Ini yang Jadi Pangkal Masalahnya Kenapa Mie Sedaap Jadi Sorotan di 3 Negara

You are currently viewing Ini yang Jadi Pangkal Masalahnya Kenapa Mie Sedaap Jadi Sorotan di 3 Negara

MEDIAPASTI.COM –Belakangan ini heboh Mie Sedaap disebut mengandung pestisida, etilen oksida (EtO). Hal ini membuat tiga negara menyoroti temuan tersebut, dua di antaranya bahkan sudah menarik mi instan asal Indonesia itu dari peredaran.

Etilen oksida berfungsi sebagai pengawet, serta membunuh bakteri dan jamur. Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati menyebut, risiko etilen oksida pada tubuh sebenarnya bergantung pada tingkat paparan semakin tinggi. Semakin tinggi paparannya, semakin besar risiko. Namun dalam kadar tertentu sesuai batas aman, etilen oksida tidak memicu risiko kesehatan.

“Sebetulnya efeknya pada tubuh tergantung dari jumlahnya, saya kira kandungan itu (etilen oksida pada mie Sedaap) pasti kecil sekali. Etilen oksida memang tidak sering dipakai karena ada macam-macam pengawet lain seperti natrium benzoat misalnya,” terang Prof Zullies pada detikcom, Kamis (29/9/2022).

Berikut tiga negara yang ikut menyoroti temuan etilen oksida di Mie Sedaap.

1. Hong Kong

Otoritas keamanan pangan Hong Kong atau Centre for Food Safety (CFS) menarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken Flavour dari edaran lantaran mengandung etilen oksida. Adapun produk yang ditarik memiliki batas kedaluwarsa tanggal 19 Mei 2023.

“Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, kemasan bumbu, dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida,” kata otoritas keamanan pangan Hong Kong (CFS), dalam keterangan resmi mereka, Kamis (29/9).

“Menurut instruksinya, pengecer yang bersangkutan telah memulai penarikan pada batch produk yang terkena dampak,” tambahnya.

Meski begitu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengungkapkan produk mi instan yang ditarik di Hong Kong berbeda dengan produk bermerek sama yang beredar di Indonesia. Produk yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan yang ada.

Sebagai langkah kehati-hatian, BPOM RI tengah mengatur kebijakan kandungan etilen oksida termasuk melakukan pengujian sampling pada produk tersebut untuk mengetahui tingkat kandungan senyawa etilen oksida.

Baca Juga :   Viral! Mayat Buat Geger RSUD Kota Bogor Karna Hidup Kembali

“Belajar dari kasus terdahulu, dan mengingat bahwa saat ini Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah World Health Organization (WHO)/Food and Agriculture Organization (FAO) belum mengatur mengenai EtO dan senyawa turunannya, serta pengaturannya yang sangat beragam di berbagai negara, maka BPOM menindaklanjuti isu ini dengan meminta klarifikasi dan penjelasan lebih rinci kepada otoritas keamanan pangan Hong Kong mengenai hasil pengujian dimaksud,” terang BPOM dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Kamis (29/9).

2. Singapura

Selain Hong Kong, Singapore Food Agency (SFA) juga menarik produk mie sedap asal Indonesia imbas etilen oksida. Adapun varian Mie Sedaap yang ditarik, di antaranya:

  • Mie Sedaap Korean Spicy Soup
  • Mie Sedaap Korean Spicy Chicken
  • Mie Sedaap Soto
  • Mie Sedaap Kari Ayam

SFA mengungkapkan pihaknya akan melanjutkan pengujian pada produk tersebut dan varian Mie Sedaap lainnya. Mereka juga akan bekerja sama dengan importir dan otoritas Indonesia untuk menyelidiki, serta memperbaiki penyebab kontaminasi etilen oksida.

“Konsumen yang telah membeli produk yang terlibat disarankan untuk tidak mengkonsumsinya,” kata SFA yang dikutip dari Channel News Asia, Senin (1010).

3.Malaysia

Menyusul Hong Kong dan Singapura, Malaysia juga ikut menyoroti beberapa produk Mie Sedaap yang mengandung etilen oksida (EtO). Masyarakatnya diimbau untuk memperhatikan dua jenis produk Mie Sedaap beserta tanggal kedaluwarsanya.

Public Health Malaysia mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan dua varian produk Mie Sedaap yakni Korean Spicy Chicken tanggal kadaluarsa 21 Mei 2023 dan Korean Spicy Soup tanggal kadaluarsa 17 Maret 2023.

“Jika Anda menemukan produk batch ini, laporkan ke Dinas Kesehatan terdekat,” tertera dalam akun Twitter resmi @health_malaysia, Jumat (7/10).

Baca Juga :   Sejumlah Orang Main Sepatu Roda Di Jalan Gatot Subroto, ARIZA PATRIA: Aroganis Di Jalan Merugikan Diri Sendiri Dan Banyak Orang

Sementara menurut laporan lain yang dikutip dari The Straits Times, tidak ada temuan dari Kementerian Kesehatan bahwa produk Mie Sedaap yang terkontaminasi telah masuk ke Malaysia. Namun pihak berwenang ikut waswas perihal dugaan kontaminasi etilen oksida pada dua produk Mie Sedaap dengan tanggal kadaluarsa 17 Maret dan 21 Mei tahun depan.

“Pemeriksaan Kementerian Sistem Informasi Keamanan Pangan Malaysia mengkonfirmasi bahwa mie instan Mi Sedaap Korean Spicy Soup diimpor,” ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah.

Tanggapan Wings Group

Wings Group Indonesia selaku perusahaan induk dari Mie Sedaap membantah bahwa produk mi instannya menggunakan etilen oksida atau pestisida yang digunakan untuk fumigasi.

“Mie Sedaap memastikan tidak ada penggunaan etilen oksida (EtO) dan telah memenuhi standar keamanan pangan sehingga aman untuk dikonsumsi,” ujar Head of Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia Sheila Kansil, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (6/10).

Pihak Wings Group juga menyinggung klarifikasi BPOM tertanggal 29 September 2022 yang menyebut produk Mie Sedaap yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan. Juga, Mie Sedaap memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku, seperti:

  • Izin Badan Pengawas Obat & Makanan Republik Indonesia
  • Sertifikat Halal (MUI)
  • Sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan
  • Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu

“Produk Mie Sedaap juga telah dinikmati oleh konsumen di lebih dari 30 negara selama belasan tahun terakhir dan telah memenuhi standar wajib ekspor, termasuk kandungan, pengemasan, hingga pelabelan produk. Upaya untuk tunduk pada peraturan yang berlaku ini merupakan komitmen Mie Sedaap yang sudah diproduksi dan beredar hampir 20 tahun di Indonesia,” tulis keterangan.

Tinggalkan Balasan