Rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung dilaporkan menjadi korban penyerangan di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.
Bus rombongan mengalami kerusakan. Sejumlah koper milik ofisial dan pemain EPA Persib U-18 juga dilaporkan dijarah. Bahkan, dua personel Persib sempat terpisah dari rombongan di tengah situasi yang kacau.
Anggota tim akademi Ridwan berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, Media Officer Pandu Persada dilaporkan mengalami kekerasan fisik hingga terpaksa berlindung di sebuah tempat tambal ban demi menghindari ancaman lebih lanjut.
Jika dugaan ini terbukti, tindakan tersebut bukan lagi soal rivalitas suporter, melainkan aksi kekerasan yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan biarkan fanatisme berubah menjadi alasan untuk menyerang, merusak, dan menjarah.
Usut tuntas insiden ini! Sepak bola Indonesia butuh suporter yang dewasa, bukan kekerasan yang membahayakan nyawa.




















