita yang sedang sekarat,” ujarnya.

      X melihat para anggota polisi itu malah bertindak lebih arogan. Akhirnya mereka meninggalkan aparat dan bertolak ke arah VVIP. Namun, tetap tak mendapat bantuan.

      “Mereka digotong dan tidak bisa apa-apa. Ternyata tidak ada pertolongan yang bisa diharapkan. Hanya kardus untuk membuat mereka itu buat kipas,” tutur X.

      “Sementara dari yang lainnya, enggak ada bantuan sama sekali,” imbuhnya.

      Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan justru pihak kepolisian yang dihalang-halangi saat berupaya untuk membantu menyelematkan para suporter.

      Ia mengatakan hal ini merujuk pada rekaman CCTV di enam titik lokasi dengan jumlah korban terbanyak. Yakni CCTV di pintu 3, 9, 10, 11, 12 dan 13.

      “Anggota Polri justru pada saat mengevakuasi kepanikan tersebut, justru terjadi semacam, ibarat kata dihalang-halangi, kemudian dilempar sehingga terjadi lari malahan,” kata Dedi di Polres Malang, Rabu malam.

      Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa tragedi Kanjuruhan ini harus dilihat secara menyeluruh. Mulai dari aturan, kondisi stadion, persyaratan pertandingan, hingga rencana darurat.

      “Makanya saya sampaikan bahwa pada situasi normal, harus berbuat seperti apa, kemudian pada saat situasi kontijensi plan, dijalankan enggak, emergency plan-nya dijalankan enggak, itu didalami terus oleh tim,” tuturnya.

      Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, terjadi usai pertandingan antara Arema FC lawan Persebaya dengan skor akhir 2-3, pada Sabtu (1/10) malam.

      Beberapa pendukung Arema sempat masuk ke area lapangan setelah pertandingan berakhir.

      Namun, polisi menembakkan gas air mata, sehingga penonton banyak yang luka-luka dan meninggal karena terinjak-injak dan sesak napas. Di antaranya ada pula aparat polisi yang meninggal.

      Jumlah korban tewas disebutkan mencapai 131 orang.