• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • elon musk – Mediapasti.com

    Tag: elon musk

    • Aksi Demo Anti-Trump Meluas di AS: Chaos di LA, Elon Musk Minta Maaf

      Aksi Demo Anti-Trump Meluas di AS: Chaos di LA, Elon Musk Minta Maaf

      Mediapasti.com – Gelombang demonstrasi menolak kebijakan imigrasi kontroversial Presiden Donald Trump terus meluas dan memanas di berbagai negara bagian Amerika Serikat.

      Ribuan warga turun ke jalan di kota-kota besar seperti Seattle, Austin, New York, hingga Washington DC, menuntut pembebasan para imigran dan aktivis yang ditahan.

      Dilansir Associated Press (AP), pada Selasa (10/6), sekitar 50 anggota organisasi Students for a Democratic Society dari Universitas Washington menggelar aksi damai di depan gedung pengadilan imigrasi Seattle.

      Aksi serupa juga berlangsung di depan Gedung Putih dan kantor imigrasi federal lainnya.

      Demonstran mengecam langkah pemerintahan Trump yang memperketat aturan suaka dan melakukan deportasi massal.

      Mereka menyebut kebijakan tersebut sebagai “tidak manusiawi” dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi Amerika.

      Elon Musk Akui Kesalahan, Sesali Kritik Terhadap Trump

      Di tengah panasnya situasi politik, CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah permintaan maaf di media sosial X (sebelumnya Twitter).

      Musk menyatakan penyesalannya atas sejumlah kritik keras yang sempat ia lontarkan kepada Presiden Trump.

      “Saya menyesali sejumlah unggahan tentang Presiden Donald Trump pekan lalu. Saya kebangetan,” tulis Musk pada Rabu (11/6) waktu setempat.

      Sebelumnya, Musk menyindir Trump atas kebijakan imigrasi dan mengkritik cara Trump menangani kebebasan berpendapat.

      Namun, cuitan terbaru ini menunjukkan Musk berusaha meredam konflik dengan pihak Gedung Putih, menyusul meningkatnya tekanan politik dan bisnis di sekitarnya.

      Kekacauan di Los Angeles: Penjarahan Massal, Satu Orang Tewas

      Situasi kian memanas di Los Angeles, California, setelah terjadi penjarahan sejumlah toko menyusul demonstrasi besar-besaran menolak kebijakan imigrasi Trump.

      Polisi menemukan satu korban tewas di lokasi kejadian, tepatnya di West 3rd Street dan Broadway, pada pukul 01.30 Selasa malam waktu setempat.

      Menurut laporan stasiun lokal KTLA, korban belum teridentifikasi, namun insiden ini menjadi bagian dari kekerasan yang meningkat di tengah demonstrasi.

      LAPD mengerahkan pasukan tambahan dan memberlakukan pembatasan jam malam di beberapa wilayah rawan.

      Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi anarkis yang merugikan banyak pihak.

      Mengapa Demonstrasi Ini Meletus?

      Kemarahan publik memuncak setelah Trump mengeluarkan kebijakan baru terkait deportasi imigran ilegal, yang menurut kelompok hak asasi manusia dinilai melanggar hukum internasional.

      Ditambah lagi, beberapa kasus penahanan anak-anak migran tanpa pendamping di perbatasan memicu kecaman global.

      Organisasi seperti Amnesty International dan Human Rights Watch menyerukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM, sementara komunitas diaspora di AS menyerukan solidaritas dan aksi damai.

    • Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Kritik RUU Perpajakan Jadi Pemicu

      Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Kritik RUU Perpajakan Jadi Pemicu

      Mediapasti.com – CEO Tesla, Elon Musk, secara resmi mengundurkan diri dari jabatan sebagai pejabat khusus di Department of Government Efficiency (DOGE), sebuah lembaga bentukan pemerintahan Presiden Donald Trump.

      Keputusan ini diumumkan pada Rabu malam (28/5/2025) waktu setempat oleh seorang pejabat Gedung Putih.

      “Proses off-boarding dimulai malam ini,” ujar pejabat tersebut, dikutip dari Reuters.

      Tak lama sebelumnya, Musk mengunggah pernyataan di platform X miliknya untuk mengucapkan terima kasih kepada Trump atas kesempatan yang diberikan selama ia menjabat.

      Mundurnya Musk berlangsung tanpa seremoni resmi. Ia bahkan tidak sempat bertemu langsung dengan Presiden Trump sebelum meninggalkan posisinya.

      Sumber internal menyebut keputusan ini dibuat di level staf senior, sehari setelah Musk melontarkan kritik tajam terhadap RUU perpajakan unggulan pemerintahan.

      Kritik Terhadap RUU Perpajakan Jadi Titik Balik

      Musk menyebut bahwa RUU perpajakan tersebut terlalu mahal dan berpotensi merusak pencapaian efisiensi DOGE.

      Pernyataan ini memicu ketegangan di kalangan pejabat senior Gedung Putih, terutama karena disampaikan secara publik menjelang pembahasan penting di Kongres.

      Beberapa analis menilai bahwa kritik Musk menunjukkan ketidakharmonisan antara visinya dan arah kebijakan fiskal pemerintahan saat ini.

      RUU tersebut dianggap justru meningkatkan defisit anggaran, bertolak belakang dengan misi DOGE yang mengedepankan penghematan.

      Gaya Kepemimpinan Musk yang Kontroversial

      Sejak bergabung dengan DOGE, Elon Musk kerap menuai sorotan karena pendekatannya yang tak lazim.

      Dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) Februari lalu, ia tampil dengan membawa gergaji mesin merah sambil menyebutnya sebagai simbol untuk “memangkas birokrasi”.

