Israel Ternyata Diam Diam Sabotase Rencana Gencatan Senjata Dengan Hamas

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Mediapasti.com – Rencana gencatan senjata antara Israel dan Hamas memasuki babak baru. Pemerintah Israel dituduh mencoba menyabotase usulan gencatan senjata setelah mengajukan tuntutan baru meskipun sebelumnya telah menerima usulan lama.

Laporan media Israel menyebut David Barnea, kepala dinas intelijen luar negeri Mossad, telah memberikan daftar keberatan baru kepada para mediator. Hal ini dilakukannya selama mengikuti perundingan gencatan senjata di Qatar selama akhir pekan.

Surat kabar Haaretz, mengutip sumber yang mengetahui rincian tersebut, menyebut tuntutan baru Israel tersebut diperkirakan akan menunda perundingan, dan tidak jelas apakah Hamas akan menyetujuinya.

“Hamas telah menyetujui posisi terbaru yang disampaikan oleh Israel,” kata sumber tersebut mengatakan kepada Haaretz, seperti dikutip The Guardian, Senin (8/7/2024).

“Namun dalam pertemuan hari Jumat, Israel menyampaikan beberapa poin baru yang dituntutnya agar diterima oleh Hamas.”

Negosiasi dengan Hamas diperkirakan akan berlangsung “setidaknya tiga minggu” sebelum kesepakatan dapat dilaksanakan.

Sebelumnya, harapan untuk gencatan senjata di Gaza meningkat menyusul laporan Hamas telah memberikan persetujuan awal untuk usulan baru.

Reuters dan Associated Press melaporkan bahwa pejabat Mesir dan perwakilan Hamas mengatakan organisasi militan Islam itu telah mencabut tuntutan utama agar Israel berkomitmen untuk mengakhiri perang secara definitif sebelum ada jeda dalam permusuhan.

Dua pejabat Hamas mengatakan mereka sekarang menunggu tanggapan dari Israel. Namun Tel Aviv saat ini malah mengajukan tuntutan baru.

Seiring dengan semakin dekatnya kesepakatan potensial, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menunjukkan pola untuk mundur dari negosiasi penyanderaan.

Melalui beberapa kesempatan dalam beberapa bulan terakhir, ia dituduh menghalangi kemajuan yang dapat mengakhiri konflik, baik melalui pernyataan publik, komunikasi rahasia, atau dengan membatasi kewenangan tim negosiasi.

Baca Juga :   Jumlah korban Meninggal akibat Banjir Bandang di Nusa Tenggara Timur

Tekanan kepada Israel sendiri telah meningkat karena gencatan senjata Gaza dapat memungkinkan de-eskalasi antara Hizbullah dan Israel. Kelompok Lebanon itu mengaku bertanggung jawab atas serangan roket di Galilea Bawah pada Minggu, dengan mengklaim telah menargetkan pangkalan militer Israel di dekat Tiberias.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

Terjadi Runtuhnya kaca pembatas di club San Luis Potosí karena terlalu berdesakan, 3 orang tewas dan 16 orang luka-luka.

https://mediapasti.com/kriminal/18659/pengusaha-rental-mobil-jadi-korban-amuk-massa-di-pati-diteriaki-maling-oleh-warga/

Seorang anak jatuh dari pagar Jembatan Penyeberangan Jalan (JPO) tol Jatiasih yang kondisi dipagari dengan "tali rapia" kemudian korban terjatuh di jalur jalur cepat (01/6/2024)
#peristiwa #anakjatuh #jatiasih #toljatiasih #viral #kasian

Viral ! Pengakuan Pegi pada Konferensi Pers Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
#pembunuhan #pegi #vinacirebon #vina #kasusvina

Load More

Tag Berita

Media Asing Ramai Sorot Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu

Mediapasti.com – Ramai-ramai media asing memberi sorotan ke Indonesia. Kali ini soal diangkatnya keponakan presiden terpilih Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, sebagai Wakil Menteri Perekonomian RI.

RI Kutuk Resolusi Israel Yang Menolak Pembentukan Negara Israel

Mediapasti.com – Pemerintah Indonesia mengutuk keras resolusi yang disahkan parlemen Israel soal penolakan pembentukan negara Palestina. Pemerintah menilai resolusi tersebut dapat melemahkan solusi dua negara.

Ditemukan Narkoba Di Jasad Wanita Membusuk Di Kos Jaktim

Mediapasti.com – Kematian wanita berinisial YY yang jasadnya ditemukan membusuk di indekos Cipayung, Jakarta Timur masih menyisakan misteri. Belum terang apa penyebab kematian wanita berusia