• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Yusuf – Laman 3 – Mediapasti.com

    Penulis: Yusuf

    • Resesi Dunia di Depan Mata, Nasib Indonesia Gimana?

      Resesi Dunia di Depan Mata, Nasib Indonesia Gimana?

      MEDIAPASTI.COM – Ekonomi global diwarnai risiko resesi yang akan melanda pada 2023. Resesi ini dipicu oleh pengetatan moneter oleh banyak bank sentral, serta dampak berlarut-larut dari perang Ukraina dan Rusia, hingga kebijakan zero-Covid di China.

      Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan resesi ini dipicu oleh inflasi yang tinggi akibat melesatnya harga pangan dan energi di sejumlah negara, khususnya Eropa dan AS. Inflasi tinggi memicu bank sentral di negara maju menaikkan suku bunga dan mengetatkan likuiditas.

      Dia menegaskan kebijakan tersebut akan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan, negara berkembang pun ikut merasakan efeknya.

      “Kalau bank sentral di seluruh dunia meningkatkan suku bunga cukup ekstrem dan bersama-sama, dunia mengalami resesi di 2023,” ujarnya, dalam Konferensi Pers APBN KITA Agustus, Senin (26/9/2022).

      “Kenaikan suku bunga bank sentral di negara maju cukup cepat dan ekstrem dan memukul pertumbuhan negara-negara tersebut,” lanjut Sri Mulyani.

      Suku bunga acuan di Inggris tercatat sebesar 2,25% atau naik 200 basis points (bps) dan AS sudah mencapai 3,25% setelah naik 300 bps. Sementara itu, AS diperkirakan akan kembali menaikkan sebesar 75 bps dan Eropa sebesar 125 bps.

      “Ini kenaikan ekstrem, selama ini Eropa sangat rendah dari sisi policy rate-nya,” ujar Sri Mulyani. Pada kuartal II-2022, dia melihat pertumbuhan ekonomi China, AS, Jerman dan Inggris sudah mengalami koreksi.

      Sri Mulyani melihat kondisi ini kemungkinan akan berlanjut di kuartal III dan sampai akhir tahun. “Sehingga prediksi pertumbuhan tahun ini dan tahun depan termasuk resesi mulai muncul,” ujarnya.

      Bagaimana nasib Indonesia? Akankah ekonomi Tanah Air ikut terseret resesi?

      Sri Mulyani menuturkan kinerja sektor eksternal Indonesia sangat positif, didukung neraca perdagangan yang melanjutkan tren surplus serta ekspor dan impor bulan Agustus 2022 yang merupakan tertinggi sepanjang masa.

      Aktivitas manufaktur Indonesia masih terus menguat dengan tekanan inflasi bulan Agustus yang semakin berkurang. Peningkatan konsumsi listrik juga berlanjut, menunjukkan terus tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

      Bahkan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan tumbuh lebih baik di tahun 2022, sejalan dengan proyeksi yang dilakukan oleh lembaga internasional terkemuka seperti ADB sebesar 5,4%, IMF 5,3%, Bloomberg 5,2%, dan Bank Dunia 5,1%.

      “Ini tentu karena kinerja dari pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua yang cukup tinggi, dan saat ini sampai kuartal ketiga juga menunjukkan aktivitas yang masih sangat cukup kuat,” kata Sri Mulyani.

      Bahkan, kinerja manufaktur Indonesia mencatat ekspansi di tengah tren pelemahan manufaktur di negara-negara besar, seperti Eropa, China dan Amerika Serikat (AS).

      Kondisi ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) per Agustus 2022. PMI Manufaktur Indonesia bulan Agustus 2022 tercatat sebesar 51,7, atau meningkat dari bulan lalu sebesar 51,3.

      Sri Mulyani mengungkapkan dari negara-negara Asean-5 dan G20, hanya 24% negara-negara di dunia yang PMI-nya masih mengalami akselerasi, yaitu Thailand, Rusia, Vietnam dan Indonesia. Sementara itu, 40% negara-negara maju sudah mengalami kontraksi, yakni Eropa, Jerman, Italia, Inggris, Tiongkok dan Turki.

      Namun, kondisi global jauh berbeda dari posisi Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap semua pihak mewaspadai kondisi ini.

      Dari sisi fiskal, dia mengatakan surplus APBN Agustus kembali meningkat, ditopang kinerja pendapatan yang baik dan belanja yang tumbuh positif.

