Jepang Vs Kroasia: Vatreni Maju Perempatfinal Lewat Adu Penalti

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

MEDIAPASTI -Pertandingan Jepang vs Kroasia Dituntaskan dengan adu pinalti setelah skor bertahan imbang 1-1 . Vatreni berhak melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2022 Setelah menang adu pinalti dengan Jepang.

Pada pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2022 yang dihelat di Al Janoub Stadium, Senin (5/12/2022) malam WIB, Jepang unggul duluan lewat Daizen Maeda di menit ke-42.

Kroasia membalas di menit ke-55 berkat gol Ivan Perisic. Setelah 120 menit pertandingan berlalu, skor 1-1 bertahan dan laga lanjut ke babak tos-tosan.

Kemenangan 3-1 untuk Kroasia memastikan mereka jadi tim kelima yang mendapat tiket perempatfinal.

Jalannya pertadingan

Jepang langsung menggebrak di menit awal ketika mendapat peluang di menit ketiga lewat tandukan Shogo Taniguchi, namun masih melebar.

Kroasia membalas di menit kesembilan ketika Takehiru Tomiyasu membuat kesalahan saat menguasai bola di sisi kanan pertahanan Jepang, sehingga direbut Ivan Perisic.

Perisic masuk ke kotak penalti untuk coba menaklukkan Shuichi Gonda, tapi bola sepakannya bisa ditepis.

Di menit ke-13, Jepang kembali mengancam ketika crossing Junyo Ito diarahkan ke tiang jauh yang coba disambut Daizen Maeda, namun luput dari sontekannya.

Kroasia memang menguasai bola namun kesulitan untuk membongkar pertahanan Jepang yang solid. Sementara, Jepang yang banyak menyerang lewat counter attack justru mampu merepotkan Kroasia.

Di menit ke-40, Daichi Kamada punya kans untuk membawa Jepang unggul ketika dia dalam posisi bagus di kotak penalti. Sayangnya, Kamada terlalu lama menguasai bola sehingga ruang tembak menyempit, dan bola melayang.

Tapi, dua menit setelahnya, Jepang mampu unggul lewat Daizen Maeda. Berawal dari crossing di sisi kiri yang dilepaskan Ritsu Doan, bola disundul Maya Yoshida ke depan gawang kosong dan disontek Maeda untuk mengubah skor jadi 1-0.

Baca Juga :   Gubernur Bali Membubuhkan Tanda Tangan Terkait Host Agreement Piala Dunia U-20

Hingga turun minum, skor tersebut bertahan untuk keunggulan Jepang.

Kroasia langsung tancap gas di babak kedua demi mencari gol penyama kedudukan secepatnya. Mereka menekan habis Jepang dan tak memberikan kesempatan untuk menyerang.

Upaya Kroasia menemui hasil pada menit ke-55 saat Perisic melompat untuk menanduk bola crossing Dejan Lovren dan mengarah ke pojok kiri gawang, tanpa bisa dijangkai Shuichi Gonda.

Gol itu membuat Kroasia kian bernafsu menyerang Jepang. Mereka nyaris mendapatkan gol lagi di menit ke-63 ketika Modric melepaskan sepakan voli di depan kotak penalti dan bola mengarah ke pojok gawang, yang bisa ditepis Gonda.

Di menit ke-66 giliran pemain pengganti Ante Budimir yang nyaris bikin gol ketika berada bebas di depan gawang. Dia menanduk bola sepakan rekannya yang membentur pemain Jepang, tapi masih melebar.

Pertandingan menjadi lebih terbuka di 15 menit terakhir karena kedua tim sama-sama ingin mengincar kemenangan. Tapi, tidak ada peluang berbahaya dari Kroasia maupun Jepang.

Skor 1-1 bertahan ketika 90 menit tuntas dan laga dilanjutkan ke babak extra time.

