Update Karhutla, 23 wilayah dikepung kabut asap tebal, meski titik panas turun tajam 77,5% dalam 24 jam terakhir.

update karhutla indonesia
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Mediapasti.com – Situasi terkini: 23 wilayah dibekap asap, Berdasarkan citra sebaran asap BMKG dan BNPB per Rabu 14 Oktober 2026, sebanyak 23 wilayah dari Sumatra hingga Papua tercatat terdampak karhutla.

Rinciannya: Sumatra 9 wilayah, Sulawesi 5 wilayah, Papua 4 wilayah, Kalimantan 3 wilayah, dan Maluku 2 wilayah. Asap dari Sumatra dan Kalimantan bahkan sudah melintas ke Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Singapura, sementara Papua menerima kiriman asap lintas batas dari Papua Nugini.

Kota dengan udara terparah adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 3.340 µg/m³ dengan status sangat berbahaya, disusul Pangkalan Bun 378,8 µg/m³ dan Sintang 307,2 µg/m³.

Data hotspot: turun tajam tapi akumulasi tinggi

Kementerian Kehutanan mencatat penurunan signifikan lewat SiPongi. Jumlah hotspot high confidence menyusut menjadi 244 titik pada Selasa 13 Oktober pukul 21.00 WIB, berkurang 841 titik atau sekitar 77,5 persen dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 1.085 titik.

Pada update 13-14 Oktober, Kalimantan Tengah masih terbanyak dengan 65 hotspot, disusul Sumatera Selatan 59 titik. Beberapa daerah membaik drastis: Kalimantan Selatan dari 113 menjadi 9 hotspot, Kalimantan Barat dari 31 menjadi 15 titik, dan Jambi turun dari 24 titik menjadi nihil.

Namun akumulasi bulan ini masih tinggi. Selama 1–12 Oktober 2026 tercatat 12.183 titik panas high confidence di 33 provinsi. Kalimantan Tengah menjadi penyumbang terbesar dengan 3.268 titik, disusul Papua Selatan 2.921 titik dan Sumatera Selatan 2.376 titik. Data SiPongi juga mencatat luas kebakaran Januari–Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektare, naik sekitar 69 persen dibanding periode sama 2025.

Dampak di lapangan: 6 provinsi prioritas

Per 12 Oktober, sekitar 639,23 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman. Enam provinsi itu adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

Perhatian khusus tertuju ke Taman Nasional Tanjung Puting di Kotawaringin Barat dan Seruyan, Kalimantan Tengah, di mana luas area terbakar mencapai sekitar 513,89 hektare. Operasi udara sempat terkendala jarak pandang rendah akibat asap tebal.

Dampak kesehatan dan transportasi sudah terasa. Di Kotim, pasien ISPA meningkat seiring meluasnya kebakaran, dan di Ambon, 17 penerbangan di Bandara Pattimura batal pada 12–13 Oktober akibat kabut asap.

Upaya penanganan

Kemenhut menegaskan hotspot adalah indikator awal anomali suhu dari satelit, satu kejadian bisa terdeteksi sebagai beberapa titik, sehingga tetap perlu verifikasi lapangan. Penanganan dilakukan lewat penyekatan, pembasahan lahan, pemadaman, mopping up, dan pendinginan oleh Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan.

Pemerintah juga mengoptimalkan operasi darat, operasi udara, dan modifikasi cuaca.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan membakar, segera lapor jika melihat titik api, kurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk, dan gunakan masker.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Leave a Reply

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Tag Berita