      Pendapatan negara, kata Sri Mulyani, melanjutkan kerja yang baik, didukung semua komponen pendapatan yang tetap tumbuh tinggi. “Hingga Agustus 2022 pendapatan negara tercapai Rp 1.764,4 triliun atau 77,9% dari pagu, tumbuh 49,8 persen (yoy).”

      Secara nominal, realisasi komponen Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.171,8 triliun, penerimaan Bea dan Cukai Rp206,2 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 386,0 triliun.

      Kinerja penerimaan pajak bahkan tumbuh positif, konsisten sejak April 2021 sejalan dengan pemulihan ekonomi. Realisasi penerimaan Pajak sampai dengan akhir Agustus 2022 tercapai sebesar Rp 1.171,8 triliun atau 78,9% dari pagu.

      “Ini sudah melampaui sebelum pre-pandemi, yaitu 2019. Kenaikan pajak 58,1% dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Sri Mulyani dalam APBN Kita Agustus, Senin (26/9/2022).”

      Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada periode Januari-Agustus 2022 dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan harga komoditas sejak tahun 2021, pemulihan ekonomi, dampak insentif, serta dampak kebijakan PPS, penyesuaian tarif PPN dan kompensasi BBM.

      Sri Mulyani mengingatkan bahwa pemerintah tetap hati-hati karena kondisi ekonomi global dan indikatornya perlu diwaspadai.

      “Berapa lama ekonomi dunia diperkirakan melemah, pasti akan rembes dan memberikan dampak ke dalam negeri dan akan mempengaruhi penerimaan pajak kita,” tegasnya.

      Sebagai catatan, dalam RAPBN 2023, pemerintah sendiri telah menyiapkan bantalan perlindungan sosial (perlinsos) sebesar Rp 479,1 triliun.

      Anggaran ini termasuk tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp 240,2 triliun dan Rp 319,7 triliun pada 2022.

      Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN), Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Selain itu, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memperbaiki basis data penerima bantuan melalui pembangunan data Registrasi Sosial Ekonomi, perbaikan perlinsos, dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

    • Film The Last of Us Rilis Teaser Trailer Pertama

      Film The Last of Us Rilis Teaser Trailer Pertama

      MEDIAPASTI.COM – Diawasi dekat oleh sang developer game, ditangani oleh sutradara dengan karya fantastis yang sempat menangani Chernobyl di masa lalu – Craig Mazin, dengan pondasi video game yang juga sudah dipuja-puji, ada banyak alasan untuk menantikan film seri adaptasi The Last of Us yang akan berdiri di bawah bendera HBO. Setelah teaser beberapa detik yang mereka lepas beberapa waktu lalu, kita akhirnya mendapatkan teaser trailer penuh sesungguhnya berdurasi hampir 2 menit. Trailer yang dirilis untuk merayaakan Outbreak Day, hari dimana jamur Cordyceps merebak di The Last of Us.

      Rasa penasaran ini akhirnya terbayar manis. Isian soundtrack  yang begitu cocok dengan atmosfer The Last of Us yang selama ini kita kenal memang tidak memberikan ruang sama sekali untuk menilai akting para aktor dan aktris mengingat absennya suara dialog di sepanjang teaser ini.

      Namun harus diakui, ia setidaknya cukup setia dengan atmosfer, setting, dan scene dari video game yang selama ini kita kenal. Selain itu, Anda juga bisa melihat tampilan perdana beberapa karakter yang dipotret oleh aktor / aktris tertentu yang belum dipamerkan sebelumnya. Di akhir, sedikit intipan soal tampilan sang monster – Clickers sepertinya cukup untuk membuat bulu kuduk siapapun merinding.

      Film adaptasi The Last of Us ini akan tiba di HBO pada tahun 2023 mendatang, masih tanpa tanggal pasti. Bagaimana dengan Anda? Cukup optimis dengan proyek yang satu ini?

    • Sinyal Sri Mulyani soal Dunia Akan Resesi

      Sinyal Sri Mulyani soal Dunia Akan Resesi

      MEDIAPASTI.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan ekonomi dunia akan masuk jurang resesi di tahun 2023. Hal ini seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan sebagian besar bank sentral di dunia secara bersamaan.