Di 15 babak pertama extra time, tidak ada peluang berbahaya diciptakan kedua tim yang sama-sama bermain. Cuma satu dihasilkan lewat Kaoru Mitoma di menit ke-114 yang memaksai Livakovic menepisnya.

Memasuki babak kedua extra time, Kroasia menurunkan Marko Livaja dan Mislav Orsic untuk menyegarkan lini serang.

Tapi, Kroasia tetap saja kesulitan untuk menciptakan peluang di depan gawang Gonda atau sekadar melepaskan bola ke kotak penalti Jepang.

Sementara Jepang lebih menunggu dan melakukan serangan balik. Satu peluang didapat Kroasia pada menit ke-120 dari Lovro Majer ketika melepaskan sepakan di depan area 16 meter, tapi masih melebar.

Baca Juga :   Taiwan Diguncang Gempa 7.5M, Peringatan Terjadinya Tsunami Dari Jepang Ke Filipina!

Tak ada gol tercipta selama 30 menit perpanjangan waktu, sehingga pemenang ditentukan lewat adu penalti.

Tiga dari empat penendang pertama Jepang, Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, dan Maya Yoshida, gagal karena ditepis Dominik Livakovic. Cuma Takuma Asano yang sukses.

Sementara dari empat penendang Kroasia, hanya Marko Livaja yang gagal karena membentur tiang. Tendangan Mario Pasalic memastikan kelolosan Kroasia ke babak perempatfinal untuk bertemu pemenang partai Brasil vs Korea Selatan.

Jepang

  • Takumi Minamino (gagal)
  • Kaoru Mitoma (gagal)
  • Takuma Asano (gol)
  • Maya Yoshida (gagal)

Kroasia

  • Nikola Vlasic (gol)
  • Marcelo Brozovic (gol)
  • Marko Livaja (gagal)
  • Mario Pasalic (gol)

Susunan pemain

Jepang: Shuichi Gonda; Takehiro Tomiyasu, Maya Yoshida, Shogo Taniguchi; Junyo Ito, Wataru Endo, Hidemasa Morita (Ao Tanaka 105′), Yuto Nagatamo (Kaoru Mitoma 64′); Ritsu Doan (Takumi Minamino 87′), Daizen Maeda (Takuma Asano 64′), Daichi Kamada (Hiroki Sakai 75′).

Kroasia: Dominik Livakovic; Josip Juranovic, Dejan Lovren, Josko Gvardiol, Borna Barisic; Luka Modric (Lovro Majer 99′), Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic (Nikola Vlasic 99′); Andrej Kramaric (Mario Pasalic 68′), Bruno Petkovic (Ante Budimir 62′) (Marko Livaja 105′), Ivan Perisic (Mislav Orsic 105′).

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email
X
Threads
Pinterest
Telegram

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami :

Berita Serupa

Berita Terbaru

Twitter Kami

Terjadi Runtuhnya kaca pembatas di club San Luis Potosí karena terlalu berdesakan, 3 orang tewas dan 16 orang luka-luka.

https://mediapasti.com/kriminal/18659/pengusaha-rental-mobil-jadi-korban-amuk-massa-di-pati-diteriaki-maling-oleh-warga/

Seorang anak jatuh dari pagar Jembatan Penyeberangan Jalan (JPO) tol Jatiasih yang kondisi dipagari dengan "tali rapia" kemudian korban terjatuh di jalur jalur cepat (01/6/2024)
#peristiwa #anakjatuh #jatiasih #toljatiasih #viral #kasian

Viral ! Pengakuan Pegi pada Konferensi Pers Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
#pembunuhan #pegi #vinacirebon #vina #kasusvina

Load More

Tag Berita

3 Tahun Dibully, Siswi SMK di Bandung Meninggal Dunia

Mediapasti.com – Siswi SMK warga Kampung Centeng, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat (KBB) menjadi korban bullying atau perundungan selama tiga tahun yang dilakukan teman sekolahnya.