Bapak Bunuh Anak Kandung di Riau, Kesal Karena Sang Anak Sering Berkata Kasar

You are currently viewing Bapak Bunuh Anak Kandung di Riau, Kesal Karena Sang Anak Sering Berkata Kasar

MEDIAPASTI.COM –

MY (69) diduga membunuh seorang anak perempuannya berinisial EH (49), di Kelurahan Sei Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Pria tersebut nekat membunuh anaknya karena sering berkata kasar. Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Elva Hendri mengatakan, pelaku MY saat ini sudah ditangkap dan dilakukan penahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka sudah kami tangkap dan dilakukan penahanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membunuh anaknya dengan alasan korban sering berkata kasar kepada tersangka,” ungkap Elva saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Kamis (6/10/2022).

Ia menambahkan, pelaku diamankan dengan barang bukti sebilah parang berikut dengan sarungnya, yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Elva mengatakan, pelaku sudah merencanakan untuk membunuh anaknya.

Aksi sadis itu kemudian dilakukan pelaku di rumahnya di Lingkungan Pondok Godang, Kelurahan Sei Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Rabu (5/10/2022), sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah membunuh anaknya, korban menghubungi anaknya yang laki-laki bernama Firmansyah (44). “Pelaku saat itu memberitahu saksi (Firmansyah) bahwa kakaknya sudah meninggal dunia,” sebut Elva.

Selanjutnya, Firmansyah datang ke rumah ayahnya. Sampai di dalam rumah, korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah. Sedangkan pelaku saat itu masih berada didekat korban.  

Saksi Firmansyah kemudian memberitahu warga hingga dilaporkan ke Polsek Kampar Kiri Hilir. “Sampai di lokasi, anggota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pelaku,” kata Elva. Namun, Elva menyebut pelaku sempat mengelak dan tidak mengakui perbuatannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan berencana terhadap anaknya. Lalu, tim menangkap pria perantau asal Sumatera Utara (Sumut) itu. Sedangkan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Baca Juga :   Menyikapi Terkait Dugaan Pengembang Tidak Mengikuti SK Walikota, Ketua DPRD Kota Bekasi Menjelaskan

Elva mengatakan, pelaku dijerat dengan Pasal 340 atau Pasal 338 KUHP. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tinggalkan Balasan