Serangan Israel ke Gaza Kembali Terjadi di tengah-tengah gencatan senjata, 37 Orang Tewas

E:\dayan\workspace\freelance\webyouday\clients\mediapasti\berita\2026\02\01\Serangan Israel ke Gaza Kembali Terjadi di tengah-tengah gencatan senjata, 37 Orang Tewas
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Setidaknya 37 warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan udara jet tempur Israel yang menargetkan berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak Sabtu dini hari. Ini merupakan pelanggaran gencatan senjata yang kesekian kalinya oleh militer Zionis setelah kesepakatan berlaku sejak Oktober lalu.

Badan Pertahanan Sipil di Gaza mengonfirmasi dalam pernyataan terbarunya bahwa serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak subuh hari Sabtu telah menewaskan 32 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.

Lima warga Palestina, tiga anak dan dua perempuan, tewas, dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen tempat tinggal di lingkungan Rimal di Gaza barat, menurut sumber medis kepada Anadolu, Minggu (1/2/2026).

Tujuh warga Palestina lainnya, seorang pria, tiga putranya, dan tiga cucunya yang masih kecil, tewas dalam serangan udara Israel lainnya yang menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi di daerah Asdaa di barat laut Khan Younis di Gaza selatan, menurut paramedis di Rumah Sakit Nasser di kota tersebut.

Menurut saksi mata, beberapa warga Palestina juga terluka dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal di lingkungan al-Tuffah di timur Gaza.

Jet-jet tempur Israel juga melakukan serangan udara di Jalan al-Jalaa di barat laut Gaza, serta dua serangan di timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.

Menurut laporan koresponden Anadolu, sebuah jet tempur Israel melakukan serangan udara terhadap gedung administrasi kamp Ghaith, yang menampung ratusan pengungsi, di dekat Al-Ribat College di Jalan 2 di daerah Al-Mawasi, Khan Younis.

Koresponden tersebut mengatakan serangan itu terjadi setelah peringatan evakuasi yang dikeluarkan oleh militer Israel dan didahului oleh serangan sebelumnya dari drone Israel.

Baca Juga :   Usai 6 Sandera Tewas Di Gaza Ternyata Warga Israel Demo Desak Gencatan Senjata!

Dalam sebuah pernyataan, Pertahanan Sipil Palestina di Khan Younis mengatakan bahwa kru mereka berhasil mengendalikan kebakaran yang terjadi di tenda-tenda pengungsi di kamp Ghaith setelah serangan pesawat tempur Israel.

Menurut saksi mata yang dikutip oleh Anadolu, serangan itu menyebabkan kerusakan material yang luas pada tenda-tenda, menghancurkan beberapa di antaranya.

Dalam serangan terpisah, Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa pesawat tempur Israel menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza, mengakibatkan tewasnya dan cedera sejumlah personel polisi.

Sumber medis juga mengatakan kepada Anadolu bahwa 13 warga Palestina tewas dalam serangan Israel yang menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza.

Menurut Pertahanan Sipil Palestina, empat petugas polisi wanita termasuk di antara para korban. Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa operasi pencarian masih berlangsung untuk sejumlah orang yang hilang yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang menjadi sasaran.

Serangan udara Israel turut menargetkan sebuah rumah di lingkungan al-Nasr di sebelah barat Kota Gaza, menewaskan tiga warga Palestina.

Sedangkan serangan tembakan Israel melanda wilayah timur Jabalia, Gaza utara, menewaskan seorang pria Palestina. Namun, militer Israel mengeklaim dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menargetkan empat anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina, bersama dengan infrastruktur milik kedua kelompok tersebut di Jalur Gaza.

Pada hari Jumat, militer Israel menewaskan lima warga Palestina dalam insiden terpisah. Sejak gencatan senjata berlaku pada awal Oktober, Israel meluncurkan rentetan serangan yang telah menewaskan 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya.

Kantor Media Gaza mencatat Zionis Israel sudah melakukan 1.450 pelanggaran gencatan senjata. Dalam perkembangan terkait, kantor tersebut mengatakan tentara Israel telah menangkap 50 warga Palestina sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, menahan mereka dari daerah yang jauh dari “garis kuning” dan dari dalam lingkungan perumahan.

Baca Juga :   Perang Israel Palestina Resmi Berakhir, Mulainya Perdamaian di Timur Tengah

Mengenai protokol kemanusiaan, kantor tersebut mengatakan Israel telah mengizinkan masuknya 28.927 truk bantuan, komersial, dan bahan bakar dari total 66.600 truk yang diatur dalam perjanjian tersebut, yang mencerminkan tingkat kepatuhan sebesar 43%. Perjanjian itu mengakhiri perang Israel selama dua tahun yang menewaskan hampir 71.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.400.

Perang brutal Israel sejauh ini telah menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza, dengan perkiraan PBB menempatkan biaya rekonstruksi sekitar USD70 miliar.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

Load More

Tag Berita