      Musk berambisi memangkas hingga $2 triliun dari pengeluaran pemerintah federal. DOGE mengklaim telah menghemat sekitar $175 miliar, meskipun angka tersebut belum terverifikasi secara independen.

      Ia juga terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya terhadap aparatur sipil negara dan mendorong pencabutan kebijakan kerja dari rumah pasca-pandemi.

      Namun, popularitas Musk di lingkup internal pemerintahan terus menurun.

      Beberapa menteri, seperti Marco Rubio (Menteri Luar Negeri), Sean Duffy (Perhubungan), dan Scott Bessent (Keuangan) menolak rencana pemangkasan pegawai yang diajukan Musk.

      Ketegangan semakin memuncak ketika Musk menyebut penasihat perdagangan Peter Navarro sebagai “lebih tolol dari sekantong batu bata”, yang kemudian ditanggapi santai oleh Navarro.

      DOGE Tetap Lanjut Tanpa Musk

      Masa tugas Musk sejatinya berakhir pada 30 Mei 2025. Meskipun ia mundur lebih awal, Gedung Putih memastikan program efisiensi tetap dilanjutkan.

      Beberapa menteri telah berdiskusi dengan Presiden Trump untuk menjaga stabilitas program tersebut di tengah pengawasan ketat dari Kongres.

      DOGE diklaim telah memangkas sekitar 260.000 pegawai federal atau 12 persen dari total 2,3 juta, lewat skema pensiun dini, PHK sukarela, hingga ancaman pemecatan.

      Namun, dampak kebijakan ini menimbulkan gangguan operasional di beberapa lembaga, termasuk lonjakan biaya pengadaan dan kehilangan tenaga ahli di sektor sains dan teknologi.

      Tekanan dari Investor dan Perubahan Sikap Politik

      Langkah Musk mundur juga dipengaruhi oleh tekanan dari investor Tesla yang mengkhawatirkan fokusnya terpecah antara perusahaan dan aktivitas politik.

      Penjualan Tesla turun pada kuartal pertama 2025, disusul oleh penurunan harga saham sebesar 14% dalam dua bulan terakhir.

      Meskipun sebelumnya menjadi penyumbang besar kampanye Trump dan Partai Republik dengan total lebih dari $300 juta, Musk kini menyatakan akan mengurangi pengeluaran politik.

      Dalam Forum Ekonomi Doha di Qatar, ia berkata, “Saya rasa saya sudah cukup berkontribusi.”

    • Ini Kelebihan Dan Kelemahan Starlink Elon Musk Yang Resmi Beroperasi Di Indonesia

      Ini Kelebihan Dan Kelemahan Starlink Elon Musk Yang Resmi Beroperasi Di Indonesia

      Mediapasti.com – Elon Musk telah meresmikan layanan internet Starlink Indonesia di Denpasar, Bali, Minggu (19/5/2024). Awalnya Menko Harves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Elon Musk akan meresmikan Stralink beroperasi di Indonesia bersama dengan Presiden Joko Widodo, namun Elon saat peresmian ditemani oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

      Peluncuran layanan internet berbasis satelit itu diselenggarakan di klinik kesehatan di daerah Denpasar.

      Kelebihan Starlink Elon Musk di Indonesia:

      1. Akses Internet di Daerah Terpencil: Starlink menawarkan solusi internet bagi daerah terpencil yang sebelumnya tidak terjangkau oleh infrastruktur internet tradisional seperti kabel optik atau menara seluler. Hal ini membuka peluang akses informasi dan edukasi bagi masyarakat di pelosok negeri.
      2. Kecepatan Tinggi: Starlink menjanjikan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi dibandingkan internet satelit konvensional, dengan kisaran 100 hingga 200 Mbps. Hal ini memungkinkan streaming video, game online, dan aktivitas internet lainnya yang membutuhkan bandwidth besar.
      3. Kemudahan Pemasangan: Perangkat Starlink dirancang untuk mudah dipasang oleh pengguna sendiri, tanpa memerlukan teknisi ahli. Hal ini mempercepat proses mendapatkan akses internet di daerah terpencil.
      4. Ketahanan Terhadap Gangguan: Starlink tidak bergantung pada infrastruktur darat yang rentan terhadap gangguan, seperti kabel optik atau menara seluler. Hal ini membuat Starlink tetap berfungsi saat terjadi bencana alam atau pemadaman listrik.
      5. Potensi Pengembangan: Starlink masih dalam tahap pengembangan, dan Elon Musk berencana untuk meningkatkan kecepatan internet hingga 1 Gbps di masa depan. Selain itu, Starlink juga berpotensi untuk menyediakan layanan telepon dan televisi.

      Kekurangan Starlink Elon Musk di Indonesia:

      1. Biaya: Biaya awal untuk mendapatkan perangkat Starlink tergolong mahal, yaitu sekitar Rp 15 juta. Selain itu, pengguna juga perlu berlangganan bulanan dengan biaya sekitar Rp 800 ribu.
      2. Ketergantungan Pada Cuaca: Kinerja Starlink dapat terpengaruh oleh cuaca buruk, seperti hujan deras atau salju. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kecepatan internet atau bahkan putusnya koneksi.
      3. Dampak Lingkungan: Konstelasi satelit Starlink yang besar dikhawatirkan dapat menyebabkan polusi cahaya dan mengganggu observasi astronomi.
      4. Batasan Kapasitas: Kapasitas Starlink masih terbatas, terutama di daerah padat penduduk. Hal ini dapat menyebabkan kepadatan jaringan dan penurunan kecepatan internet saat banyak pengguna menggunakan layanan secara bersamaan.
      5. Persetujuan Regulasi: Starlink masih membutuhkan persetujuan regulasi dari pemerintah Indonesia sebelum dapat beroperasi secara penuh. Hal ini dapat menghambat perluasan layanan Starlink di Indonesia.