      Bendahara Negara itu mengatakan, proyeksi resesi ekonomi di tahun depan mengacu pada studi Bank Dunia (World Bank) yang menilai kebijakan pengetatan moneter oleh bank-bank sentral akan berimplikasi pada krisis pasar keuangan dan pelemahan ekonomi.

      “Kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di tahun 2023,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (27/9/2022).

      Menkeu menyebutkan, tren kenaikan suku bunga tercermin dari bank sentral Inggris yang sudah menaikkan suku bunga sebanyak 200 basis poin (bps) selama 2022. Begitu pula dengan bank sentral Eropa yang sudah menaikkan 125 bps, serta bank sentral Amerika Serikat (AS) yang sudah menaikkan 300 bps.

      “(Suku bunga) AS sudah di 3,25 persen, sudah naik 300 bps, ini terutama karena rapat September mereka menaikkan lagi dengan 75 bps. Ini merespons inflasi AS yang 8,3 persen,” kata Sri Mulyani.

      Sejalan dengan negara-negara maju, bank sentral negara-negara berkembang turut menaikkan suku bunga acuannya. Seperti bank sentral Brasil yang sudah menaikkan suku bunga sebesar 450 bps sepanjang 2022, lalu bank sentral Mexico sudah menaikkan 300 bps.

      Kemudian bank sentral India terpantau sudah menaikkan 140 bps sepanjang 2022. Begitu pula dengan bank sentral Indonesia atau Bank Indonesia (BI) yang sudah menaikkan suku bunga acuan 75 bps dan kini berada di level 4,25 persen.

      “Inilah yang sekarang sedang terjadi, yaitu kenaikan suku bunga oleh bank sentral secara cukup cepat dan ekstrem, dan itu pasti akan memukul pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

      Sri Mulyani mengungkapkan, pelemahan ekonomi mulai terlihat dari ekspansi purchasing managers index (PMI) manufaktur global yang terus melambat ke 50,3 di Agustus 2022. Hal ini sekaligus menjadi level terendah dalam 26 bulan terakhir.

      Beberapa negara utama tercatat PMI manufakturnya mengalami kontraksi pada Agustus 2022 dibandingkan bulan sebelumnya, seperti Eropa yang kini di 49,6, lalu China di 49,5, serta Korea Selatan di 47,6.

      Sementara beberapa negara lainnya mencatatkan PMI manufaktur yang melambat di Agustus 2022 dibandingkan bulan sebelumnya, seperti India yang sebesar 56,2, lalu AS dan Jepang yang masing-masing sebesar 51,5, serta Malaysia sebesar 50,3.

      Sedangkan beberapa negara yang PMI manufakturnya mengalami akselerasi atau berada di level ekspansif dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Thailand yang kini sebesar 53,7, lalu Vietnam di 52,7, serta Indonesia dan Rusia yang masing-masing di 51,7.

      “Oleh karena itu, kita harus antisipasi terhadap kemungkinan kinerja perekonomian dunia yang akan mengalami perlemahan akibat inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga,” kata Sri Mulyani.

      Sebelumnya, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, bank-bank sentral di seluruh dunia telah menaikkan suku bunga di tahun ini dengan tingkat sinkronisitas yang belum pernah terjadi selama lima dekade terakhir. Tren kenaikan ini bahkan diproyeksi masih akan berlanjut hingga tahun depan.

      Menurut studi Bank Dunia, kenaikan suku bunga bank-bank sentral dapat membuat tingkat inflasi inti global mencapai sekitar 5 persen di 2023 atau naik hampir dua kali lipat dari rata-rata lima tahun sebelum pandemi. Perkiraan tingkat inflasi itu tanpa memperhitungkan kenaikan harga energi, serta dengan kondisi gangguan pasokan dan tekanan pasar tenaga kerja yang mereda.

      Studi itu memperkirakan, untuk bisa memangkas inflasi global ke tingkat yang konsisten sesuai dengan target, bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga dengan tambahan 2 persen. Jika ini disertai dengan tekanan pasar keuangan, pertumbuhan PDB global akan melambat menjadi 0,5 persen pada 2023, terkontraksi 0,4 persen per kapita, yang akan memenuhi definisi teknis dari resesi global.

      “Pertumbuhan global melambat tajam, dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi. Kekhawatiran mendalam saya adalah bahwa tren ini akan bertahan, dengan konsekuensi jangka panjang yang menghancurkan orang-orang di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang,” jelas Malpass dalam keterangan tertulis, Jumat (16/9/2022).