• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • https://data.pramukajabar.or.id/
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/
  • https://lms.rentas.co.id/
  • https://siakad.stkippgri-bkl.ac.id/pengumuman
  • https://yahooo.co.com/
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/info-prodi
  • https://sptjm.lldikti4.id/banner/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • https://ppm-rekrutmen.com/antam/
  • https://sptjm.lldikti4.id/storage/
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://silancar.pekalongankota.go.id/newsilancar/
  • https://app.mywork.com.au/login
  • https://dms.smhg.co.id/assets/js/hitam-link/
  • https://aeress.org/noticias/
  • https://rsupsoeradji.id/
  • slotplus777
  • https://ibs.rshs.or.id/operasi.php
  • https://tpfx.co.id/jurnal/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • https://alpsmedical.com/alps/
  • https://pastiwin777.cfd/
  • https://elibrary.rac.gov.kh/
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://sman2situbondo.sch.id/
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • ReformasiPolri – Mediapasti.com

    Tag: ReformasiPolri

    • Aksi Demo #IndonesiaGelap Kembali Digelar: Mahasiswa Desak Kebijakan Pro Rakyat

      Aksi Demo #IndonesiaGelap Kembali Digelar: Mahasiswa Desak Kebijakan Pro Rakyat

      Mediapasti.com – Aksi demonstrasi Indonesia Gelap kembali terjadi di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Demo ini bertepatan dengan pelantikan kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia.

      Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk mendorong para kepala daerah agar lebih berpihak kepada rakyat dalam membuat kebijakan.

      “Kami mengambil momentum pelantikan ini untuk menegaskan bahwa kepala daerah memiliki beban dan tanggung jawab besar dalam menyejahterakan rakyatnya,” ujar Herianto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/2/2025).

      Pemerintah Bungkam, Demo Diperbesar

      Aksi ini merupakan puncak kekecewaan mahasiswa, setelah demo sebelumnya pada Senin (17/2/2025) tidak mendapat respons dari pemerintah.

      “Kami sangat kecewa karena pemerintah sama sekali tidak mau menemui massa aksi dan mendengar tuntutan kami,” kata Herianto.

      Karena itu, demonstrasi kali ini diprediksi akan lebih besar, dengan massa aksi tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah, seperti Bandung, Lampung, Surabaya, Malang, Samarinda, Banjarmasin, Aceh, dan Bali.

      Para mahasiswa berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka sebelum gelombang protes semakin meluas.

      Tuntutan Demonstran: 13 Poin Perubahan yang Diharapkan

      Dalam aksi Indonesia Gelap sebelumnya di Patung Kuda, Jakarta, para demonstran menyampaikan 13 tuntutan utama, di antaranya:

      1. Pendidikan Gratis dan Berkualitas : Menuntut pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis, serta menolak pemangkasan anggaran pendidikan.

      2. Reforma Agraria Sejati : Menolak proyek strategis nasional yang dianggap merugikan petani dan masyarakat adat.

      3. Tolak Revisi UU Minerba : Menentang revisi Undang-Undang Minerba, yang dinilai membatasi kebebasan akademik dan membungkam suara kritis di kampus.

      4. Hapuskan Multi Fungsi ABRI :Menuntut pemisahan militer dari kehidupan sipil untuk mencegah potensi represi terhadap rakyat.

      5. Perlindungan Hak Masyarakat Adat : Mendesak pemerintah segera mengeluarkan UU Masyarakat Adat untuk melindungi hak-hak mereka.

      6. Cabut Inpres No. 1 Tahun 2025 : Menolak Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang dianggap mengancam kepentingan rakyat.

      7. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis : Meminta pemerintah untuk mengevaluasi program makan bergizi gratis agar benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

      8. Anggaran Tunjangan Kinerja Dosen : Mendesak pemerintah merealisasikan anggaran tunjangan dosen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

      9. Perampasan Aset Koruptor : Mendesak Presiden mengeluarkan Perppu Perampasan Aset untuk mempermudah penyitaan harta hasil korupsi.

      10. Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan : Menolak revisi UU yang dinilai berpotensi menguatkan impunitas aparat keamanan.

      11. Efisiensi dan Rombak Kabinet : Meminta perombakan Kabinet Merah Putih untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mengurangi pemborosan anggaran.

      12. Reformasi DPR : Menolak revisi peraturan DPR tentang tata tertib, yang dinilai semakin membatasi partisipasi rakyat dalam kebijakan.

      13. Reformasi Kepolisian : Mendesak reformasi total institusi Polri guna meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.

      Pemerintah Harus Segera Merespon

      Gelombang aksi #IndonesiaGelap menunjukkan bahwa kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah semakin besar.

      Bungkamnya pemerintah hanya akan memperbesar eskalasi protes.

      Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, bisa jadi aksi ini akan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan masif.

    • Garuda Hitam dan Gerakan PENTOL Soroti Krisis Sosial-Ekonomi Indonesia

      Garuda Hitam dan Gerakan PENTOL Soroti Krisis Sosial-Ekonomi Indonesia

      Mediapasti.com – Media sosial Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya simbol Peringatan Darurat terbaru, yaitu burung Garuda berwarna hitam.

      Fenomena ini pertama kali viral pada 21 Agustus 2024, melalui video berdurasi 50 detik dengan latar biru dan suara sirine yang menyampaikan pesan mengkhawatirkan tentang situasi pemerintahan Indonesia.

      Kini, simbol tersebut berevolusi dengan latar hitam, yang diartikan oleh banyak pihak sebagai lambang Indonesia memasuki era kegelapan.

      Tagar dan Gerakan yang Muncul

      Gerakan ini semakin diperkuat dengan tagar #PeringatanDarurat dan #IndonesiaGelap, yang menyoroti berbagai permasalahan sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat.

      Bersamaan dengan itu, muncul gerakan PENTOL, sebuah akronim dari enam tuntutan utama masyarakat terhadap pemerintah.

      Enam Tuntutan Gerakan PENTOL

      1. P: Polisi Diberesin
        Masyarakat menuntut reformasi di tubuh Polri, termasuk penghapusan imunitas dan pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
      2. E: Energi Buat Rakyat
        Sorotan terhadap kebijakan subsidi energi, terutama kelangkaan gas LPG 3 kg yang menyulitkan masyarakat menengah ke bawah.
      3. N: Naikkan Taraf Hidup Rakyat
        Kritik terhadap pemotongan anggaran pendidikan, kesehatan, dan transportasi umum yang dinilai kontraproduktif dengan pemulihan ekonomi.
      4. T: Tunaikan Tukin Dosen, Guru, dan ASN
        Desakan agar pemerintah segera membayar tunjangan kinerja (tukin) bagi tenaga pendidik dan aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
      5. O: Output MBG Diperbaiki
        Evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal sesuai tujuan awalnya.
      6. L: Lawan Mafia Tanah dan Lengserkan Pejabat Tol
        Kritik terhadap mafia tanah serta pengelolaan infrastruktur yang dinilai merugikan masyarakat.

      Isu ini mencuat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk kelangkaan gas LPG 3 kg yang viral dalam seminggu terakhir.

      Situasi ini memicu asumsi bahwa Indonesia sedang berada dalam kondisi “darurat” secara sosial dan ekonomi.

      Masyarakat yang mendukung gerakan ini berharap pemerintah segera menanggapi berbagai tuntutan yang telah disuarakan melalui Peringatan Darurat dan gerakan PENTOL.

      Kini, publik menanti respons dari pemangku kebijakan terkait isu-isu yang semakin mengemuka di tengah situasi yang mereka anggap sebagai “darurat” bagi Indonesia.